icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ragu yang Berujung Temu

Bab 6 Mengenang Masa Lalu

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

k bermaksud untuk tidur. Dia melakukannya agar lebih gampang mengenang banyak hal yang sudah dia lalui. Lebih tepatnya, Mikha ingin mengingat momen manis yang dia lewati satu tahun lalu. Momen y

isma. Dia punya jenggot dan kumis yang tidak terlalu lebat dan tentu saja hal itu mampu melemahkan hati seorang Mikha. Dengan bibir tipis yang tampak sedikit

i warung bakso Bu Nani itulah kali pertama mereka dipertemukan. Malik bahkan duduk pada kursi yang

an sikap Mikha yang masih malu-malu. Wajar saja karena memang Malik yang terlalu terburu-buru. Meskipun dia tidak melakukan apa pun, tetapi tetap saja Mikha adalah seorang pe

um. "Aku Kholifah dan yang paling cantik ini namanya Mikha," sahutnya mewakili, sambil memperkenalkan sahabatnya kepada

n pernyataan Kholifah. Dan kalimat itu berhasil

lum Malik menghampirinya, dia tidak bermaksud untuk cepat-cepat pulang, terlebih karena masih ada beberapa potong bakso p

wa perempuan itu sengaja menghindari tatapannya. Ah, Malik jadi merasa bahwa mereka pasti akan memiliki 'sesuatu' yang lebih menarik dari sekadar berteman. Dia

n dengan lelaki tampan penuh pesona seperti Malik. Meskipun mereka baru bertemu tetapi hati tidak pernah berbohong, Mikh

itu menjadi awal cinta Mikha mulai goyah. Entah bagaimana semua itu bisa terjadi, tatapan mata Malik benar-

a. Mikha kembali merasa tubuhnya sedikit lemas, dia terbatuk dan bangkit dari tidurnya. Bayangan masa lalunya bubar. Dia masih saja sendi

nya dulu aku tidak mengambil keputusan ini? Tapi, pada saat itu siapakah lelaki yang seharusnya kuterima? Atau seharusnya aku tidak menerima keduanya?" tanyanya sembari menah

benar-benar sudah terbangun dari bayangan masa lalunya. Ternyata memang benar, masa lalu sangat indah untuk dikenang. Dan hampir saja Mikha mengecilkan n

kenal. Tapi apakah kalian akan memiliki sikap yang sama saat sudah ber

alam hidupnya itu memanglah pelipur lara. Meskipun saat itu kebahagi

hui adalah tentang takdir yang sudah Allah tetapkan, dia tidak pernah mengerti akan seperti apa kehidupannya di masa yang akan datang. Ternyata bersuami buka

kin jika keputusannya untuk menikah adalah hal yang benar. Akan tetapi, dia juga tidak bisa memungkiri bahwa 'k

adar usia rumah tangganya masih sangat muda dan dia tidak mungkin gegabah untuk mengambil langkah. Dia hanya percaya nasibnya tidak akan seburuk hari ini untuk selamanya, keber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ragu yang Berujung Temu
Ragu yang Berujung Temu
“Terjebak di antara dua cinta bukan perkara yang gampang bagi Mikha. Seharusnya dia bahagia karena Khalil - lelaki yang dia cintai selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mulai mendekatinya. Tetapi kenyataannya Khalil datang saat dia sedang dekat dengan Malik - lelaki pengangguran yang belum lama dia kenal. Kedua lelaki berkharisma itu ingin menikahi Mikha. Hal itu membuat Mikha harus segera memilih, terlebih karena dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada salah satunya. Sayangnya, setelah menikah dia justru tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sejak malam pertama pernikahan. Mikha terancam akan diceraikan. Kejadian buruk selalu saja mengguncang kehidupan rumah tangganya. Bahkan saat hubungan dengan suaminya hampir membaik, dia justru melihat secara langsung jika ada perempuan lain yang sangat gigih mendekati suaminya. Haruskah Mikha mengalah pada keadaan sementara dialah yang telah mengambil keputusan untuk menikah? Mikha tetap berharap tetes air matanya dapat menciptakan keajaiban.”
1 Bab 1 Cinta yang Sebenarnya Didamba2 Bab 2 Muhasabah Cinta3 Bab 3 Wajah-wajah Ceria4 Bab 4 Terancam5 Bab 5 Surat6 Bab 6 Mengenang Masa Lalu7 Bab 7 Semakin Dekat8 Bab 8 Ada Harapan9 Bab 9 Cinta Pertama10 Bab 10 Memberanikan Diri11 Bab 11 Mulai Ada Kita12 Bab 12 Datang Untukmu13 Bab 13 Terlambat14 Bab 14 Selangkah untuk Maju15 Bab 15 Pernyataan16 Bab 16 Hampir Merenggang17 Bab 17 Kecewa18 Bab 18 Luka Baru19 Bab 19 Gerbang Harapan20 Bab 20 Menyerah21 Bab 21 Hati yang Patah22 Bab 22 Semakin Rumit23 Bab 23 Meminta Kesempatan24 Bab 24 Tujuan25 Bab 25 Lamaran26 Bab 26 Pagi Penuh Luka27 Bab 27 Sikap Manis28 Bab 28 Drama29 Bab 29 Renjana yang Terluka30 Bab 30 Kalap31 Bab 31 Aku Istrimu!32 Bab 32 Menyerah33 Bab 33 Chat Pribadi34 Bab 34 Kabar Kehamilan35 Bab 35 Terlalu Sempurna36 Bab 36 Permintaan Maaf37 Bab 37 Lebih Baik38 Bab 38 Merasa Aneh