icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ragu yang Berujung Temu

Bab 2 Muhasabah Cinta

Jumlah Kata:1280    |    Dirilis Pada: 18/02/2022

dengar ramai, Mikha su

g masih sedikit buram, lalu dia melangkah menuju kamar mandi. Mikha mengambil wudu dan berniat menunaikan salat tahajud. Perempuan yang masih

ah, Mikha?" Aku yakin kamu tahu kew

e celah-celah rumah dan Mikha baru menyadari kesalahannya. "Maafkan aku, Mas. Jam di kamar ternyata mati," sergahnya sambi

Ini kali pertama bagi Mikha berpenampilan tidak rapi di hadapan suaminya

terlambat. Itu tidak mengapa dibandingkan tidak menjalankannya dengan sengaja. Pagi ini Mikh

pagi." Entah datang dari mana, sekarang lelaki itu sudah berdir

ci ada di Feb

bri-asistennya. Entah mengapa hati Mikha jadi gelisah, ada ketakutan yan

kan kening. "Jangan berpikiran macam-macam karena yang patut

gigih dan lebih agresif demi mendapatkan perhatian suaminya. "Mas ...," panggilnya lirih. Mikha mengikuti lelaki berkemeja biru tua

nya hal yang bisa dia lakukan untuk menghindari tatapan suaminya. Mata Mikha mulai berkaca-kaca karena merasa akan mendapatkan penolakan lagi

dak sedang bermimpi, kan?" Hati Mikha terasa jumpalitan setelah menerima perlakuan tak terduga it

kamu. Tapi kamu juga harus tau kalau yang baru saja

ikha terkikis. Perempuan bergamis itu kembali m

patkan yang lebih indah dari apa yang

hatiku dari

ngan pelan. "Aku pamit, hati-hati kalau ke sekolah, Sayang." Kemu

ni," lirihnya, jelas suaminya tidak akan mendengarkan

Dia masih euforia dengan usapan lembut di kepalanya yang

kehangatan yang terbentuk, kehangatan yang tidak pernah dia dapatkan setelah berstatus sebagai

bersemu merah saat mengucapkan kalimat i

bayangkan keterkejutan Kholifah membuat Mikha menjadi semakin bersemangat. Dia pun mempercepat rutinitasnya sebelum berangkat ke sekolah. Jam pada ponsel m

a di taman kanak-kanak sembari kembali mengenyam pendidikan PGTK secara online. Bukan tanpa sebab mereka menjatuhkan pilihan untuk mengajar TK. Baik Mikha maupun Kholifah mengaku bila hati mereka terasa lebih tenan

la Allah, laa haula wa l

i sekolah memang tidak terlalu jauh dari tempatnya tinggal, mungkin hanya sekitar dua belas menit jika ditempuh dengan jalan kaki. Suaminya

iak seseorang d

itu. "Assalamualaikum, Salwa tidak diantar Ibu?" Mikha langsung menyambut Sal

ang," jawab Salwa cepat sembari mengecup punggung tan

alwa berangkat

puan cantik yang ada di sisinya itu. Salwa jelas tidak tahu bagaimana perasaan ibunya yang harus menghidupi dan mengurus putri secantik dia seorang diri. Yang Mikha ketahui, ayah Salwa sudah d

jarang bertemu Ay

a?" Salwa menarik telapak tangan Mikha dan menangkupkannya pada wajahnya sendiri seakan-akan dia ingin mendapatkan perhatian lebih dari gurunya itu. Atau, mungkin dia me

ang salihah," pujinya, lalu merek

ga dan berbagai jenis hewan dengan ukuran besar. Dengan penuh semangat, Salwa melangkah sa

apkan. Salwa memang benar, Allah memberikan ujian karena Dia

," ucapnya lirih. Kemudian, dia mencoba

rbincangan singkatnya bersama Salwa telah membukakan jalan baru dalam pikirannya, dia tidak akan menyalahkan takdir. Mikha yakin hidupnya tidak akan seburuk apa yang telah dia bayangkan sebelumnya. Bagaima

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ragu yang Berujung Temu
Ragu yang Berujung Temu
“Terjebak di antara dua cinta bukan perkara yang gampang bagi Mikha. Seharusnya dia bahagia karena Khalil - lelaki yang dia cintai selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mulai mendekatinya. Tetapi kenyataannya Khalil datang saat dia sedang dekat dengan Malik - lelaki pengangguran yang belum lama dia kenal. Kedua lelaki berkharisma itu ingin menikahi Mikha. Hal itu membuat Mikha harus segera memilih, terlebih karena dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada salah satunya. Sayangnya, setelah menikah dia justru tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sejak malam pertama pernikahan. Mikha terancam akan diceraikan. Kejadian buruk selalu saja mengguncang kehidupan rumah tangganya. Bahkan saat hubungan dengan suaminya hampir membaik, dia justru melihat secara langsung jika ada perempuan lain yang sangat gigih mendekati suaminya. Haruskah Mikha mengalah pada keadaan sementara dialah yang telah mengambil keputusan untuk menikah? Mikha tetap berharap tetes air matanya dapat menciptakan keajaiban.”
1 Bab 1 Cinta yang Sebenarnya Didamba2 Bab 2 Muhasabah Cinta3 Bab 3 Wajah-wajah Ceria4 Bab 4 Terancam5 Bab 5 Surat6 Bab 6 Mengenang Masa Lalu7 Bab 7 Semakin Dekat8 Bab 8 Ada Harapan9 Bab 9 Cinta Pertama10 Bab 10 Memberanikan Diri11 Bab 11 Mulai Ada Kita12 Bab 12 Datang Untukmu13 Bab 13 Terlambat14 Bab 14 Selangkah untuk Maju15 Bab 15 Pernyataan16 Bab 16 Hampir Merenggang17 Bab 17 Kecewa18 Bab 18 Luka Baru19 Bab 19 Gerbang Harapan20 Bab 20 Menyerah21 Bab 21 Hati yang Patah22 Bab 22 Semakin Rumit23 Bab 23 Meminta Kesempatan24 Bab 24 Tujuan25 Bab 25 Lamaran26 Bab 26 Pagi Penuh Luka27 Bab 27 Sikap Manis28 Bab 28 Drama29 Bab 29 Renjana yang Terluka30 Bab 30 Kalap31 Bab 31 Aku Istrimu!32 Bab 32 Menyerah33 Bab 33 Chat Pribadi34 Bab 34 Kabar Kehamilan35 Bab 35 Terlalu Sempurna36 Bab 36 Permintaan Maaf37 Bab 37 Lebih Baik38 Bab 38 Merasa Aneh