Ragu yang Berujung Temu

Ragu yang Berujung Temu

Keza Felice

5.0
Komentar
114
Penayangan
38
Bab

Terjebak di antara dua cinta bukan perkara yang gampang bagi Mikha. Seharusnya dia bahagia karena Khalil - lelaki yang dia cintai selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mulai mendekatinya. Tetapi kenyataannya Khalil datang saat dia sedang dekat dengan Malik - lelaki pengangguran yang belum lama dia kenal. Kedua lelaki berkharisma itu ingin menikahi Mikha. Hal itu membuat Mikha harus segera memilih, terlebih karena dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada salah satunya. Sayangnya, setelah menikah dia justru tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sejak malam pertama pernikahan. Mikha terancam akan diceraikan. Kejadian buruk selalu saja mengguncang kehidupan rumah tangganya. Bahkan saat hubungan dengan suaminya hampir membaik, dia justru melihat secara langsung jika ada perempuan lain yang sangat gigih mendekati suaminya. Haruskah Mikha mengalah pada keadaan sementara dialah yang telah mengambil keputusan untuk menikah? Mikha tetap berharap tetes air matanya dapat menciptakan keajaiban.

Ragu yang Berujung Temu Bab 1 Cinta yang Sebenarnya Didamba

Mikha duduk di ranjang dengan kedua telapak tangan bertumpu pada paha. Bulir bening masih melekat pada pipi meronanya. Dia terguguk mendengar omelan lelaki kurus berkopiah hitam yang baru saja menyelesaikan salatnya. Entah apa yang dipikirkan lelaki itu hingga selepas ibadah pun dia tetap bermuram durja.

Mikha masih menunggu apa yang akan lelaki tersebut ucapkan setelah berulang kali menuduhnya menduakan cinta. Akan tetapi isakan Mikha tidak kunjung mereda, walaupun sebenarnya bukan itu yang ingin dia lakukan. Dia tahu, seorang istri seharusnya menjelma sebagai bidadari surga ketika berada di dalam rumahnya. Sayangnya kali ini Mikha tidak dapat berbuat banyak selain menunduk untuk menyembunyikan air matanya sembari menanti apa pun yang akan suaminya lakukan atau pun katakan.

"Mikha, bisakah kamu mendengarkanku?" tanyanya sembari melirik ke arah Mikha.

Mikha lantas mendongak, menatap kedua mata lelaki yang tengah membenahi kopiahnya itu. Benar yang telah dia duga, hal seperti ini pasti akan terjadi. "Ada apa, Mas?" jawabnya lirih, degup jantungnya seperti saling berkejaran hingga menimbulkan sesak pada dada.

"Dengarkan aku, Mikha. Apa yang akan aku katakan ini adalah sebuah peringatan untukmu." Lelaki itu terlihat menahan napasnya untuk sesaat. "Aku tidak akan menggaulimu selama hatimu belum bersih dari laki-laki lain!" lanjutnya terus terang, lalu beranjak menuju ruang tengah.

Sungguh perkataan itu sangat melukai perasaan Mikha. Air mata perempuan berhijab itu semakin tidak terbendung. Jilbabnya yang panjang, basah. Bibirnya bergetar, ingin menjawab tetapi mulutnya tidak kuasa bersuara. Sia-sia sudah usahanya untuk meluluhkan hati suaminya. Padahal, dia telah menghabiskan waktu hampir setengah hari untuk menyulap kamarnya serapi dan seindah mungkin mengingat mereka adalah pengantin baru. Sayangnya lelaki yang sudah menikahinya itu tidak akan tinggal di dalam kamar mereka lagi mungkin untuk hari itu, atau juga dengan hari-hari berikutnya. Entahlah! Mikha tidak bisa menduganya.

Akan tetapi Mikha merasa dirinya perlu kembali memperjuangkan rumah tangganya. Bagaimana pun dia baru saja memulai kehidupan barunya.

Karena tidak ingin keadaan semakin buruk, Mikha memutuskan untuk lekas bangkit, lalu mengusap air mata dan menyusul suaminya yang kini sudah berkacak pinggang membelakanginya.

"Mas, aku ingin menjelaskan-"

"Tidak, Mikha! Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun lagi kepadaku," potongnya dengan cepat dan tegas.

Setelah mendapatkan bentakan, Mikha segera merendahkan tubuh di belakang punggung lelaki yang terbalut kemeja biru itu, lalu tangannya memeluk erat kedua lutut suaminya. "Apa aku terlihat seperti perempuan yang sudah menduakan suaminya?" Mikha berusaha membuat pernyataan di balik pertanyaannya. Dia berharap ada seutas tali kepercayaan yang akan suaminya berikan.

"Menurutmu sendiri bagaimana? Sudahlah Mikha, aku tidak sebegitu membencimu hingga harus membuatmu memohon di kakiku. Yang kuminta hanyalah kesucian hatimu. Jangan pikir aku tidak tahu. Sekarang berdirilah! Aku tidak akan kasihan padamu." Lelaki kurus itu mencoba mengentakkan kakinya agar terlepas dari dekapan Mikha.

Perasaan Mikha seperti tercabik-cabik. Bagaimana bisa suaminya tidak memiliki belas kasih seperti itu? Bahu Mikha semakin berguncang naik turun seiring menetesnya air mata, dia menyerah untuk yang kesekian kalinya setelah mendengar ultimatum suaminya. Mikha tidak mau berdebat. Dengan berat hati disudahinya permohonan yang terabaikan itu, lalu menjauh dari kedua kaki suaminya dan segera beranjak pergi.

"Aku ingin sendiri di sini, masuklah ke kamar! Tidak perlu menyelimutiku jika aku tertidur di sofa," pintanya dengan nada memperingati.

"Baiklah, Mas. Aku akan menurutimu," jawab Mikha lirih, walaupun hatinya enggan menyetujui.

Mikha memang harus menurut dan mengabaikan perasaannya yang sakit. Bagaimana bisa suami istri pisah ranjang sejak malam pertama. Bagaimana Mikha bisa hamil dan memberikan cucu seperti yang kedua orang tuanya harapkan sedangkan setiap malam suaminya tidak pernah menyentuhnya? Padahal, dia berharap pada malam pertama pernikahan, keningnya akan dikecup dengan lembut, lalu pakaian yang membalut tubuhnya akan terlepas satu per satu dengan penuh gelora cinta. Sesungguhnya hal tersebut merupakan harapan yang wajar bagi pengantin baru, terlebih karena usia pernikahan mereka baru tiga minggu. Namun, kenyataan manis yang selama ini dia dambakan hanya berbalas kepahitan.

"Mengapa kamu berubah, Mas? Bukankah dulu kamu berjanji akan memuliakanku sebagai seorang istri setelah kita menikah? Apa salahku kepadamu?" tanya Mikha pada dirinya sendiri. Kini dia kembali menginjakkan kakinya pada ruangan beraroma mawar itu-kamar pengantin, tanpa suaminya lagi. Entah sampai kapan akan seperti itu.

Kini tubuh langsing yang terbalut gamis berwarna merah muda itu terbaring di kasur. "Aku tidak bisa begini, seorang istri seharusnya tidak cengeng, aku harus kuat!" tuturnya, menguatkan hati yang masih teriris pilu.

Mikha mengusap pipinya yang basah. Kemudian, dia meraih pigura berisi foto pernikahan yang terletak di atas nakas. Sepasang mempelai berbusana hijau toska tampak serasi di sana. Mikha ingat betul bagaimana dia berjalan dengan iringan selawat Mahalul Qiyam. Saat itu kedua lengannya digandeng oleh orang tuanya, sedangkan keluarga yang lain berjalan iring-iringan di belakangnya. Mereka berjalan menuju musala yang kebetulan berada tidak jauh dari rumah. Dari arah yang berlawanan, keluarga mempelai pria berjalan dengan binar kebahagiaan yang serupa. Beberapa di antara mereka membawa oleh-oleh yang akan diberikan kepada keluarga mempelai perempuan. Momen yang sangat manis.

Mereka dipertemukan di dalam musala dengan kedua mempelai duduk bersisihan di hadapan penghulu. Mereka melangsungkan prosesi ijab kabul dengan khidmat. Sampai pada akhirnya para saksi berkata "sah" resmilah sudah keduanya menjadi suami istri. Rona bahagia terpancar dengan jelas. Saat itulah Mikha merasakan kecupan pada keningnya untuk yang pertama kalinya.

Hari itu kebahagiaan seolah-olah tidak akan pernah berakhir. Doa-doa dari para tamu undangan terucap silih berganti. Senyum semringah tiada pudar. Tatapan hangat terihat jelas, mereka bahkan sempat mengucap janji untuk saling mencintai seumur hidup di antara lelahnya berpose untuk foto. Namun, siapa sangka jika kebahagiaan yang tampak akan langgeng itu hanya berlangsung sehari saja. Malam pertama pengantin yang katanya akan penuh dengan gelora asmara ternyata malah berubah menjadi menakutkan. Bukan pelukan hangat yang Mikha dapat setelah selesai membersihkan diri, melainkan sebuah pertanyaan yang lebih condong pada penuduhan. Dan pada malam pertama itu pula suaminya mulai memilih tidur di sofa dibandingkan harus berada satu ranjang dengannya. Seolah-olah dia telah melakukan perbuatan zina hingga terlihat kotor di hadapan suaminya.

"Ya Allah, apakah aku sudah berbuat kesalahan yang sangat hina hingga Engkau memberi ujian seperti ini?" Mikha meneteskan air mata. Dia tidak kuasa lagi untuk mengingat kebahagiaan singkat itu. "Apakah masih ada cinta untukku di hatinya setelah dia mempertanyakan siapa lelaki yang ada dalam hatiku?" Mikha semakin terguguk. Tubuhnya terasa lelah hingga akhirnya dia terlelap.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Ragu yang Berujung Temu Ragu yang Berujung Temu Keza Felice Romantis
“Terjebak di antara dua cinta bukan perkara yang gampang bagi Mikha. Seharusnya dia bahagia karena Khalil - lelaki yang dia cintai selama sepuluh tahun terakhir akhirnya mulai mendekatinya. Tetapi kenyataannya Khalil datang saat dia sedang dekat dengan Malik - lelaki pengangguran yang belum lama dia kenal. Kedua lelaki berkharisma itu ingin menikahi Mikha. Hal itu membuat Mikha harus segera memilih, terlebih karena dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada salah satunya. Sayangnya, setelah menikah dia justru tidak pernah merasakan sentuhan suaminya sejak malam pertama pernikahan. Mikha terancam akan diceraikan. Kejadian buruk selalu saja mengguncang kehidupan rumah tangganya. Bahkan saat hubungan dengan suaminya hampir membaik, dia justru melihat secara langsung jika ada perempuan lain yang sangat gigih mendekati suaminya. Haruskah Mikha mengalah pada keadaan sementara dialah yang telah mengambil keputusan untuk menikah? Mikha tetap berharap tetes air matanya dapat menciptakan keajaiban.”
1

Bab 1 Cinta yang Sebenarnya Didamba

18/02/2022

2

Bab 2 Muhasabah Cinta

18/02/2022

3

Bab 3 Wajah-wajah Ceria

18/02/2022

4

Bab 4 Terancam

18/02/2022

5

Bab 5 Surat

18/02/2022

6

Bab 6 Mengenang Masa Lalu

18/02/2022

7

Bab 7 Semakin Dekat

18/02/2022

8

Bab 8 Ada Harapan

18/02/2022

9

Bab 9 Cinta Pertama

18/02/2022

10

Bab 10 Memberanikan Diri

18/02/2022

11

Bab 11 Mulai Ada Kita

01/03/2022

12

Bab 12 Datang Untukmu

02/03/2022

13

Bab 13 Terlambat

02/03/2022

14

Bab 14 Selangkah untuk Maju

02/03/2022

15

Bab 15 Pernyataan

02/03/2022

16

Bab 16 Hampir Merenggang

02/03/2022

17

Bab 17 Kecewa

03/03/2022

18

Bab 18 Luka Baru

03/03/2022

19

Bab 19 Gerbang Harapan

12/03/2022

20

Bab 20 Menyerah

12/03/2022

21

Bab 21 Hati yang Patah

13/03/2022

22

Bab 22 Semakin Rumit

13/03/2022

23

Bab 23 Meminta Kesempatan

14/03/2022

24

Bab 24 Tujuan

14/03/2022

25

Bab 25 Lamaran

15/03/2022

26

Bab 26 Pagi Penuh Luka

15/03/2022

27

Bab 27 Sikap Manis

17/03/2022

28

Bab 28 Drama

17/03/2022

29

Bab 29 Renjana yang Terluka

17/03/2022

30

Bab 30 Kalap

17/03/2022

31

Bab 31 Aku Istrimu!

18/03/2022

32

Bab 32 Menyerah

19/03/2022

33

Bab 33 Chat Pribadi

20/03/2022

34

Bab 34 Kabar Kehamilan

21/03/2022

35

Bab 35 Terlalu Sempurna

22/03/2022

36

Bab 36 Permintaan Maaf

23/03/2022

37

Bab 37 Lebih Baik

24/03/2022

38

Bab 38 Merasa Aneh

25/03/2022