icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Berkalung Noda

Bab 3 Kontak Tanpa Nama

Jumlah Kata:2091    |    Dirilis Pada: 27/01/2022

**

n lalu, di ru

gkahku. Teman-teman yang lain sudah meninggalka

no memainkan alisnya. Aku masih b

nya,

." Yono terlihat kesal, remaja berdarah campuran Jawa-Sumatera itu terlihat

bener," ucapku hen

San. Ma

ke

ng kismin, San. Berdarah

d kamu

enjadi pacarmu. Setiap bulan aku kasih kamu uang sampai kita tamat. Kalau Kusuma m

nal dengan Kusuma, yang aku tahu dia juara umum di jurusan Perkantoran. Ya, aku hanya mengenalnya sebatas itu. Aku terlalu sibuk untuk memperhatikan para wanita di sekolah. Selain agar

pa du

" Yono tampak senang sekali. Aku mengangguk

g oke, badan juga oke,

cot. Duitn

s sebulan

ogah a

eh jadi empat

u diterima, sudah pasti butuh dana l

kalau ngajak gituan. Ya su

erjabat tangan, sebag

istrasi Perkantoran. Di jurusan Perkantoran, aku mengenal seorang teman cewek.

pacaran. Si cowok juga harus meluangkan banyak waktu, hanya untuk membuat pacarnya nyaman. Sementara aku, belum pernah demikian. Apalagi aku hanya dibesarkan oleh nenek seorang. Ayahku perg

keluar, termasuk Siti. Gadis itu menghampiriku, membuat aku

asaan baru selesai rapat deh.

pribadi, Ti. Kamu

sih yang enggak

Tanpa panjang lebar, aku langsun

elera kamu cewek

enapa? Dia wanita

ar ya, aku izin k

biar aku yang min

k, secepat mungkin d

ari hadapanku. Terpaksa aku harus menunggu sampai Siti memberikan kont

*

u sudah rindu kepadanya, entah kenapa jika dia ke rumah ibunya, pasti jarang berkomu

Kusuma duduk di teras rumahnya. Aku rasa kejadian

Itu suara Andin. Aku seg

r selutut yang dia kenakan. Aku sampai tak

in mendekat lalu mencubit pipi ini. Perutnya yang mulai

pulang kok ngg

ngnya kena

u pulang kasih kabar dulu. Jang

mar, wanita berpipi tembem itu asik dengan ponselnya. Kadang-kadang, aku m

aku ngomong s

aja, Bang. A

lau udah di rumah tin

h. Harusnya Abang bisa ngertiin aku.

idak pernah berbuat yang macam-macam. Aku tidak pernah memaksanya, dan tidak pe

u, selama itu juga aku menahan rindu. Aku berharap u

i sudah menikah selama dua tahun, sejak Andin hamil sikapnya jadi berubah drastis. Ya,

kan menikmati waktu senja tiba, sampai malam menjelang. Baru sebe

97878

n seka

dikenal. Siapa ini? Maksudnya a

e

sambun

97878

ntuk kamu. Kesepian? Aku

e

u s

97878

sekitarmu.

asilnya nihil tidak ada siapa-siapa di sana

or iseng ini Kusuma? Mu

in?" Tiba-tiba Andin m

Dek. Kamu bu

ku hp kam

uk a

nselku. Itu sudah kebiasaannya, seakan

a di bengkel milik ayahnya. Sekarang bengkel itu aku yang kelola. Ayah mertua memang terlihat keras, tetapi tidak aku pun

Betul seperti yang dikatakan Syahyono dulu, aku laki-laki berdarah Medan, tetapi sangat penakut dan pengecut. Konsekuens

*

shb

u. Rencana kuliah pun aku tinggalkan begitu saja. Aku berpikir untuk kerja

kursi santai di depan rumah Kusuma. Berkat bantuan uang yang diberikan Yono, aku bisa membel

mau bic

mau kembal

ggak jad

baik aku menc

Kenapa Abang tidak ker

mau kerja di bengkel yang besar.

Bang? Atau Abang cuma ingin lari d

gi. Nenek sudah meninggal, kalau aku kembali

u ini ap

yang akan menjadi ibu

hubungan jarak jau

ik. Kamu capai cita-citamu.

nggalkan aku." Air mata Kusuma mengalir membasahi pipinya. Aku jadi serba salah, apakah

lihatmu ke Padang. Bagaimanapu

ah kamu siap berkunjung sekali ti

Akan aku

g." Kusuma menenggelamkan

at menaha

kah Abang tak ak

nji padamu. Ya sudah, hapus air matam

erangkat

besok sia

epat

ulu ya. Sabar ya, Sayang." Aku segera berdiri, lalu mengusap

tanganku ikut berdiri, sebel

apa,

menunduk lalu membawa

atas-batasnya. Dada ini menjadi berdebar-debar, kutatap wajah Kusuma lekat, pantulan cahaya rembulan yang

ol gerakan tangan di pipinya. Kuusap lembut setiap inci kulit wajahnya yang ha

edua tanganku. Mata Kusuma terbuka, kedua tangannya menyentu

h. Ayah dan Ibu sedang pergi

kan-akan isyarat bahwa dia mengizinkan aku masuk. Namun, a

rena memang malam semakin larut, jarak rumah Kusuma ke rumah mendiang ne

tidak tidur

h dia sudah hilang akal? Menginap di rumahnya?

epaskan wajah Kusuma, k

, lalu kenapa dul

kita mengulang dosa itu? Kamu senang aku menjadi l

nya kembali terdengar. Aku jadi mera

an aku

mbali utuh, Bang. Abang sudah meretakk

tulah aku ingin memperbaiki semuanya. Saba

an, ayah dan ibu tidak pernah mengerti perasaanku. Sej

eh air mata. Sebelum pergi, aku kecup keningnya beberapa saat,

nolak tawaran Kusuma. Ah, sudahlah! Aku jadikan rindu yang tertah

*

din kembali membawa p

ak t

gkuhanmu, Bang?" Andin la

k selingk

njukkan satu pesan panjang

ujur tidak mengenal nomor itu. Selama ini p

mulai meninggi. Aku terpaksa menuntunnya masuk

ang hamil anak kamu, Bang. Tega-teganya kamu selingkuhi aku." Andi

gkin aku mau meminjamkan ponselku

dia mendongak menatapku d

ak bohong

erkata

emeluk tubuh ini. Aku

selingkuh, Bang. Aku s

tku sekali lagi. Lalu bagaimana aku bisa memberikan naf

tu. Timbul pertanyaan besar

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Berkalung Noda
Cinta Berkalung Noda
“Tampan dan rupawan, tetapi miskin. Membuat Ikhsan harus menggadaikan cintanya. Cinta dari wanita pertama yang mengisi separuh hatinya. Ambisi ingin segera punya uang banyak, membuatnya melangkahkan kaki ke kota besar. Namun, ternyata langkahnya itu justru awal dari berakhirnya kisah cintanya. Ikhsan terpaksa menikahi anak bosnya, dan memutuskan hubungan sebelah pihak. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah dia akan bertemu kembali dengan cintanya yang dulu? Simak kisah lanjutannya di sini.”
1 Bab 1 Wanita Masa Lalu2 Bab 2 Dosa Terindah3 Bab 3 Kontak Tanpa Nama4 Bab 4 Melepas Rindu5 Bab 5 Tiga Hari Bersama6 Bab 6 Empat Mata7 Bab 7 Karena Utang Budi8 Bab 8 Air Mata Cinta9 Bab 9 Masih Cinta 10 Bab 10 Malam Pertama 11 Bab 11 Tanpa Noda Darah12 Bab 12 Murka13 Bab 13 Pengakuan Kusuma14 Bab 14 Curiga15 Bab 15 Tak Pulang16 Bab 16 Nama Lain Andin17 Bab 17 17. Sesuatu Di Tubuh Andin18 Bab 18 Pendarahan19 Bab 19 Pendarahan20 Bab 20 Rahasia Di Ponsel Andin21 Bab 21 Langit Terasa Runtuh22 Bab 22 Tangisan Bayi23 Bab 23 Kenyataan Pahit24 Bab 24 Aku Mandul25 Bab 25 Sepiring Nasi Goreng26 Bab 26 Kabar Dari Rumah Sakit