icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku

Bab 4 Terisisih

Jumlah Kata:1761    |    Dirilis Pada: 23/12/2021

TEH

A

ntuk modal. Muter gitu terus, puncaknya, sih, minggu ini, Bun. Gara-gara ekonomi yang semakin krisis, orang-orang jadi berhemat dan jarang m

-lagi aku j

alikin? Nyicil sejuta-sejuta juga nggak papa,

ata Mas Frengky sembari m

tal berangkat, deh," sahutku se

pashmina serut. Karena malam hari dan kami akan dinner di tempat

putriku yang sudah siap dengan

Cahaya yang membuat Rosa sek

yum sembari meme

Kamu nggak usah nungguin ya, tidur aja kalau mau istirahat. Aku bawa semua kunci cadan

siap!" kat

ke bawah. Bukannya GR, sih. Tapi sebagai sesama w

ll sepaha dengan motif panda berwarna hitam putih. Kulitnya yang ber

uk ekor kuda, menampilkan

an sesederhana itupun

ya lama-lama, yang

Mas Frengky dan Cahaya

angatan keluarga yang jarang seka

memang serasa berhenti. Semangat un

. Bukan untuk melupakan kehadirannya, namun lebih ke r

i tabunganku di ak

ngi, tak terasa bulir kris

dari belakang, ia memang lebih suka berdi

at Mas Frengky ikut men

tangan kirinya mengusap air mataku yang jatuh

oba saja dia hidup sampai sekarang, pasti sudah dudu

anti tak tenang di sana kalau melihatmu begini,"

i belakang, ia menyandarkan ke

ahaya, dan kuel

nya sebagai pelengkap hidup, se

gambil jurusan hukum. Cita-citanya sedari kecil selalu ingin menjadi pengacara, ingin menyelamatkan orang-orang yang tak bersalah dari jeratan hukum katanya. Bersyu

kabupaten. Kurang lebih satu jam yang kami tempuh dari

ku mampu menanggung biaya hidup keluargak

kalia

Sedangkan kedua adiknya, Rini dan Reno pun tak ketinggalan. Biaya kuliah mereka juga Mas Frengky yang menanggung. Itulah alasanku juga, terkadang merasa kasih

ke rumah. Apalagi yang dibutuhka

ah. Sudah seperti jadwal rasanya kehadiran mereka. Hari ini

h. Entahlah, kenapa buru-buru sekali, kenapa tak mencob

kin terpaut sekitar satu tahun dengan ad

rang tua jadi tak sad

mang aku sudah meminta tolong Keysa untuk mengurus hal sepe

ngannya, salah satunya juga karena ide Keysa

aku sangat berter

ini, terlihat Cahaya makan

ala resto bukan? Tak han

instan, aku jadi ingin membi

lelaki yang sedang memoton

tku. Ia masih sibuk dengan irisa

ganti asisten?" ta

nta

mengenai lantai, menimbulkan sua

enapa harus kaget gi

aja kenapa tiba-tiba ganti asisten

aku udah capek-capek belikan amunisi terbaik, eh di rumah dicekoki ma

instan cuma di waktu tertentu, itu juga karena Aya yang mau 'kan?" tan

mukbang di tik-tok, kayaknya enak banget, Jadi, deh, Aya pengen. Bunda j

bilang, Aya hanya boleh nonton youtube di tv ruang keluarga, itu pun harus ditemani Ayah, B

endapatkan informasi yang banya

gitu coco melon, atau lagu anak-anak dan kartun lain. Aya juga pengen lihat orang joged da

maksud kamu?" tany

... mamah muda ... da da da da da ...," kata Cahaya sembari menirukan

boleh gitu, Nak. Belum cukup umur kayak

di hp Tante Rosa, coba aja Bunda lihat kalau nggak percaya

h, ini benar-benar

alingkan wajah, berusaha menghindari tatapanku. Ia juga tak

da anak berusia enam tahun? Coba jelaskan!" kataku dengan nada tinggi, aku sudah tak bisa lagi bersabar. S

utan kepo, deh. Santai aja, ya, selama Cahaya nggak melakukan hal yang buruk, itu mas

ah mengajari hal-hal baik yang bisa bermanfaat nantinya. Aku be

makanan yang tersaji di sini,

ulutku tak bernafsu untuk me

ya kita di sini mau have fun. Kok malah berantem, gini,

ada dessert red velvet yang tersedia di depannya

segera pecat Rosa dan carikan

m ke arahku, membua

u Tante Rosa buat temenin Aya. Titik!" ser

uat kamu, Nak!" ujarku seraya

aja Aya ikut Tante Rosa sekalian!" ucapan Ca

" aku berusaha menahan tan

orang yang baik. Aya suka sama Tante Rosa, pokoknya Aya mau Tante Rosa tinggal d

panjang, kepalaku r

mood dengan dinner. Mari kita pulang!" sahut

rengky yang sedang menikmati cangk

mbicaraan. Terlihat Cahaya sudah tertidur pulas di jok belakang, aku segera masuk

a aman, Mas Frengky men

a berjalan sesuai dengan yang kamu mau. Butuh perjuangan dan p

masih malas berdebat deng

, sehingga Cahaya lebih memilihnya daripada m

*

ntarnya, d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Curiga3 Bab 3 Minta Uang4 Bab 4 Terisisih5 Bab 5 Perasaan Ibu6 Bab 6 Sokongan Dana7 Bab 7 Mulai Menyadari8 Bab 8 Suara Desahan 9 Bab 9 Lampu Merah10 Bab 10 Menggagalkan Rencana11 Bab 11 Pengakuan Gilang12 Bab 12 Pesan Rosa13 Bab 13 Gagal Minum14 Bab 14 Teh berbahaya15 Bab 15 Gagal ena-ena16 Bab 16 Rosa Pulang17 Bab 17 Sedikit Bermain18 Bab 18 Ngobrol Santai w Rosa19 Bab 19 Informasi Gilang 20 Bab 20 Pinjam Uang21 Bab 21 Kecemasan Rosa22 Bab 22 Cahaya Murka23 Bab 23 Kantong Belanja24 Bab 24 SkinCare Rosa25 Bab 25 Nayla Curiga26 Bab 26 Rindu Cahaya27 Bab 27 Kedatangan Bu Wak28 Bab 28 Tentang Ayah Vano29 Bab 29 Bersekongkol Dengan Gilang30 Bab 30 Mengerjai Mertua31 Bab 31 Penggerebekan32 Bab 32 Sanksi Sosial33 Bab 33 Kedatangan Carissa34 Bab 34 Tanda Lahir35 Bab 35 Kenyataan Begitu Pahit36 Bab 36 Terbongkar37 Bab 37 Pernikahan Rosa38 Bab 38 Bersama Cahaya39 Bab 39 Tes Psikologi Cahaya40 Bab 40 Kondisi Cahaya41 Bab 41 Operasi42 Bab 42 Tindakan43 Bab 43 Menyusun Strategi44 Bab 44 Operasi Cahaya45 Bab 45 Nayla Terpuruk46 Bab 46 Sidang Pengadilan47 Bab 47 Pembelaan Frengky48 Bab 48 Pengakuan Rosa49 Bab 49 Dendam Rosa50 Bab 50 Bukti51 Bab 51 Keputusan Dokter52 Bab 52 Mimpi Nayla53 Bab 53 Kemunculan Hendra54 Bab 54 Kepergian Cahaya55 Bab 55 Belajar Ikhlas56 Bab 56 Mencari Hendra57 Bab 57 Bertemu Hendra Dan Rosa58 Bab 58 Hendra Bertemu Vano59 Bab 59 Bu Wak Murka60 Bab 60 Frengky Tertabrak 61 Bab 61 Kondisi Rosa62 Bab 62 Mengerjai Frengky63 Bab 63 Kehadiran Gladys64 Bab 64 Rasa Lama65 Bab 65 Kekasih Reno66 Bab 66 Rencana Pertunangan67 Bab 67 Bukti Akurat68 Bab 68 Gladys Misterius69 Bab 69 Mencerna Bukti70 Bab 70 Misteri Ponsel71 Bab 71 Tentang Vano72 Bab 72 Dilamar Hendra73 Bab 73 Pesta Pertunangan74 Bab 74 Gladys Aneh75 Bab 75 Pengakuan Gladys76 Bab 76 Bu Wak Kenapa 77 Bab 77 Misteri Kematian78 Bab 78 Kisah Kelam79 Bab 79 Anak Perempuan80 Bab 80 Di Luar Ekspetasi81 Bab 81 Pertunangan Berujung Murka82 Bab 82 Pengakuan83 Bab 83 Akhirnya Mengaku84 Bab 84 Menemui Rosa85 Bab 85 Mengobrol Dengan Rosa86 Bab 86 Persepsi Nayla87 Bab 87 Pernikahan Gladys88 Bab 88 Melamar Nayla89 Bab 89 Keputusan Nayla90 Bab 90 Suara Wanita Mencurigakan91 Bab 91 Akhir Kisah92 Bab 92 Epilog