icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku

Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku

icon

Bab 1 Awal Mula

Jumlah Kata:1627    |    Dirilis Pada: 23/12/2021

n cara follow dan ulasan bintang limanya. Jangan

ma k

TEH

B

al

putri sulungku, Cahaya

sap pipiku lembut. Hat

nti juga sembuh," jawabku sembar

bulan lalu karena melahirkan Pelangi membuatku lemah hari ini. Hingga aku tak sempat per

ening kecokelatan bocah berusia 6

epala Cahaya, merengk

k-baik aja

tipis dan menci

Kayak Tante Rosa gitu, perutnya sering sakit. Tapi Ayah hebat,

ering ngobatin perut Tante

k ke kamar Tante, katanya mau ngobatin. Nggak lama Tante Rosa sudah sem

rusan, membuat jantungku berdetak l

ah sama Tante ngapain?"

ke atas Tante. Pas Aya masuk dan tanya, Ayah cuma bilang mau ngobatin Tante. Aya nggak bo

-bisanya mereka melakukan ha

Cahaya?" tanyaku memancing se

alam kamar, Tante teriak-teriak gitu, Bunda. Pasti rasany

sanya Ayah sama Tante di

in siang, biasanya sepulang A

ad

k bisa d

benar-benar di

e orang lain, ya, Nak. Cukup

jari mungilnya. Cahaya hany

sa buat suapin Aya. Bunda istirahat dulu!" kukecu

penurut dan lembut. Selama ini banya

r jarak kehamilan. Saat Cahaya memasuki usia keli

ang kami beri nama Pelangi. Bayi mungil dengan berat badan lah

ma dengan Pelangi sehingga kami harus me

untuk aqiqah putri kedua kami. Takdir Allah berkehendak lain. Diusianya yang ke-38 hari, Pelangi demam. Aku dan Mas Frengky membawanya ke Ru

langi. Penjelasan Dokter pun tak ada satu pun yang berhasil ku

ku masih basah dan di saat yang bersamaan, aku harus

tak bisa membuatnya kenyang. Pelangi terus saja menyusu seperti orang kelaparan. Anehnya,

h bayi tak pernah sesering itu muntah. Namun, pernyataan

ak saat itu, tiap kali Pelangi muntah, aku menganggapnya sebagai h

ik, dahinya panas dan tubuhnya seperti lemas. Ia terus saja mun

tu, segera menghubungi Mas Frengky

disi Pelangi tak kunjung mem

tiba pergi tanpa pamit atau

ayi perempuan yang baru lahir. Ak

bujuk untuk membawaku ke psikolog. Dengan alih-alih ingin menyejukkan otakku. Karena kala itu t

ehadiran Cahaya pun tak mampu membuatku

kusayang. Dengan cepat sudah diambil alih oleh sang Pencipta. Rasanya waktu b

dari mana wanita itu berasal. Aku pun menyetujui, karena Rosa wanita yang baik saat itu. Ia dengan telat

ka kutanya perihal status, ia mengaku single. Belum ke

nku semakin j

Aku akui semua itu karena dukungan dari Mas Frengky dan Rosa yang selalu se

inkah Mas Frengky mengkhianati janji suci kami, apa lagi dengan Rosa, meskipun dia

rjadi, aku harus bisa menguak semuanya. Ini r

istanaku, tidak satu orang

mong soal M

ahun kami menikah se

, aku mencoba berbicara baik-baik dengan Manager Kafe dan sampailah masalah tersebut ke telinga Owner, yakni Mas Frengky. Dari sana lah kami a

cari tahu asal usul Ros

udah menganggapnya sebagai adik. Begitu pun Mas Frengky. Tak a

an. Mbak Nayla sudah enakan?" tanya Rosa menghampiriku semb

sedikit, nanti juga sembuh!" jaw

erapa menit lalu yang terus t

sekuat tenaga. Namun, tentu saja kuurungkan niat itu, sebelum

alisnya naik turun menatap

.. tunggu. Alisnya, sepert

ujarku m

u sulam. Cocok nggak, Mbak?" tanyany

" sahut

ya kaget. Mengingat nada bi

dulu. Rosa mau temenin Cah

Rosa keluar dan menu

mburu, tak

tap saja kerongkonganku terasa tercekat, hatiku juga masih panas. Air

mudian. Aku menguap, kan

taku pun terpejam. T

engan tubuh semampai dan sedikit semlo

ik turunkan dulu baru dia nyadar, nyebelin ish, dia juga nggak nanya soal eyelashku, padahal kentara bang

ya. Udah, ah. Aku masih sibuk, jangan nelfon te

ngan lupa, loh. Nanti malam," go

na? kamu udah kasih 'vita

jos tuh ngoroknya!" Rosa terkekeh menut

h. Aku tu

a membanting ponselnya ke atas

Bosen ah, empat bulan ini jadi pelayan

ngkah lagi. Ini semu

engembang dari

*

1. Inhale, exhale ..

t ngg

pdate di sini sampe t

a

n lupa like juga biar a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
“"Cahaya tahu di kamar Ayah sama Tante ngapain?" cecarku menanti kepastian. "Nggak tahu, Bunda. Cuma Cahaya pernah lihat Tante Rosa nggak pake baju, terus Ayah naik ke atas Tante. Pas Aya masuk dan tanya, Ayah cuma bilang mau ngobatin Tante. Aya nggak boleh masuk kata Ayah, terus dikunci deh pintunya dari dalem," kata Cahaya dengan polosnya. * Hidup Nayla terlalu sempurna, hingga suatu ketika celotehan putrinya, Cahaya, mampu meruntuhkan kesempurnaan hidupnya. Sanggupkah Nayla menghadapi semuanya dengan ikhlas dan tegar?”