icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tapal Batas

Bab 3 Janji Mas Kasturi

Jumlah Kata:1115    |    Dirilis Pada: 18/12/2021

Mojokembang, seperti itulah malam ini rasa hati Amanah sanga

s nan mungil sedikit ia basuh dengan bibir pemberian sang kekasih si suami tercinta. Agak tebal rup

a bermotif bunga-bunga warna kuning emas dengan rumbai di ujung bawah dan lengan.

alon bapak dari anak pertama yang dikandungnya telah pulang dari tanah perantauan. Sehingga malam

diri di depan cermin meja rias yang terletak pas di depan ranjang tidur. Seakan

galahkan harum wangi suasana hati dan kebahagiaan otak Amanah setelah penantian pan

k, b

a hati dalam denyut detak jantung bersahut nadi Amanah bertambah kencang. Dalam hati Amanah ing

n salah tingkah bagai seorang gadis yang baru bertemu dambaan hati dan menikah kare

mat terpendam pada Mas Kas sang suami. Sehingga iya lupa jikalau kehamilannya malam ini sudahlah jatuh tempo s

ksama sang bidadari hati dan sang permaisuri hidupnya. Matanya menelaah dari ujung kaki hingga

bawah daster yang hanya setinggi lutut bahkan agak ke atas lagi. Putihnya kulit amanah membu

matangnya hidup dari tempaan sedari lahir saat di tinggal berpulang sang Ibu dan diti

udara sepupu tapi mereka tak sedikit pun pernah memperhatikan Mas Kas. Dari dahulu kala semenjak iya masih berusia

cermin meja rias. Sebentar-bentar Mas Kas menutup mulutnya dengan telapak tangan seraya tertawa agak lirih agar sang

hati Amanah dari ceria menjadi murung. Bibirnya agak menyun perlahan dan wajahnya men

dah lama tak tidur bersama sia-sia belaka. Ibarat tisu basah setelah di buat mengelap muka yang kotor dari

ras dengan tangannya yang tiba-tiba meraih tisu yang teronggok di dalam sebuah kotak di atas meja rias di depan ce

pai mendarat di pipi. Tangan kekar Mas Kas telah meraih pergelangan tanganny

erti ini memandangimu berlama-lama di depan cermin meja rias. Aku tahu maksudmu sayangku tetapi aku bukan mencintai mi dengan dandanan atau riasan atau baju seksi yan

aku ingin tampil sempurna seayu mungkin di depanmu Mas Kas cintaku," Amanah terus meyakinkan dan mematahka

anpa syarat dan tanpa imbuhan apa pun di belakangnya. Bagi Mas apa pun keadaanmu apa pun bentuk tubuhmu kelak di masa tua, karena cantik tak selamanya pasti tua juga begitu juga Mas gagah ini hanya

ti badan Adek tak langsing lagi seperti sekarang. Walau nanti kulit Adek tak mulus lagi seperti hari ini, janji ya Mas," be

at amal baik. Mas Janji akan mencintaimu selamanya sampai ajal menjemput salah satu dari

mbutan sambil memegang lengan Amanah mengajaknya berlabuh di atas ra

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tapal Batas
Tapal Batas
“Sebuah kisah perjalanan hidup Effendik. Seorang pemuda kampung dalam mencari cinta sejati dan jati diri. Kisah dari kelahiran hingga masa dewasa, ternyata sangat tidak mudah dan berliku. Sedari kecil Effendik sudahlah mengenyam kesengsaraan. Sampai suatu hari dari penantian sepuluh tahun. Setelah kegagalan cinta pertama yang sangat menyakiti hatinya. Malah Effendik dipertemukan dengan seorang gadis bernama Chusnul. Bahkan jawaban dari doa-doanya adalah dia. Effendik semakin terpuruk, saat tahu kalau Chusnul masih sepupu jauhnya. Tetapi Effendik sudah terlanjur jatuh cinta. Tetapi Chusnul malah sudah memilimi tambatan hati dari pria lain selain Effendik. Bagaimanakah kisah kehancuran hati Effendik. Temukan kesedihan menyayat-nyayat dicerita Tapal Batas?”
1 Bab 1 Mengenang Kisah Effendik Kecil2 Bab 2 Mimpi Rembulan Emas3 Bab 3 Janji Mas Kasturi4 Bab 4 8 Oktober5 Bab 5 Effendik Kecil6 Bab 6 Masa Putih Biru7 Bab 7 Rasa Sayang Pertama Novita8 Bab 8 Gadis Lesung Pipit Ardha Tia9 Bab 9 Bidadari Len H210 Bab 10 Effendik Milikku Mala11 Bab 11 Kosan Bisu12 Bab 12 Menunggu Kak Linda13 Bab 13 Pintu Gerbong nomor 514 Bab 14 Kerasnya Jakarta15 Bab 15 Menyapa Jakarta16 Bab 16 Isu ketok gulu17 Bab 17 Pertarungan para jawara18 Bab 18 Tahap baru19 Bab 19 Gubuk ria sawah tetangga20 Bab 20 Ria Ariyanti Bidadari Palembang21 Bab 21 Ria di pangkuan 22 Bab 22 Lawan preman terminal23 Bab 23 Pisaunya patah24 Bab 24 Bertemu Dewi25 Bab 25 Nasib Saras26 Bab 26 Nafas terakhir27 Bab 27 Sejenak rasa subuh28 Bab 28 Dermaga perpisahan29 Bab 29 Kunti malam minggu30 Bab 30 Yang hantu siapa 31 Bab 31 Sudahlah32 Bab 32 Obrolan teras33 Bab 33 Mimpi dan perang34 Bab 34 14:2435 Bab 35 Namanya Lea36 Bab 36 Sisa 150037 Bab 37 Nikmat Allah38 Bab 38 Sms dari Bapak39 Bab 39 Maaf aku Bapak40 Bab 40 Sisa dua jam41 Bab 41 Mantan mertua42 Bab 42 Permintaan Lea43 Bab 43 Moza Mustafa44 Bab 44 Selamat tinggal45 Bab 45 Selimut Putih