icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tapal Batas

Bab 2 Mimpi Rembulan Emas

Jumlah Kata:1169    |    Dirilis Pada: 18/12/2021

a Mojokembang. Sebuah desa di sebelah timur pinggiran kota Jombang, paling pinggir tepatnya di seb

mencekamnya kengerian seperempat petang menjelang pagi. Suram lampu jalan berdaya 5 watt tampak berkerl

a arak-arakan awan kelam. Burung hantu tampak berkoar bahagia menya

sa. Seakan menambah getar sesak akibat rasa merinding pada bulu

arus sedang tak kencang ya tak rendah. Daun pohon kelapa seakan memberi bayangan seolah

ebelah paling selatan desa pas di pertigaan depan gardu terakhir desa. Masih dalam lingkup RT 08/RW 02. Di sal

ang terlelap di ranjang tua buah tangan Pak Kasnam

am namun seakan bola matanya bergerak-gerak tak beraturan seakan

r-sebentar miring ke kiri tak menentu. Seakan kegel

hiran yang seharusnya 9 bulan 14 hari. Namun keanehan terjadi saat sang kekasih hati suami tercinta Kastur

masa muda hingga kini untuk merantau mencari sesuap nasi. Seminggu yang lalu Kasturi pulan

dan untuk jadwal Amanah bersalin ternyata meleset akibat ulah sang ca

ksa. Di buat duduk sakit berdiri sakit tidur apa lagi teramat sakit. Se

tau kembali. Cepat lahir ya anakku biar Bapak bisa cepat pergi kembali merantau ke Serang untuk bekerja mencari uang agar dapat membeli baju-

anah tak mau ditinggal sang Bapak pergi seketika ia berh

k sakit lagi loh," amanah terheran heran sambil berdiri dan memutar-mut

ya Amanah tertidur tak tenang bukan Ikhwal hendak melahirkan tapi seb

tiada ujung jalan setapak tersebut di sepanjang mata memandang hanya ada padi dan rumput da

-ngosan sambil menggendong sesosok bayo lelaki yang masi

kas pijakannya berlari. Muncul tangan-tangan merah berlumur darah lalu tangan-tangan itu

ak Amanah dalam mimpi

u," seakan tangan-tangan merah terus mengejar sambil memanggil-manggi

meracau dan terus berlari tanpa tujuan di setapak pematang sawah seakan tanpa ujung

akhirnya. Amanah semakin bingung tak tahu arah dalam hatinya hanya ingin bayinya selamat walau

akhluk dari lembah neraka? matanya teramat takut untuk melihat ke

an jari ku dapat menghancurkan ribuan tangan setan yang mengejar Ibu,

dan mengapa bayi sekecil ini yang seakan masih merah baru dilahir

uk kecilnya yang masih merah iya acungkan kecilnya yang ia acungkan pada ribuan ta

t lurus jauh memanjang memporak-porandakan ribuan tangan. Dan setiap tangan y

nakmu bukan siapa-siapa hanya ciptaannya saja tiada lain," bayi mer

nah seakan sangat khawatir dan begitu tak yakin kep

hari datang menyapa dunia mengubah gelap menjadi terang. Begitulah takdirku dan tujuanku. Datang ke dunia seb

bulan emas di tanganku menjadi milikmu ibu maka bersabarlah dalam kesusahan karena aku anak lelakimu," penjelasan sang ba

jang reot kamarnya sambil berpeluh keringat karena sedang men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tapal Batas
Tapal Batas
“Sebuah kisah perjalanan hidup Effendik. Seorang pemuda kampung dalam mencari cinta sejati dan jati diri. Kisah dari kelahiran hingga masa dewasa, ternyata sangat tidak mudah dan berliku. Sedari kecil Effendik sudahlah mengenyam kesengsaraan. Sampai suatu hari dari penantian sepuluh tahun. Setelah kegagalan cinta pertama yang sangat menyakiti hatinya. Malah Effendik dipertemukan dengan seorang gadis bernama Chusnul. Bahkan jawaban dari doa-doanya adalah dia. Effendik semakin terpuruk, saat tahu kalau Chusnul masih sepupu jauhnya. Tetapi Effendik sudah terlanjur jatuh cinta. Tetapi Chusnul malah sudah memilimi tambatan hati dari pria lain selain Effendik. Bagaimanakah kisah kehancuran hati Effendik. Temukan kesedihan menyayat-nyayat dicerita Tapal Batas?”
1 Bab 1 Mengenang Kisah Effendik Kecil2 Bab 2 Mimpi Rembulan Emas3 Bab 3 Janji Mas Kasturi4 Bab 4 8 Oktober5 Bab 5 Effendik Kecil6 Bab 6 Masa Putih Biru7 Bab 7 Rasa Sayang Pertama Novita8 Bab 8 Gadis Lesung Pipit Ardha Tia9 Bab 9 Bidadari Len H210 Bab 10 Effendik Milikku Mala11 Bab 11 Kosan Bisu12 Bab 12 Menunggu Kak Linda13 Bab 13 Pintu Gerbong nomor 514 Bab 14 Kerasnya Jakarta15 Bab 15 Menyapa Jakarta16 Bab 16 Isu ketok gulu17 Bab 17 Pertarungan para jawara18 Bab 18 Tahap baru19 Bab 19 Gubuk ria sawah tetangga20 Bab 20 Ria Ariyanti Bidadari Palembang21 Bab 21 Ria di pangkuan 22 Bab 22 Lawan preman terminal23 Bab 23 Pisaunya patah24 Bab 24 Bertemu Dewi25 Bab 25 Nasib Saras26 Bab 26 Nafas terakhir27 Bab 27 Sejenak rasa subuh28 Bab 28 Dermaga perpisahan29 Bab 29 Kunti malam minggu30 Bab 30 Yang hantu siapa 31 Bab 31 Sudahlah32 Bab 32 Obrolan teras33 Bab 33 Mimpi dan perang34 Bab 34 14:2435 Bab 35 Namanya Lea36 Bab 36 Sisa 150037 Bab 37 Nikmat Allah38 Bab 38 Sms dari Bapak39 Bab 39 Maaf aku Bapak40 Bab 40 Sisa dua jam41 Bab 41 Mantan mertua42 Bab 42 Permintaan Lea43 Bab 43 Moza Mustafa44 Bab 44 Selamat tinggal45 Bab 45 Selimut Putih