icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Broken Vessel

Bab 8 Chapter 8

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

padahal baru beberapa jam berlalu sejak

gumamku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Saat ini aku dan Layla sed

yang melaju dengan cepat. Mereka mencari-cari kami lewat jalanan be

ayla yang terdengar terburu-buru. Aku menengok ke kiriku, meli

Ya sudah, ayo." Kami berjalan memasuki

dalam perlintasan sempit ini. Kuharap mereka terus mencari kami di jalan

adi kamu lakukan kepada Nona

rintahku," jawab Layla yang berjalan di depanku, dia ti

. Selama ini dia hanya pernah membaca pikiran saja. Baru kut

ental," ungkap Layla sambil tersenyum bangga. 'Benar juga. Tidak mungkin dia

beriringan denganku. Kami berjalan tanpa mengatakan apa

ana kita akan pergi setelah keluar dari Ibu Kota?"

wab pertanyaanku. "Bagaimana kalau kita ke uta

i Ibu Kota sehingga mereka pasti akan kesulitan untuk mengejar kami di sana.

tetap mengikutimu," balasku yang setuju dengan u

auhnya?" tanya Layla yang t

wabku yakin sambil tersenyum kepadan

kalau aku masuk ke jurang," candanya sambil t

ng sedang mengawasi kami. Kuhentikan langkah

ngkahku. Aku meletakkan jari telunjukku pada bibirku memberi isy

unan-bangunan yang menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri kami. 'Ini buru

hat dia menganggukan kepalanya sekali lagi. 'Baguslah. K

suara tembakan mengikuti kami dari belakang. Beberapa tembakan me

ke dalam bangunan,' usulku dalam hati karena ta

ng tanganku dan menarikku masuk ke dalam seb

ini. Orang-orang berkerumun untuk melihat-lihat barang yang

masih menggandeng tangan kiriku la

etalase. Karyawan toko busana menyambut kami dengan ramah. Sepertinya mereka m

u mau pilih pakaianku dulu," perintah Layla sambil menunjuk area pakaian pere

pucat, dan jeans denim biru gelap lalu kubaw

ingin ditambahkan, Tuan?" tanya wa

eball terpajang di rak kayu. Kuambil salah satu y

rkan sebuah dompet dari saku celanaku dan menyodorkan 3 lembar

rak meja. Dia mengemas pakaian yang kubeli ke dalam tas

ngganti pakaianku. Kumasukkan pakaian lamaku

g dipajang di rak kaca. Terdengar suara langkah kaki mendekatiku dari bel

unggu lama, kan?" tanyan

Aku terpukau melihat penampi

tam, rok biru gelap bermotif kotak-kotak, cardigan cokelat, dan boo

ah mulai nampak di pipinya. "Ayo kita pergi dari sini sebe

asuk sebelumnya. Sebelum keluar dari gedung ini, kami membuang ponsel

anjaan ini. Jalanan besar ada di depan kami.

di dekat kendaraannya. "Pak, apa kami boleh menumpa

a itu sambil tersenyum bahagia. Tampaknya dar

taksi mengenakan sabuk pengamannya lalu be

lanya dan tidak bertanya lagi. Dia menyalakan mobilnya l

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Broken Vessel
Broken Vessel
“Di dunia ini, semua orang memiliki kekuatan spesial yang disebut 'Arte'. Orang-orang menyebut 'Arte' sebagai anugerah, tetapi benarkah kekuatan ini adalah anugerah? Trystan, seorang pemuda berumur 21 tahun. Menjadi pemilik 'Arte' berisiko tinggi membuatnya terus diincar oleh banyak pihak; ada yang menginginkannya mati, ada juga yang ingin memanfaatkan kekuatannya. Inilah kisah hidupnya yang dipenuhi oleh kehilangan, kesendirian, paksaan, kesempatan, janji, musuh, dendam, keadilan, tanggung jawab, perlindungan, cinta, dan ... pengkhianatan.”