icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Bab 4 

Jumlah Kata:697    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Irawa

tidak biasa untuk anak seusianya. "Kakak Risa bilang, CEO Teguh sekarang punya

lapan tahun pernikahan rahasia kami, Teguh selalu berjanji akan mengakui Heru sebagai anaknya, akan menjadi ayah yang sesungguhnya. Tapi janji itu selalu t

. "Ayo, Kak. Heru tid

k sama terkejutnya. Aku merasa sebuah beban b

u! Apa yang kamu katakan? Siapa yang mengajarimu bicara s

rgi, CEO Teguh. Selamat tinggal." Dia lalu menoleh pada Selia. "Se

a tajam, tatapan menuduh. "Apa yang kamu ajarkan pada anak ini?

. "Risa! Jawab! Apa ini semua idemu?

orang lain? Kau tidak pernah ingin dia memanggilmu 'Ayah' di depan umum, Teguh. Kau ingin menyembunyikan keberadaannya, sa

elihat sedikit rasa sakit di matanya, tapi aku sudah tida

s di depannya. Tidak lagi. Aku menggenggam erat tangan Heru, merasakan kehangata

ang selama delapan tahun ini kusebut rumah. Aku tidak menoleh ke belakang. Aku tida

t kepalanya. "Kak," bisiknya. "Kita... kita akan bai

akan jauh lebih baik. Ini adalah awal yang baru untuk kita berdua." Aku mencium keningny

eguh dan dunia kuliner yang pernah kucintai. Aku akan menjual semua aset atas namaku, s

li jalan ke Swiss. Aku tahu He

nggenggam tanganku erat. Matanya menatap pesawat-pesawa

ik-narik lenganku. "D

Kita bisa bermain salju, membuat manusia salju, dan minum cokelat panas

isa masa lalu. Aku tidak akan menoleh ke belakang. Aku tidak akan memikirkan Teguh atau apa yang akan d

lah membuat kesalahan fatal dalam pesanan kue Natal edisi terbatas yang seharusnya menjadi andalan mereka. Sebuah kesalahan perhitungan bahan baku yang sangat mendasar. Teguh, yang baru saja kembali dari meng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
“Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru. Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh adikku sebagai biang keladi. Di depan mataku, dia membawa selingkuhannya, Selia, ke rumah kami dan mengusirku dan Heru seolah kami adalah sampah. "Jangan dramatis, Risa. Kamu tahu posisimu," katanya dengan tatapan jijik, seolah aku adalah aib yang harus disembunyikan. Heru, adikku yang hatinya hancur, menatap Teguh dengan dingin. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa." Aku membawanya pergi, meninggalkan semua racun di belakang. Namun, saat restoran Teguh di ambang kehancuran karena kebodohan Selia, dia datang mencariku ke Swiss, memohon untuk kembali. "Aku mencintaimu, Risa! Aku sangat mencintaimu!" teriaknya putus asa. Aku menatapnya tanpa emosi. "Kau selalu menganggapku wanita licik yang menjebakmu. Malam itu, kau dibius, Teguh. Dan aku... akulah korbannya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10