icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Bab 3 

Jumlah Kata:813    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Irawa

ati yang kosong. Tidak ada lagi beban, tidak ada lagi harapan. Hanya tekad yang memb

ntu dapur. Dia melihat kue ulang tahun Heru yang kubuat, diletakkan di sudut

f soal semalam. Ada kekacauan besar di restoran, Selia membu

n, setelah semua yang terjadi? Aku hanya bisa tersenyum pah

di dekat cangkir kopinya. Amplop yang sama sep

utkan kening

datar. "Dan surat pengundu

berdering di sakunya. Dia mengambilnya, dan kudengar suara S

a? Semuanya beranta

ng sekarang. Tenang, sayang." Kata "sayang" itu diucapkan d

engambil pena, menandatangani surat-surat itu tanpa membacanya l

awa pahit keluar dari tenggorokanku. Keluarga kami hanc

hati-hati. Di dalamnya, ada sebuah boneka Barbie edisi terbatas yang

a selalu membawakan Heru mainan yang tidak sesuai usianya, atau mainan yang justru membuatnya tidak nyaman. Suatu kali, ia bersikeras memberi Heru boneka Barbie. H

k pernah peduli. Boneka Barbie ini adala

. Dia tidak sendirian. Selia Rasyid berdiri di sampingnya, denga

aya diri, seolah dia sudah memegang kendali sepenuhnya

natapnya, ta

ik. "Aku sudah menyiapkan sebuah apartemen untukmu dan Heru. Sementara sa

ng, tanpa kehangatan. "Jadi, aku dan Heru s

aku harus menunjukkan pada dunia siapa tunanganku. Kita tidak bisa terus tinggal di bawah satu atap, itu akan m

an. Aku merasakan gumpalan di tenggorokanku, tapi ak

aku nyaris tak terdenga

akomodasi dan tunjangan bulanan. Kita akan sering bertemu, kok." Dia terdeng

cepat, mengemasi barang-barangku dan Heru. Bukan ke apartemen yang Teguh s

Selia sedang berdiri di ruang tamu, tersenyum manis pada Teguh

inya pura-pura terkejut. "Kamu masi

spresinya sedikit kaku.

ku. "Kami

ia, nadanya terdengar seperti seora

a akan pindah ke ap

erdiri di sampingku, memegang erat tanganku. Dia menata

kaget. "Heru, apa

h lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa." Dia menunjuk Teguh. "Kamu bukan Ayah

t pasi. Selia terkesiap,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
“Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru. Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh adikku sebagai biang keladi. Di depan mataku, dia membawa selingkuhannya, Selia, ke rumah kami dan mengusirku dan Heru seolah kami adalah sampah. "Jangan dramatis, Risa. Kamu tahu posisimu," katanya dengan tatapan jijik, seolah aku adalah aib yang harus disembunyikan. Heru, adikku yang hatinya hancur, menatap Teguh dengan dingin. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa." Aku membawanya pergi, meninggalkan semua racun di belakang. Namun, saat restoran Teguh di ambang kehancuran karena kebodohan Selia, dia datang mencariku ke Swiss, memohon untuk kembali. "Aku mencintaimu, Risa! Aku sangat mencintaimu!" teriaknya putus asa. Aku menatapnya tanpa emosi. "Kau selalu menganggapku wanita licik yang menjebakmu. Malam itu, kau dibius, Teguh. Dan aku... akulah korbannya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10