icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Bab 2 

Jumlah Kata:687    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

Irawa

pelan di kursi belakang. Dia memeluk kotak makan siangnya yang masih penuh, kue ulang tahun

aranya serak. "Ayah... dia

Teguh, dengan segala karismanya, pernah begitu menyayangi Heru. Namun, seiring kesuksesan yang diraihnya, perhatiannya pada adikk

jahnya keruh. Aku tahu dia ingin Teguh ada di sana, melihatnya di panggung. Tapi Teguh

ang sederhana. Aku berbalik, menatap Heru. Matanya yan

inkan diriku sendiri. "Hanya saja, dia sangat sibuk." Aku meru

g tahunku," bisik Heru. "Dengan kue

di pangkuanku. It

Risa. Ada masalah pent

melihat fotonya dengan Selia. A

ya dengan sat

ancarkan harapan yang rapuh

gkin dia akan datang nanti malam." Kebohongan manis ini ad

meski masih terliha

gguk, memaksa hatik

ceritakan bagaimana Teguh pernah mengajarinya membuat crème brûlée. Setiap

Pukul sembilan malam.

l lewat, wajahnya berseri. Setiap kali mobil itu berlalu, bahunya meros

ku tidak mengantuk lagi. Aku ingin tidur." Suaranya sangat pelan,

kataku, memeluknya erat.

a, air matanya menetes di bahuku

r yang dulu sering Ibu nyanyikan. Aku menyalakan lilin di atas ku

mata, wajahnya keruh. Aku tahu apa yang dia minta. Dia memint

ak pernah lagi menyebut n

ku. Teguh Jais, pemilik Restoran Adiwangsa, melamar food vlogger terkenal Selia Rasyid di sebuah acara mewah. Sebuah foto menunjukkan Tegu

h desain khusus untukku, delapan tahun lalu, sebagai simbol pernikahan r

adalah hari yang sama. Bukan hanya dia tidak datang, d

di dalam dadaku, menghancurkan sisa-sisa harapanku. Tapi setelah ledakan itu,

dari daftar pertemananku. Tidak ada lagi yang perlu dili

akhir.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
“Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru. Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh adikku sebagai biang keladi. Di depan mataku, dia membawa selingkuhannya, Selia, ke rumah kami dan mengusirku dan Heru seolah kami adalah sampah. "Jangan dramatis, Risa. Kamu tahu posisimu," katanya dengan tatapan jijik, seolah aku adalah aib yang harus disembunyikan. Heru, adikku yang hatinya hancur, menatap Teguh dengan dingin. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa." Aku membawanya pergi, meninggalkan semua racun di belakang. Namun, saat restoran Teguh di ambang kehancuran karena kebodohan Selia, dia datang mencariku ke Swiss, memohon untuk kembali. "Aku mencintaimu, Risa! Aku sangat mencintaimu!" teriaknya putus asa. Aku menatapnya tanpa emosi. "Kau selalu menganggapku wanita licik yang menjebakmu. Malam itu, kau dibius, Teguh. Dan aku... akulah korbannya."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10