Juno Lane
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Juno Lane
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
Romantis Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru.
Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh adikku sebagai biang keladi.
Di depan mataku, dia membawa selingkuhannya, Selia, ke rumah kami dan mengusirku dan Heru seolah kami adalah sampah.
"Jangan dramatis, Risa. Kamu tahu posisimu," katanya dengan tatapan jijik, seolah aku adalah aib yang harus disembunyikan.
Heru, adikku yang hatinya hancur, menatap Teguh dengan dingin. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa."
Aku membawanya pergi, meninggalkan semua racun di belakang. Namun, saat restoran Teguh di ambang kehancuran karena kebodohan Selia, dia datang mencariku ke Swiss, memohon untuk kembali.
"Aku mencintaimu, Risa! Aku sangat mencintaimu!" teriaknya putus asa.
Aku menatapnya tanpa emosi. "Kau selalu menganggapku wanita licik yang menjebakmu. Malam itu, kau dibius, Teguh. Dan aku... akulah korbannya." Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....