icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia

Bab 2 

Jumlah Kata:683    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

a

bicara di telepon dengan Hanan terasa seperti tamparan dingin. Tidak ada

ima" ide bayi tabung itu, Hanan sudah mengandung anaknya. Semua kata-kata indahnya tentang "pengorbanan kecil" dan

engelak, mengatakan itu "masalah sensitif" dan "jangan terlalu dipikirkan". Dia bilang, "Kita akan hadapi i

sutradarai. Rasa sakit di dada saya berubah menjadi amarah yang membara. Saya marah pada Habi

aun putih bersih, dan janji suci di hadapan Tuhan. Saya membayangkan kami akan membangun sebuah keluarga, anak

engagetkan saya dari lamunan pahit itu

seorang desainer interior papan atas yang kini m

Aku menggangumu, ya?" Suara Bu Ta

" jawab saya, berusaha agar suar

yakan tawaran pekerjaan itu. Ingat? Proyek

bekerja di firma desainnya di Singapura, mengembangkan proyek-proyek in

n Habib." Itulah alasan saya saat itu. Sebuah alasa

simu. Timku juga sangat membutuhkan tangan sepertimu. Apalagi sekarang, Prof. Salim, dia memb

nasional. Sebuah kesempatan untuk sepenuhnya membenamkan diri dalam pekerjaan. Tapi juga sebuah pengorban

Demi masa depan kami. Dan sekarang? Habib sudah menjadi

asa depan... semuanya

ahan. Tidak ada l

ba menjadi sangat jelas dan tegas. Tidak ada lagi kerag

urlah! Aku tahu kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ka

saya, tanpa b

Biasanya orang butuh waktu untuk mengurus admi

ng saya, suaraku datar. "Saya ingin se

sesuatu yang tidak beres. "Baiklah, Lea. Kalau itu maumu. Aku akan ur

Bu," ja

dinding. Lingkaran merah besar pada tanggal lusa

njadi simbol akhir dari segalanya. Titik di mana saya akan memutuskan semua

tikan bahwa saat saya pergi, saya ti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
“Sebulan sebelum pernikahan kami, tunanganku, Habib, memintaku menerima jika ia menghamili wanita lain demi membalas budi keluarga. Wanita itu adalah Hanan, adik angkatnya yang sakit parah dan sangat ingin memiliki keturunan. Namun, sebuah paket anonim mengungkap kebenaran pahit: Hanan sudah hamil dua bulan. Semua permintaan Habib hanyalah kebohongan untuk menutupi pengkhianatan yang telah terjadi. Saat aku menuntut penjelasan, Hanan justru menjatuhkan diri dan memfitnahku telah mendorongnya. Tanpa ragu, Habib membentakku, "Lea, minta maaf padanya! Sekarang juga!" Aku tertawa getir. Semua pengorbanan dan cinta tulusku ternyata tak ada artinya. Di hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan kami, aku membatalkan semuanya dan membeli tiket sekali jalan ke Singapura. Kali ini, aku memilih untuk hidup demi diriku sendiri.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11