icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia

Bab 3 

Jumlah Kata:632    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

a

ya tidak meneleponnya, tidak mengirim pesan. S

tersenyenyum cerah, memegang perutnya yang sedikit membuncit, diapit oleh Habib dan kedu

nyuman yang selama ini saya rindukan. Sebuah senyuman yang tidak p

rlihat di antara kami. Dia selalu punya alasan untuk tidak datang ke acara keluarga. Namun, di foto ini, d

mparkannya ke ranjang. Saya tidak sanggup lagi meliha

temen. Wajahnya khawatir. "Lea, kamu serius mau batalkan per

a... ada beberapa hal yang ti

udah tunangan, Lea. Kalian sudah bersama bertahun-tahun.

, yang menginginkan pernikahan. Tapi sekarang saya menyadari, dia menginginkan pernikahan y

ini kepadanya? Bagaimana saya bisa mengatakan bahwa tunangan saya menghamili wanita

dia adalah orang yang tepat, L

an hadapi ini bersama. Apapun

tidak cukup untuk mengisi kekosongan di hati

en. Kami tidur di sofa, saling berpe

k, rambutnya sedikit acak-acakan. Dia baru pulang. Matanya memandang Laras yang ada di sam

nada suaranya terdengar tida

dia sebenarnya jijik dengan bau Laras, bukan bau rokok. Laras memang suk

ya tidak mengatakan apa-apa. Saya tahu dia ingin men

dan Laras yang masih duduk di meja makan. "Nanti malam kita harus pergi ke

pahit muncul di bibir saya. "B

keluarga inti. Ini acara yang le

aya hanya menatap koso

rsenyum lagi, mengetikkan sesuatu. Pasti Hanan. Ada kelembutan d

. Dia bisa begitu lembut, begitu penuh perhatian pada H

a sedikit lebih tenang. "A

uk kembali merayap. Setiap kali dia mengatakan itu, saya tahu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
“Sebulan sebelum pernikahan kami, tunanganku, Habib, memintaku menerima jika ia menghamili wanita lain demi membalas budi keluarga. Wanita itu adalah Hanan, adik angkatnya yang sakit parah dan sangat ingin memiliki keturunan. Namun, sebuah paket anonim mengungkap kebenaran pahit: Hanan sudah hamil dua bulan. Semua permintaan Habib hanyalah kebohongan untuk menutupi pengkhianatan yang telah terjadi. Saat aku menuntut penjelasan, Hanan justru menjatuhkan diri dan memfitnahku telah mendorongnya. Tanpa ragu, Habib membentakku, "Lea, minta maaf padanya! Sekarang juga!" Aku tertawa getir. Semua pengorbanan dan cinta tulusku ternyata tak ada artinya. Di hari yang seharusnya menjadi hari pernikahan kami, aku membatalkan semuanya dan membeli tiket sekali jalan ke Singapura. Kali ini, aku memilih untuk hidup demi diriku sendiri.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 11