icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua

Bab 4 keterlambatan

Jumlah Kata:1198    |    Dirilis Pada: 11/12/2025

cermat. Matanya bengkak, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena semalaman ia tidak

ua hari memang belum terlambat parah, tapi bagi Keira, yang siklusnya selalu tepat wa

an itu. Alkohol memang menghilangkan akal seha

acauan ini, setelah diikat kontrak mati-matian, setelah dikejar utang dan diperas m

ayangannya. "Ini pasti karena kamu kurang tidur

l tipis yang ia rasakan sejak bangun tidur b

eli alat t

kas robekan kemarin. Begitu ia keluar, driver yang dikirim Aksel sudah menunggu. Mobil sedan hita

temannya. Des, tolong belikan aku sesuatu di apo

membalas, Apaa

kan. Pokoknya b

jalan cepat menuju lift eksklusif Aksel. Begitu pintu lift terbuka, Akse

t," kata Aksel, langsung

Jalanan agak macet

keras menjaga jarak, bahkan hanya d

lnya. "Seluruh presentasi akan menggunakan poin-poin yang kamu revisi. Pas

awab Keira, su

proposal di laptop, tetapi mata Aksel sesekali meliriknya. Keira sadar, Aksel tidak hanya mengawasi kiner

unggu driver menjemput, tiba-tiba

turun tangan sampai ke

l ambisius dan suka mencampuri urusan Sagara Jaya. Keira pernah bertemu Dimas di b

rusan internal. Dan ini Keira, Asisten P

n sambil tersenyum prof

lama dari seharusnya. "Wah, Asisten Proyek baru. Sagara Jaya kok mendadak romantis ya. Biasanya Aksel kal

antik' itu sengaja ditekankan Di

. "Keira adalah ahli di bidangnya. Dia yang membawa data yang kita butuhkan. Kamu tahu

di pertahanan Keira. "Dengar-dengar, Sagara Jaya lagi goyah, Sel. Ada masalah internal, kan?

uk bahu Aksel. "Oke, Bro. Sem

gaja mencoba merusak citra Aksel dan perusahaannya. Dan Ak

ggu," jelas Aksel, tanpa melihat Keira. "Angga

ksel," kata Keira. "Dia pasti akan

K, saya tidak khawatir," balas Aksel dingin. "Y

nya bekerja keras, dari pagi hingga larut malam. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di r

ut di kamar hotel, Aksel tiba-tiba bertanya, "Kenap

saja, penyelidikan Aks

tanya?" Keira mel

karang dia memohon padamu untuk menggunakan koneksimu," kata Ak

tidak mau berurusan lagi dengan kehidupanku yang lama. Dia adalah sa

aja mengungkapkan lebih bany

mengerti. Jadi, kamu memilih

untuk menyelamatkanku. Jadi aku harus menyelamatkan diriku sendiri. Dan sekarang,

nsif ini, batas profesionalitas mereka mulai menipis. Mereka mulai b

yang sukses (mereka berhasil memenangkan minat para inve

imu tadi bagus. Kamu berhasil meyakinkan mereka

asa sedikit bangga.

ja. Isinya tunjangan kerja mereka di Singapura. J

njangan harian, Pak," ka

a tiga hari," Aksel menatapnya, ada sedikit kehangatan yang la

nakan untuk menambal utang bercampur dengan rasa cemas. Tunjangan ini, entah me

tiba terasa bergejolak. Rasa mual itu kembali, le

cing kemejanya, langsung meny

baik-baik saj

Kayaknya masuk angin," Keira berusa

embali ke Jakarta, ia harus mencari kepastian. Jika benar ia hamil, ia harus segera memutuskan: memberitahu Aksel, atau merahasia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
“Hidup Keira terasa seperti rentetan nasib buruk yang tak berujung. Pertama, perusahaan tempatnya mengabdikan diri kini di ujung tanduk kebangkrutan. Kedua, tunangannya tega meninggalkannya demi wanita yang memiliki harta melimpah. Segala impian dan harapannya hancur lebur, menyisakan luka dan keputusasaan yang dalam. Dalam titik terendah, Keira memilih melarikan diri ke gemerlap kelab malam. Namun, sekali lagi, takdir seolah menertawainya. Ia mabuk hingga tak sadarkan diri, dan malam itu berakhir tragis di ranjang bersama Aksel Sanjaya, CEO dingin yang memimpin perusahaan tempatnya bekerja. Keira dan Aksel, keduanya sama-sama terperangkap dalam situasi rumit yang tak terduga ini. Bagaimana mereka akan menghadapi konsekuensi dari satu malam kelam yang mengubah segalanya?”
1 Bab 1 Sial, Itu Bosku!2 Bab 2 penyebab kerugian3 Bab 3 mengarah padanya4 Bab 4 keterlambatan5 Bab 5 Kenyataan yang Menghancurkan6 Bab 6 Perjanjian makan malam7 Bab 7 Setelah kesepakatan8 Bab 8 Kamar Terpisah9 Bab 9 Malam pernikahan10 Bab 10 Istri CEO di Mata Publik11 Bab 11 Rasa mualnya12 Bab 12 Kencan Palsu13 Bab 13 tunangan Keira untuk menjebak14 Bab 14 suasana di rumah Aksel15 Bab 15 Rencana Licik Keira16 Bab 16 pengawasan super ketat17 Bab 17 Balas dendam18 Bab 18 Keputusan sudah dibuat19 Bab 19 perusahaan terlibat20 Bab 20 menyelamatkan21 Bab 21 perjuangan di ruang bersalin22 Bab 22 Beberapa bulan berlalu sejak kelahiran23 Bab 23 Warisan24 Bab 24 Arya kini berusia tiga tahun