icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua

Bab 3 mengarah padanya

Jumlah Kata:1251    |    Dirilis Pada: 11/12/2025

u. Ia sudah mengirimkan draf proposalnya tentang potensi pasar domestik kepada Aksel. Respons A

ia melihat Aksel, yang duduk di belakang meja besarnya, sibuk dengan telepon atau dokumen. Rasanya se

ya notifikasi tagihan yang jatuh tempo. Hidupnya memang selalu dikejar-k

Aksel terdengar dingin, meskipun K

ke sini

meletakkan berkas di depannya. Itu adalah salinan P

rang jelas?"

ngacara saya. Kami perlu menambah klausul yang lebih keras mengenai pelanggaran. Ini bukan

ilang aku tidak akan bicara! Bapak seolah berpikir aku i

a, Keira. Ini bukan tentang kepercayaan. Ini tentang perlindungan aset. Jika ada satu

a Keira melanggar PK, seluruh asetnya, bahkan gaji Proyek A-1-nya, akan di

Pak! Aku hanya punya hutang!"

kas ini hanya akan menjadi tumpukan kerta

sel. Ia meraih pena, tangannya sedikit bergetar, dan membubuhkan tanda tangan di sebelah pasal-pasal baru ya

dari diskusi. Keira kembali ke mejanya, merasa dirinya baru saja m

edang menerima telepon penting di sofa sudut, suaranya pelan d

lkan notifikasi pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Keira

ira Anjani memang mabuk berat setelah menerima telepon yang berisi berita buruk so

a pesan itu dua kali untuk memas

ikit pun. Setelah ia bersumpah tidak akan bicara, setelah ia menolak uang tutup mu

: utangnya, depresinya, ditinggalkan tunangan. Aksel tahu Keira benar-benar dalam t

li dari sofa, ia t

ari biasanya. "Kita akan gunakan beberapa poinmu. Sekarang, tolong siapkan

jawab Keira,

nada dingin it

ng pesan tadi, itu akan membuktikan ia mengintip. Ia h

ni," kata Aksel. "Besok kita harus terbang pagi ke

rasakan tatapan Aksel di punggungnya. Tatapan yang sekarang terasa gand

erat. Begitu ia membuka pintu, ia melihat ada

tunggak dua bulan, dan sebuah kartu pos. Kartu pos itu

gan tangan gemetar. Tulisan

ya operasi Ayahmu. Pinjaman yang kamu jamin atas nama Ayah sudah jatuh tempo, dan sekarang bunganya makin besar.

malah membebaninya dengan utang yang harus ia tanggung. Inilah ala

elah ia menerima gaji besarnya di Proyek A-1 pun, uang itu

ng. Itu nomor yan

al

Ini ak

yang meninggalkannya karena m

mu?" tanya Keira

"Aku dengar-dengar dari temanku di Sagara Jaya, kamu sekarang s

mu," Keira me

intah darat. "Dengar, Keira. Aku sedang butuh modal cepat. Kalau kamu mau bantu aku mengenalkan ke dia, atau paling tidak pinj

Utang itu kamu yang buat, dan sekarang kamu mau

Jangan sampai aku membocorkan ke teman-teman kantor, kenapa kamu mabuk di kelab hari itu! Atau l

m. Mantan tunangannya kini menja

Bima. Jangan pernah hubungi aku lagi

mengikatnya secara hukum dan ia mengawasi semua gerak-geriknya. Sementara

sel, orang yang baru ia tiduri. Di belakang, ia harus berjuang sendi

ktu untuk patah hati. Besok pagi, ia harus terbang ke

Dan uang hanya bisa didapatkan jika ia berhasil dalam proyek ini, di bawah pengawasan ketat CEO-nya. Ya, Pak Aksel,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
“Hidup Keira terasa seperti rentetan nasib buruk yang tak berujung. Pertama, perusahaan tempatnya mengabdikan diri kini di ujung tanduk kebangkrutan. Kedua, tunangannya tega meninggalkannya demi wanita yang memiliki harta melimpah. Segala impian dan harapannya hancur lebur, menyisakan luka dan keputusasaan yang dalam. Dalam titik terendah, Keira memilih melarikan diri ke gemerlap kelab malam. Namun, sekali lagi, takdir seolah menertawainya. Ia mabuk hingga tak sadarkan diri, dan malam itu berakhir tragis di ranjang bersama Aksel Sanjaya, CEO dingin yang memimpin perusahaan tempatnya bekerja. Keira dan Aksel, keduanya sama-sama terperangkap dalam situasi rumit yang tak terduga ini. Bagaimana mereka akan menghadapi konsekuensi dari satu malam kelam yang mengubah segalanya?”
1 Bab 1 Sial, Itu Bosku!2 Bab 2 penyebab kerugian3 Bab 3 mengarah padanya4 Bab 4 keterlambatan5 Bab 5 Kenyataan yang Menghancurkan6 Bab 6 Perjanjian makan malam7 Bab 7 Setelah kesepakatan8 Bab 8 Kamar Terpisah9 Bab 9 Malam pernikahan10 Bab 10 Istri CEO di Mata Publik11 Bab 11 Rasa mualnya12 Bab 12 Kencan Palsu13 Bab 13 tunangan Keira untuk menjebak14 Bab 14 suasana di rumah Aksel15 Bab 15 Rencana Licik Keira16 Bab 16 pengawasan super ketat17 Bab 17 Balas dendam18 Bab 18 Keputusan sudah dibuat19 Bab 19 perusahaan terlibat20 Bab 20 menyelamatkan21 Bab 21 perjuangan di ruang bersalin22 Bab 22 Beberapa bulan berlalu sejak kelahiran23 Bab 23 Warisan24 Bab 24 Arya kini berusia tiga tahun