icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rapat Penting Itu Hanya Dusta

Bab 3 

Jumlah Kata:449    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Zahr

untuk berangkat kerja. Tiba-ti

antor," katanya, suaranya terde

pet, jika aku naik taksi onlin

kataku

at dari kemarin malam. Aku melongok ke dalam. Di jok penumpang, ada sebuah bando kelinci berwarna pink, sebuah botol minum be

ang itu, sedikit terbatuk. "Chika lupa

eroboh. Chika sengaja. Chika sengaja meninggalkan barang-bar

ni di fitur 'Close Friend' dengan caption, "Mob

dia ingin membuatku cemburu? Atau dia hanya in

komentar. Berdebat ti

a," kataku, lalu berbalik

tah. Dia hanya menatapku dengan

kan sebotol minuman kemasan kepadak

kanan ringan berserakan. Semuanya adalah makanan favorit Chika.

rnah membiarkan sebutir remah pun jatuh di jok mobilnya. Pernah suatu ketika aku de

bilku," katanya din

ya. Cinta dan tidak cint

alu aku memalingkan wajah ke jendela, me

unya tanggung jawab. Proyek penting yang sudah lama kukerjakan harus

at karena kurang tidur. Aku beranjak ke dapur untuk membuat kop

an untuk Bapak

man dan makanan ringan. Rekan

ni memang ya

u saja kita l

an Chika lagi diet dan s

set rusak yang terus berp

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rapat Penting Itu Hanya Dusta
Rapat Penting Itu Hanya Dusta
“Mobilku hancur menabrak pembatas jalan, kakiku terjepit, dan darah mengucur deras di tengah hujan lebat. Dalam kepanikan antara hidup dan mati, aku menelepon suamiku, Roni, memohon pertolongan. Tapi dia malah mematikan teleponku dengan kasar. "Aku sedang rapat penting! Jangan ganggu aku!" bentaknya sebelum sambungan terputus. Aku pingsan menahan sakit, mengira dia benar-benar sibuk menyelamatkan perusahaan. Namun, kebenaran yang kutemukan kemudian jauh lebih menyakitkan daripada luka fisikku. Di fitur 'Close Friend' Instagram sekretarisnya, Chika, terpampang foto tangan Roni sedang memegang obat kucing. Caption-nya menusuk hati: "Makasih Pak Bos selalu ada di saat genting." Ternyata, 'rapat penting' itu hanyalah menemani selingkuhannya ke dokter hewan. Nyawaku ternyata lebih murah daripada seekor kucing peliharaan pelakor. Saat aku menuntut penjelasan, Roni malah menuduhku egois dan drama. "Kamu selamat kan? Bersyukurlah, jangan lebay," katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hingga akhirnya, di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, dia malah memberikan proyek impianku pada Chika di depan umum. Cukup sudah. Aku meletakkan surat cerai dan pengunduran diri di atas meja. "Tanda tangani ini, Roni. Aku pergi." Dia tertawa meremehkan, yakin aku tak bisa hidup tanpanya dan akan kembali mengemis. Dia tidak tahu, kali ini aku tidak akan pernah menoleh ke belakang lagi.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10