icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rapat Penting Itu Hanya Dusta

Bab 4 

Jumlah Kata:566    |    Dirilis Pada: 10/12/2025

Zahr

sudah punya pacar y

da Bu Alea," sahut yang lain

makanan ringan itu, semuanya sama dengan yang kulihat di mobil Roni tad

makanan dan minuman untukku. Bukan hanya untukku, tapi untuk seluruh staf. Tapi dia

ea," katanya, saat itu. "Kamu

harga itu sudah tergantik

semua detail proyek desain resort impianku. Proyek itu sudah kurancang siang dan malam. Aku i

banyak yang mati. Hanya ada aku dan beberapa

?" tanyanya, suaran

esaikan," jawabku dat

biar Chika saja yang lanjut

jutan yang kuduga tidak akan terjadi. Aku sudah tahu dia a

aku, suaraku

padanya." Roni melanjutkan, "Dia sedang banyak pikiran kare

emua rencanaku, akan dia berikan begitu saja kepada wanita itu? H

"Besok pagi, Chika bisa menemuiku

ia mengira aku akan marah, membantah, mungkin bahkan menangi

aan ini, Roni," kataku, kini aku menatapnya l

tak perhiasan dari sakunya. Sebuah kalung berlian yang indah, dengan li

terdengar lembut. "Aku tahu aku sudah memb

arang, rasanya hampa. Aku tidak suka hadiah yang datang setelah huku

ekspresi. "Terima kasih,"

ia lalu mengambil blazerku dan memakaikannya di bahuku

. "Kita bisa memulai semuanya dari awal. Kit

enjawab. Ak

ah kalung berlian yang sama, tapi dengan desain yang lebih mewah, lebih indah, dan lebih besar. Di captionnya,

hanya bonus, hadiah yang Roni berikan agar tidak terla

ang hambar, tawa ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rapat Penting Itu Hanya Dusta
Rapat Penting Itu Hanya Dusta
“Mobilku hancur menabrak pembatas jalan, kakiku terjepit, dan darah mengucur deras di tengah hujan lebat. Dalam kepanikan antara hidup dan mati, aku menelepon suamiku, Roni, memohon pertolongan. Tapi dia malah mematikan teleponku dengan kasar. "Aku sedang rapat penting! Jangan ganggu aku!" bentaknya sebelum sambungan terputus. Aku pingsan menahan sakit, mengira dia benar-benar sibuk menyelamatkan perusahaan. Namun, kebenaran yang kutemukan kemudian jauh lebih menyakitkan daripada luka fisikku. Di fitur 'Close Friend' Instagram sekretarisnya, Chika, terpampang foto tangan Roni sedang memegang obat kucing. Caption-nya menusuk hati: "Makasih Pak Bos selalu ada di saat genting." Ternyata, 'rapat penting' itu hanyalah menemani selingkuhannya ke dokter hewan. Nyawaku ternyata lebih murah daripada seekor kucing peliharaan pelakor. Saat aku menuntut penjelasan, Roni malah menuduhku egois dan drama. "Kamu selamat kan? Bersyukurlah, jangan lebay," katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hingga akhirnya, di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, dia malah memberikan proyek impianku pada Chika di depan umum. Cukup sudah. Aku meletakkan surat cerai dan pengunduran diri di atas meja. "Tanda tangani ini, Roni. Aku pergi." Dia tertawa meremehkan, yakin aku tak bisa hidup tanpanya dan akan kembali mengemis. Dia tidak tahu, kali ini aku tidak akan pernah menoleh ke belakang lagi.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10