icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang

Bab 5 Tidak ada skandal

Jumlah Kata:1606    |    Dirilis Pada: 26/11/2025

h amplop cokelat tipis, yang isinya bukan laporan keuangan perusahaan, mela

a meninggal dua tahun lalu karena sakit. Riani bekerja sebagai desainer grafis lepas yang c

ggu Adhit adalah ba

inya yang dulu bangkrut, yang entah bagaimana, Riani masih merasa bertanggung jawab untuk menanggung sebagi

am Adhit. "Pasti i

erkait dengan hutang ini), maka cara tercepat untuk mengakhiri pernikahan ini adalah dengan melun

a yang matang. Ia akan memberikan Riani uang dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk melunasi hutangnya dan memberi

n masalah yang pali

ang kerja yang ada di lantai bawah. Ini adalah pertama kali

engan sopan. Ia mengenakan blus krem dan celana panja

ku?" tanya Riani, be

Tutup pintunya,

gah meja, Adhit meletakkan sebuah map merah. Map itu berisi cek kosong yang

asi. Ia langsung m

ata Adhit, nadanya tenang, tid

tanda bahwa ia terkejut dan terganggu. Ia

balas Adhit, tidak merasa bersalah. "Kau adalah teka

ku sudah bilang, aku tidak bu

us kau lunasi, dan mungkin sebagian yang kau tanggung sendiri, sangat signifikan. Aku sudah hitung. Dengan angka ini," Adhit menunjuk ke cek

rus-lurus. Ia menunggu Riani menunjukkan

bagai gantinya, kau tanda tangani surat cerai. Kita akhiri sandiwa

tu. Ia hanya menatapnya, se

t," jawab Riani, suaranya

kan terkejut, berterima kasih, atau bahkan histe

ran. "Aku menawarkan kebebasan finansial untukmu. Ka

ri penderitaanku, Mas Adhit. Dan asumsimu salah,"

bicara jujur. Ya, aku punya tanggung jawab finansial. Tanggung jawab, bukan hutang y

i sini karena janji lain, Mas Adhit. Janji pada Ayahmu. Janji itu

dak. "Komitmen? Komitmen apa yang lebih pen

dia mau aku melunasi hutangku dengan hartamu. Dia memintaku menikahimu karena dia mau aku memberimu waktu, memberimu kestabilan, dan

h itu. Ia selalu melihat Riani sebagai pelaku

Adhit. "Aku tidak butuh kau menjadi t

Ibu bertanya tentang anak," Riani membalas, nadanya menusuk. "Mas Adhit, kau hanya ahli dalam b

ap merah itu kemb

iani menggeleng. "Jika aku mengambil uang ini, aku melanggar janjiku pada Ayahmu. Dan aku akan menj

gambil uang itu, semua asumsi Adhit akan terbukti benar. Tapi dengan menolak, Riani membu

cak. Senjata utamanya, uang, tida

dengan pria yang membencimu, hanya demi janji yang

bahwa janji itu tidak ada harganya. Janji itu mahal. Aku harus membayar dengan harga diriku, dengan w

kapan?" d

engatakan, 'Sudah cukup, Nak. Kau boleh

telak. Riani telah menjebaknya dalam janji

gan Kiara?" tanya Ad

kut campur. Tapi ingat, Kiara sudah melihatku. Dia tahu aku ada di sini. Jika kau ingin kembali padanya, kau

s menyelesaikan pesanan desainku. Jangan khawa

, dicela, dan yang paling parah, ia merasa bodoh. Riani bukanlah wanita serakah. Di

rkannya ke sudut ruangan. Ia tidak tahu harus berbuat ap

erisolasi. Kiara tidak bisa ia temui.

menghubungi

tahu tentang janji itu. Apa yang Ayahku minta dari Riani? Kapan itu terjad

ri, teka-teki Riani tidak bisa dipecah

kembali ke kamarnya. Dia tidak langsung bekerja. D

sa menyelesaikan semua masalah finansialnya, memungkinkan dia

ng itu, dia akan kehilangan martabatnya di mata Adhit, d

buat dua tahun lalu, di rumah sakit, di hadapan

a, dia akan kehilangan segalanya kalau tidak ada yang menahannya. Nikah

fakta itu di depan Adhit, karena ia tahu Adhit akan lebih patuh pada perintah Ayahnya daripada permohonan

jangkar bagi Adhit,

gi. Tapi bagaimana caranya membuat pria seego Adhit sadar

il. Di dalamnya, ada foto lama. Foto dirinya dengan almarhum suaminya. F

ni, memeluk foto itu. "Aku akan mene

rja. Ia harus melunasi hutang almarhum suaminya dari keringat

lihat cahaya dari kamar Riani. Ia melihat bayangan Riani di balik ti

dia adalah wanita yang sangat berbahaya. Dia memegang

lu, apa yang bisa Adhit tawa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
“Adhitama tak pernah memilih pernikahan ini. Dia hanyalah pion dalam permainan keluarga, dipaksa menikahi seorang wanita bernama Riani seorang janda yang nyaris tak ia kenal. Sejak hari pertama, Adhit sudah memasang dinding es. Ia bersikap dingin, menjaga jarak, dan berharap Riani mengerti: ia tak pernah menginginkan wanita itu di sisinya. Namun, Riani terlalu tenang, terlalu menerima seolah sikap dingin Adhit tak mampu menyentuh perasaannya sedikit pun. Awalnya, Riani setuju menjadi 'pengantin pengganti' karena terdesak untuk membalas budi. Adhit tidak peduli apa motifnya. Lalu, sebuah tragedi mengubah segalanya. Adhit terluka, fisik dan batinnya rapuh. Di tengah keterpurukan itu, Riani selalu ada. Tanpa keluh kesah, tanpa menuntut, ia setia merawat dan mendampingi. Kehadirannya yang dulu diabaikan, perlahan berubah menjadi sesuatu yang Adhit harapkan. Adhit mulai memperhatikan Riani, melihat sisi-sisi dirinya yang tak pernah ia pedulikan sebelumnya. Yang paling mengusik, hatinya mulai bergejolak setiap kali ada pria lain yang menatap Riani terlalu lama. Rasa itu datang tiba-tiba: cemburu. Ia mencoba menolaknya, namun semakin ia melawan, semakin kuat keinginan untuk memiliki Riani seutuhnya. Adhit tak tahan lagi. Ia pun memulai pergerakan, berusaha keras menghancurkan batas yang selama ini justru ia ciptakan, dan mencoba menembus ketenangan Riani yang misterius. Akankah Adhit berhasil meruntuhkan 'tembok' di antara mereka, ataukah ia sudah terlambat menyadari perasaannya?”
1 Bab 1 Pernikahan ini omong kosong2 Bab 2 Adhit benci akhir pekan3 Bab 3 Adhit merasa tertekan4 Bab 4 semakin tidak nyaman5 Bab 5 Tidak ada skandal6 Bab 6 rumah sakit dua tahun lalu7 Bab 7 Rasa bersalah8 Bab 8 Adhit harus tampil sempurna9 Bab 9 Setelah makan malam10 Bab 10 kesepakatan11 Bab 11 pengorbanan terbesar12 Bab 12 digantikan oleh kenyataan13 Bab 13 Bukan pernikahan kontrak yang kaku dan dingin14 Bab 14 Kabar kehamilan Riani15 Bab 15 Enam bulan pertama16 Bab 16 menjadi balita cerdas17 Bab 17 kepribadian yang serius18 Bab 18 menemukan Adhit di ruang kerjanya19 Bab 19 Riani menjalani peran sebagai CEO20 Bab 20 Sebagai anak tunggal21 Bab 21 melepaskan semua jabatan