icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang

Bab 4 semakin tidak nyaman

Jumlah Kata:1797    |    Dirilis Pada: 26/11/2025

melanggar aturan, justru karena Riani terlalu patuh. Riani menjalankan sandiwara mereka dengan pr

wan direksi penting. Tiba-tiba, ponselnya

ali. Mau bertemu? Aku

egeri, wanita yang ia cintai itu akhirnya kembali. Adhit langsung meras

s singkat, "T

dhit merasa bersalah, tapi juga gembira. Ia tidak memberi tahu Riani. Kenapa juga haru

dan berganti pakaian. Saat ia menuruni tangga, ia mel

t lebih cepat dari biasanya. Ia merasa perlu memberikan

Ia menatap Adhit dengan tenang. "B

Ia berharap Riani setidaknya bertanya ke mana a

angat larut," tekan Adhit

kan makan malam di lemari es jika kau lap

ntai, seolah Adhit hanya pergi ke warung kopi di

lalu segera pergi sebelum

dan lelah, menjelaskan mengapa ia terpaksa pergi dan mengapa ia meninggalka

ta lain, Adhit," kata Kiara, matanya berkaca-k

Pernikahan itu hanya di atas kertas. Dia hanya rek

n segera mencari cara untuk mengakhiri

idak pernah se

h. Riani sedang menyiram tanaman di teras, tam

ak di depan gerbang rumah Adhit. Pintu mobil terbuk

diri tegak. Adhit merasa panik. Ki

melewati gerbang dan

amu melakukan ini padaku!"

dhit, berusaha menenangkan Kiara sambil melir

g tertuju pada Riani. Ia melangkah ke ar

setelah kamu memakai nama belakang Adhit, kamu bisa menggant

tangannya terlepas. Ia tidak m

menghentikan ini. I

di sini. Ini bukan tempatnya,"

ukan tempatnya? Ini seharusnya

ah karena Kiara menggunaka

yang dipajang untuk menipu Ayahnya? Kamu tidak punya harga diri, Riani. Data

dirinya adalah pecundang yang membiarkan dua wanita bertengkar. Tapi ia juga terpaku. Ia ingin

leh Kiara. Dia tidak benar-benar membela Riani. Dia

pembelaan. Kamu tahu, Adhit akan menceraikanmu begitu semua urusannya selesa

t, aku mencintaimu. Aku tidak ingin kamu terus hidup da

mnya Kiara terhadap Riani. Dan yang lebih aneh, ia merasa sedikit tersinggung karena Kiara men

ah, Riani

ti Kiara. Jarak mereka kini sangat dekat. Riani tidak berteriak, t

" suara Riani rendah, tap

uh pengingat dari siapapun. Aku tidak mencuri Mas Adhi

ngus. "Komi

u pahami, Kiara. Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan Mas Adhit, dan aku tidak peduli. Tap

ih dekat, memaksa K

itu hanya di atas kertas. Kamu tidak perlu datang ke sini dan bertingkah seolah kamu berhak memper

akter Kiara. Serangan itu tidak kasar, tapi sangat m

a seorang janda miskin! Kamu ti

ah melanggar janji pernikahan orang lain, dan aku tidak pernah menuduh orang yang tidak bersa

penuh makna. Tatapan itu seolah berkata, 'Kau lihat, aku sedang m

Riani jatuh, dan Riani tidak hanya ban

embalikkan situasi, menatap Adhit dengan mata memohon.

lihat histeris dan kekanak-kanakan. Riani terlihat ten

ara, dan pada saat yang sama, ia merasakan gel

ar. Kau tidak seharusnya datang ke sini. Masalah kita, ki

ar begitu saja. Adhit

ya. "Istrimu? Setelah semua yang kita

ku, Kiara. Dan dia benar. Kau me

ercaya kamu! Kamu akan menyesal, Adhit!" Kiara berbalik, ber

. Adhit dan Riani berdiri diam. Riani ke

enangis?" tanya Adh

gis, Mas Adhit? Kiara hanya menyebutkan fakta. Aku memang

nghinamu! Di

punya harga diri yang lebih kuat dari sekadar julukan orang lain

ani, tapi pada dirinya sendiri. Dia pasif.

a Adhit, kata yang sa

ama sekali. Itu adalah pertama ka

t?" tanya Riani, mat

umahku sendiri. Aku seharusnya menghentikann

anya berharap ini tidak terulang. Aku akan menjalankan peranku sebagai istrimu dengan sempurna. Tapi a

punya batas, dan dia tidak akan

n sengit barusan tidak pernah terjadi. Ia melihat betapa anggunnya Riani dalam menghadapi krisis. Adhit m

ang bagaimana Riani menghadapi Kiara. Riani selalu menjadikan Adhit

a kejadian sore tadi. Dia bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika Riani tidak

i kontrak, dia telah menjadi t

mana Riani bisa begitu tenang? Apa yang membuat Riani begit

segalanya tentang Riani. Kebenciannya kini benar-

untuk menelepon Kiara, tapi u

"Namanya Riani. Aku butuh semua detail kehidupannya. Masa lalunya, pekerjaa

inya sendiri, tapi ia tidak punya pilihan. Riani adalah teka-teki yang harus i

kamar sebelah, Ri

aku tidak boleh jatuh hati, tapi dia mulai bersika

di hadapan Tuhannya. Riani ternyata tidak sekuat ya

selesai. Ia tidak boleh membiarkan perasaan aneh Ad

u. Dan Riani harus menjaga rahasia itu,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
“Adhitama tak pernah memilih pernikahan ini. Dia hanyalah pion dalam permainan keluarga, dipaksa menikahi seorang wanita bernama Riani seorang janda yang nyaris tak ia kenal. Sejak hari pertama, Adhit sudah memasang dinding es. Ia bersikap dingin, menjaga jarak, dan berharap Riani mengerti: ia tak pernah menginginkan wanita itu di sisinya. Namun, Riani terlalu tenang, terlalu menerima seolah sikap dingin Adhit tak mampu menyentuh perasaannya sedikit pun. Awalnya, Riani setuju menjadi 'pengantin pengganti' karena terdesak untuk membalas budi. Adhit tidak peduli apa motifnya. Lalu, sebuah tragedi mengubah segalanya. Adhit terluka, fisik dan batinnya rapuh. Di tengah keterpurukan itu, Riani selalu ada. Tanpa keluh kesah, tanpa menuntut, ia setia merawat dan mendampingi. Kehadirannya yang dulu diabaikan, perlahan berubah menjadi sesuatu yang Adhit harapkan. Adhit mulai memperhatikan Riani, melihat sisi-sisi dirinya yang tak pernah ia pedulikan sebelumnya. Yang paling mengusik, hatinya mulai bergejolak setiap kali ada pria lain yang menatap Riani terlalu lama. Rasa itu datang tiba-tiba: cemburu. Ia mencoba menolaknya, namun semakin ia melawan, semakin kuat keinginan untuk memiliki Riani seutuhnya. Adhit tak tahan lagi. Ia pun memulai pergerakan, berusaha keras menghancurkan batas yang selama ini justru ia ciptakan, dan mencoba menembus ketenangan Riani yang misterius. Akankah Adhit berhasil meruntuhkan 'tembok' di antara mereka, ataukah ia sudah terlambat menyadari perasaannya?”
1 Bab 1 Pernikahan ini omong kosong2 Bab 2 Adhit benci akhir pekan3 Bab 3 Adhit merasa tertekan4 Bab 4 semakin tidak nyaman5 Bab 5 Tidak ada skandal6 Bab 6 rumah sakit dua tahun lalu7 Bab 7 Rasa bersalah8 Bab 8 Adhit harus tampil sempurna9 Bab 9 Setelah makan malam10 Bab 10 kesepakatan11 Bab 11 pengorbanan terbesar12 Bab 12 digantikan oleh kenyataan13 Bab 13 Bukan pernikahan kontrak yang kaku dan dingin14 Bab 14 Kabar kehamilan Riani15 Bab 15 Enam bulan pertama16 Bab 16 menjadi balita cerdas17 Bab 17 kepribadian yang serius18 Bab 18 menemukan Adhit di ruang kerjanya19 Bab 19 Riani menjalani peran sebagai CEO20 Bab 20 Sebagai anak tunggal21 Bab 21 melepaskan semua jabatan