icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang

Bab 14 Kabar kehamilan Riani

Jumlah Kata:1299    |    Dirilis Pada: 26/11/2025

, tapi kali ini, getarannya menyenangkan, membawa euforia. Malam itu, Adhit tidak bisa tid

al di perut Ibu, ya. Ibu i

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
Bukan Cinta, Hanya Perjanjian Utang
“Adhitama tak pernah memilih pernikahan ini. Dia hanyalah pion dalam permainan keluarga, dipaksa menikahi seorang wanita bernama Riani seorang janda yang nyaris tak ia kenal. Sejak hari pertama, Adhit sudah memasang dinding es. Ia bersikap dingin, menjaga jarak, dan berharap Riani mengerti: ia tak pernah menginginkan wanita itu di sisinya. Namun, Riani terlalu tenang, terlalu menerima seolah sikap dingin Adhit tak mampu menyentuh perasaannya sedikit pun. Awalnya, Riani setuju menjadi 'pengantin pengganti' karena terdesak untuk membalas budi. Adhit tidak peduli apa motifnya. Lalu, sebuah tragedi mengubah segalanya. Adhit terluka, fisik dan batinnya rapuh. Di tengah keterpurukan itu, Riani selalu ada. Tanpa keluh kesah, tanpa menuntut, ia setia merawat dan mendampingi. Kehadirannya yang dulu diabaikan, perlahan berubah menjadi sesuatu yang Adhit harapkan. Adhit mulai memperhatikan Riani, melihat sisi-sisi dirinya yang tak pernah ia pedulikan sebelumnya. Yang paling mengusik, hatinya mulai bergejolak setiap kali ada pria lain yang menatap Riani terlalu lama. Rasa itu datang tiba-tiba: cemburu. Ia mencoba menolaknya, namun semakin ia melawan, semakin kuat keinginan untuk memiliki Riani seutuhnya. Adhit tak tahan lagi. Ia pun memulai pergerakan, berusaha keras menghancurkan batas yang selama ini justru ia ciptakan, dan mencoba menembus ketenangan Riani yang misterius. Akankah Adhit berhasil meruntuhkan 'tembok' di antara mereka, ataukah ia sudah terlambat menyadari perasaannya?”
1 Bab 1 Pernikahan ini omong kosong2 Bab 2 Adhit benci akhir pekan3 Bab 3 Adhit merasa tertekan4 Bab 4 semakin tidak nyaman5 Bab 5 Tidak ada skandal6 Bab 6 rumah sakit dua tahun lalu7 Bab 7 Rasa bersalah8 Bab 8 Adhit harus tampil sempurna9 Bab 9 Setelah makan malam10 Bab 10 kesepakatan11 Bab 11 pengorbanan terbesar12 Bab 12 digantikan oleh kenyataan13 Bab 13 Bukan pernikahan kontrak yang kaku dan dingin14 Bab 14 Kabar kehamilan Riani15 Bab 15 Enam bulan pertama16 Bab 16 menjadi balita cerdas17 Bab 17 kepribadian yang serius18 Bab 18 menemukan Adhit di ruang kerjanya19 Bab 19 Riani menjalani peran sebagai CEO20 Bab 20 Sebagai anak tunggal21 Bab 21 melepaskan semua jabatan