icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kau Menebar Dusta di Hatiku

Bab 3 membuat hatinya penat

Jumlah Kata:1865    |    Dirilis Pada: 26/10/2025

tangannya menelusuri rumput basah yang menempel di jari. Ia merasa lelah, tapi tidak hanya lelah secara fisik. Tekanan dari minggu-ming

menata dokumen, tapi juga memastikan setiap detail: kursi rapi, lampu menyala, hingga parfum yang dipakai Rafly harus tercium samar di udara. Li

Pintu terbuka, aroma maskulinnya langsung menusuk hidung Liyana. Pria itu berdiri

rkadang, kesalahan kecil membuat perbedaan besar," u

, Pak," jawabnya, meski jantungnya berdegup kencang. S

Sentuhan itu singkat, tapi cukup membuat seluruh tubuh Liyana bereaksi. Ia me

y melanjutkan, matanya menelusuri ekspresi Liyana. "

lah bagian dari godaan yang Alvin minta, tapi hatinya menolak untuk hanya

pi, wajahnya memancarkan kesempurnaan yang menakutkan

-akhir ini," Nadya mulai, suaranya dingin tapi terkend

um. "Hanya memastikan semuanya si

itu adalah ancaman terselubung. Ia kembali menata dokumen, namun hatinya tidak tenang. Nadya semakin cu

ap kota yang dipenuhi lampu-lampu kecil. P

mulai merasa ingin mendekatimu, lebih dari

tugasnya untuk menipu Rafly demi uang dan hutang keluarga, dan perasaan yang tumbuh seiring wa

lampu gantung menyorot wajah-wajah tersenyum tapi penuh kepura-puraan. Liyana sibuk melayani tamu, me

uhnya. Pandangannya beberapa kali bertemu dengan Liyana. Ada intensitas di mata itu

ly tidak terlalu dekat denganmu malam ini," Nadya berbis

ya mulai menunjukkan sikap protektif yang lebih int

Liyana. "Kamu terlihat berbeda malam ini," katanya,

kin lama ia berada dekat Rafly, semakin sulit menahan diri. Setiap sen

ly mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit tentang proyek baru. Rafly sibuk menjawab, tapi tangannya ses

i ini di ruang tamu yang hampir kosong. "Liyana, kamu tahu... aku menghargai ketelitianmu. Tapi ad

a itu bukan sekadar pujian. Ada dominasi, ada godaan

lvin yang diselipkan di tasnya. Uang tunai tid

gan biarkan Nadya atau orang lain mengga

adapi semakin besar. Setiap langkah yang ia ambil bisa berakib

jelas-menyentuh tangan Liyana saat memberikan dokumen, memanggil namanya dengan nada rendah yan

i adanya jarak yang semakin dekat antara Liyana dan Rafly. Liyana harus berp

lagi bisa membedakan antara misi dan perasaan. Setiap kali Rafly menatapnya,

menyentuh wajahnya, dan ia menutup mata sejenak, mencoba menenangkan diri. Tapi hatinya memberon

akin sulit baginya untuk mundur. Setiap langkah membawa risiko, se

enguji moral, hati, dan keb

jendela dapur, menatap jalanan yang basah karena hujan semalam. Di tangannya, secangkir kopi hampir dingin, tapi pikirannya tidak tentang

an, dari sudut mata Rafly yang tajam, dari senyum Nadya yang dingin, dan da

dasi, memastikan semuanya sesuai dengan standar rumah tangga mereka yang sempurna. Liyana tahu ini bukan sekadar pekerjaan r

a langkahnya. Rafly masuk tanpa mengetuk, aroma maskulinnya m

uaranya rendah tapi tegas. "Tapi aku

tersenyum tipis, pandangannya menembus pikirannya. Ada sesuatu dalam sorot

rapat hari ini," Rafly melanjutkan, menaruh jas dan

tua, sambil merasakan sentuhan Rafly yang tidak disengaja saat ia menaruh jas di bahunya.

bantu," kata Rafly, matanya menyala de

stikan semua siap sebelum aku kembali," katanya singkat, lalu pergi. Senyum tipisnya tidak

ang tamu, menata buku dan dokumen ketika p

arus mulai merasakan ketertarikan

tnya tetap berada di jalur berbahaya ini, tapi perasaannya mulai memberon

engan ketajamannya dalam negosiasi. Kehadiran Aditya membuat atmosfer rumah lebih tegang. Rafly sibuk

ya singkat. "Kamu baru di sini, ya?" tanyanya san

yang muncul-Aditya memberikan aura yang berbeda, dan Liyana m

a gelas minum. "Jangan terlalu tegang," ucapnya rendah, membuat Liyan

pu meja menyorot wajahnya yang tegas. "Liyana, aku ingin jujur padamu," kata Rafly. "Ada

pi juga membuat hatinya bergetar. Ia tahu, setiap kali Rafly berbica

suaranya dingin. "Ada kedekatan antara kamu dan Rafly yang tidak biasa. Aku ingin kamu be

a itu bukan ancaman kosong; ada makna tersembunyi yan

nya, ponsel bergetar lag

ikan. Jangan biarkan Nadya meng

n konflik yang semakin kompleks: tekanan Nadya, godaan Rafly, dan tuntutan Alvin. Ia

lien besar. Ia bekerja lebih dekat dari biasanya, duduk di kursi di sebelah Liyana. Tangan mereka sering be

langsung. "Aku ingin melihat bagaimana kamu berpi

kadar permintaan profesional; ada intensitas, ada domin

hnya, tapi ia tidak merasakan ketenangan. Hatanya penuh pertanyaan dan kebingungan. Ra

tau misi. Ini tentang hatinya sendiri, tentang godaan yang semakin nyata,

Rafly, setiap tatapan Nadya, setiap pesan Alvin, membawa Liy

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kau Menebar Dusta di Hatiku
Kau Menebar Dusta di Hatiku
“Liyana bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman Rafly dan Nadya, pasangan suami istri yang rumah tangganya nyaris hancur. Semua bermula ketika Liyana secara tidak sengaja menyaksikan perselingkuhan Nadya. Situasi itu membuatnya terjerat dalam sebuah misi rahasia dari Alvin, selingkuhan Nadya, yang ingin Liyana menggoda Rafly-tanpa sepengetahuan Nadya, yang masih menolak menceraikan suaminya. Uang besar yang ditawarkan Alvin begitu menggoda. Liyana, yang menanggung hutang ayah dan kakaknya, tak mampu menolak. Dari titik itu, hidup Liyana mulai berubah. Perlahan, ia mendekati Rafly dengan sikap menggoda, meski awalnya hanya pura-pura. Namun, keluguan dan ketidaktahuannya tentang dunia Rafly justru membuat pria itu mudah terpikat. Tak lama kemudian, Liyana menjadi sosok yang diam-diam mengisi malam-malam Rafly dengan gairah yang tersembunyi. Hari-hari Liyana dipenuhi campuran rasa takut, cemas, dan kenikmatan yang memacu adrenalin. Rahasia demi rahasia terbongkar, dan godaan Rafly yang dominan serta misterius membuat hati Liyana semakin terombang-ambing. Mampukah Liyana menahan perasaannya? Apakah ia bisa tetap kuat menghadapi Rafly, pria yang penuh kendali dan rahasia? Seharusnya Liyana tahu sejak awal bahwa dirinya tidak seharusnya masuk terlalu dalam ke dalam dunia Rafly.”
1 Bab 1 suara yang tidak asing baginya2 Bab 2 rumah terasa berbeda3 Bab 3 membuat hatinya penat4 Bab 4 memeriksa semua ruangan rumah secara acak5 Bab 5 gedung tua terus terbayang6 Bab 6 Bagaimana aku bisa keluar dari pusaran ini 7 Bab 7 Galih menunggu8 Bab 8 ditemukannya9 Bab 9 mengakhiri semuanya10 Bab 10 mereka berpindah tempat11 Bab 11 Pria berjas hitam12 Bab 12 semalaman tak tidur13 Bab 13 Dia mungkin yang memulai semua ini14 Bab 14 Semua rahasia yang kita temukan15 Bab 15 menghubungi anak buahnya16 Bab 16 membiarkan ini terus berlangsung17 Bab 17 Ini akan memberi kita sedikit waktu18 Bab 18 menenangkan dibanding kepastian19 Bab 19 Semua yang kalian sayangi akan berada dalam bahaya20 Bab 20 kekacauan besar21 Bab 21 semuanya kehilangan22 Bab 22 Mereka takut23 Bab 23 kita tidak akan mampu menghentikan24 Bab 24 Rafly membuka pembicaraan25 Bab 25 kunci bertahan hidup26 Bab 26 Satu kesalahan27 Bab 27 Tidak ada ruang untuk emosi