icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ayahku, Penjahat Terbesarku

Bab 2 instingnya mengatakan sesuatu yang berbahaya

Jumlah Kata:2047    |    Dirilis Pada: 24/10/2025

berdiri di tepi jembatan tua, menatap ke bawah ke sungai yang beriak diterpa cahaya lampu jalan. Refleksi gedung-gedung tin

p gerakan Zayden, setiap tembakan yang ia lepaskan, setiap tatapan yang membuatnya tidak bisa menatap wajahnya te

selalu menenangkan sekaligus mengusik pikirannya. Ia menutup mata, mencoba meredam rasa penasaran tentang Kaela, tapi pesa

i kamu. Jangan lengah." Suara di layar ponsel itu singkat, dingin, tanpa nama. Ia

menutupi wajah. Tujuan malam ini: sebuah klub bawah tanah yang menjadi sarang informan jaringan kriminal internasio

i video. Semua orang fokus pada angka, strategi ekspansi, dan target profit, tapi pikirannya mengembara. Ga

agi, tapi kali ini dalam situ

ektronik yang memekakkan telinga bercampur dengan aroma asap rokok dan parfum mahal. I

nya, wajahnya tertutup hoodie. "Kamu ba

terdengar biasa, tapi matanya tidak berhenti menilai gerakan pria itu. Ia

mencari hiburan malam. Matanya menyapu seluruh ruangan, mendeteksi pola perilaku orang-or

mereka bertemu secara tak sengaja di lorong gelap menuju VIP lounge. Kaela ter

ncaman. Tanpa disadari, mereka telah berada di jalur yang sama, tapi dengan tujuan yang berbeda. Kaela ingin

mendekat, beberapa pria bertopeng menyerbu, menyasar gadis itu. Kaela bereaksi cepat, melompat ke sam

panjang, ia melesat ke depan, memukul dan menendang musuh-musuh itu dengan ketepatan mematikan. Selama

basah oleh keringat dan debu, hati berdebar. "Kamu selalu muncul di te

u memilih tempat yang tepat," jawabnya rendah. Tapi ada sesuatu yang belum ia

. Hujan mulai turun lagi, menutupi jejak mereka di jalanan sempit. Kaela berjalan di

au tahu... jika aku tahu identitasmu sebenarnya,

dungimu, meski aku seharusnya memburu dirimu," jawabnya. Kedua kalimat itu membawa makna y

Monolog batin Kaela bergema: Aku tidak boleh mempercayainya. Tapi... ada sesuatu t

bagai target. Tapi jika dia musuh, aku harus menyiapkan diri. Dan..

ata yang diperoleh. Di tengah hujan yang semakin deras, Kaela dan Zayden haru

forman. Di dalamnya ada foto-foto rahasia yang tidak hanya menunjukkan aktivitas jaringan kriminal

ntara Zayden berdiri di belakangnya, melihat layar yang sama. Ia merasakan jantungnya berhenti seje

ecil, yang wajahnya samar tapi sangat familiar. Kaela menunduk, napasny

lisan muncul dalam be

i sekitarmu. Tapi nyatanya, yang kau car

adar pertarungan atau ketegangan biasa. Ada rahasia yang lebih b

ran adalah orang yang bisa menghancurkan dunianya, atau justru kunci dari rahasia yan

enutupi rahasia yang lebih ge

buat langkahnya terasa lebih tegang. Ia menatap gedung tinggi yang menjulang di depannya, markas baru jaringan kriminal internasional

nya lebih tinggi. Zayden, pria yang selalu muncul dalam pikirannya, kini entah ada di sisi mana-musuh atau sekut

gedung yang sama. Sensor dan kamera pengintai yang dipasang di sekeliling gedung menunjukkan aktivi

amanan yang sengaja dibuat agar terlihat menakutkan. Tetapi bagi Kaela, itu hanyalah permainan k

seolah mengawasi setiap langkahnya. Ia berhenti sejenak di sudut, mendengar suara langkah sepatu. Intu

hnya kaku, siap menghadapi bahaya. Matanya tajam menelusuri gerakan Kaela, dan kali ini, ia tidak bisa mengabaikan kenyat

njadi ujian besar-bukan hanya kemampuan fisik, t

a merasakan tangan yang dingin memegang pistol, tapi bukan miliknya. Zayden muncul di sampingnya, senyumnya

n kau selalu muncul untuk menghentikanku,"

mereka tampak seperti monster yang bergerak di lorong. Kaela dan Zayden saling

an pipa. Saat itu, monolog batin Kaela muncul: Aku tidak bisa mempercayainya sepen

dari yang kukira. Tapi jika dia benar-benar musuh, aku

monitor dan berdiskusi. Kaela mengangkat tangan, mengisyaratkan Zayden untuk menyerang. Dalam sinkronisasi sempurna, mereka bergerak: Kaela m

un Zayden, berdiri di belakangnya, menatap layar dengan mata melebar. Beberapa file menunjukkan jaringan krimina

apatkan bisa menghancurkan Zayden, atau sebaliknya, me

au sadar apa yang kau pegang sekarang?" tanyanya pelan

Kaela dan Zayden saling bertatapan satu detik penuh, lalu bergerak. Tembakan dilepaskan, ledakan kecil menghan

al, keringat menetes. Kaela menatap Zayden, perasaan yang campur aduk mun

kan kode terenkripsi terakhir dan membuka folder yang tersembunyi. File itu menampilkan rekaman video-sosok seorang anak

. Ia mengenali anak itu. Bagaimana mungkin..

mereka bertemu. "S

rkan sirine dan layar komputer menampilkan peringatan: "Intrusi

n baru, lebih besar dari mereka berdua. Kaela menunduk, monolog batin muncul: Anak itu... bagaima

Kita harus keluar dari sini sekarang. Dan... kita harus

ar malam itu muncul di pintu keluar: dua mobil hitam menutup jalan mereka, dan dari dalamnya, muncul sosok yang tidak mere

peng, suara dalamannya menggetarkan: "Selamat datang, R

auh lebih berbahaya dari yang pernah dibayangkan. Dan anak kecil yang muncul di f

n kesadaran bahwa pertarungan, pengkhianatan, dan perasaan yang mulai tumbuh

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ayahku, Penjahat Terbesarku
Ayahku, Penjahat Terbesarku
“Ada banyak orang yang mencoba menarik perhatiannya, tapi tidak satu pun yang berhasil menembus dinding hatinya. Hingga suatu malam, di sebuah pesta megah yang dipenuhi lampu gemerlap dan musik berdentum, matanya tertumbuk pada seorang gadis yang menari dengan liar dan penuh semangat di tengah keramaian. Zayden Alaric Veyra, pemuda tampan yang namanya kini menjadi buah bibir di kalangan pebisnis dan investor. Meski masih muda, ia telah berhasil memperluas kerajaan bisnisnya hingga ke luar negeri, memikat semua orang dengan kepintaran dan ketajaman strateginya. Banyak yang mengagumi wajah tampan dan ketegasan sikapnya, namun tidak ada satu pun yang tahu bahwa di balik semua itu, Zayden adalah sosok yang ditakuti di dunia gelap-pemimpin sebuah organisasi kriminal internasional dengan julukan 'Raven'. Tubuhnya tinggi dan atletis, rahang tegasnya menandakan keteguhan, sementara sorot matanya yang dingin mampu menembus kebohongan siapapun. Wanita-wanita cantik telah ia rangkul dalam berbagai malam yang singkat, tapi hatinya tetap kosong. Hingga malam itu, di tengah musik yang memekakkan telinga dan lampu yang menari-nari di sekelilingnya, ia merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihat gadis itu. Gadis itu, dengan rambut hitam panjang yang tergerai dan mata yang berkilau penuh misteri, tampak bebas, mengekspresikan dirinya di lantai dansa seakan dunia miliknya sendiri. Ia memiliki aura yang tak bisa dijelaskan, dan Zayden merasa hatinya ditarik tanpa bisa menolaknya. Namun kenyataannya, keduanya sama-sama menyembunyikan identitas asli mereka. Gadis itu, yang dikenal di lingkaran tertentu sebagai Kaela Seraphine, bukan sekadar pengunjung pesta biasa. Ia juga berasal dari dunia gelap yang sama dengan Zayden. Tidak ada yang tahu bahwa Kaela tengah menjalankan misi untuk memburu sosok yang selama ini dikenal sebagai 'Raven'-dan Zayden-lah targetnya. Takdir mempermainkan mereka ketika suatu misi membawa mereka bersua tanpa sengaja. Kejar-kejaran, konfrontasi, dan kebenaran yang perlahan terbuka membuat keduanya berada di persimpangan yang rumit: di satu sisi mereka sudah merasakan getaran perasaan yang nyata; di sisi lain, dunia mereka memaksa mereka untuk saling membunuh. Bagaimana jika rasa ketertarikan dan rahasia gelap ini bertabrakan? Akankah mereka menyerah pada perasaan ataukah identitas mereka akan menghancurkan segalanya sebelum sempat memulai?”
1 Bab 1 menikmati malam yang dipenuhi tawa2 Bab 2 instingnya mengatakan sesuatu yang berbahaya3 Bab 3 meninggalkan gedung4 Bab 4 foto seorang anak perempuan kecil5 Bab 5 Kau datang tanpa memberitahu6 Bab 6 Dia baru saja lolos dari jebakan7 Bab 7 menangis di tengah ruangan8 Bab 8 ada sesuatu di aura pria itu yang membuat tubuh Callista merinding9 Bab 9 kepercayaan diri10 Bab 10 menahan rasa cemas11 Bab 11 Kau bukan manusia biasa12 Bab 12 memikirkan rencana13 Bab 13 Aura gelap yang semalam tampak samar14 Bab 14 Di ruang latihan15 Bab 15 Tahan energi kalian!16 Bab 16 Rasa takut17 Bab 17 Bagaimana jika aku gagal18 Bab 18 membuktikan sesuatu malam ini19 Bab 19 lebih licik20 Bab 20 membahayakan teman-teman21 Bab 21 rencana22 Bab 22 perasaan yang selalu hadi23 Bab 23 Apapun yang terjadi