Yayat Supriyatna
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Yayat Supriyatna
Ayahku, Penjahat Terbesarku
Romantis Ada banyak orang yang mencoba menarik perhatiannya, tapi tidak satu pun yang berhasil menembus dinding hatinya. Hingga suatu malam, di sebuah pesta megah yang dipenuhi lampu gemerlap dan musik berdentum, matanya tertumbuk pada seorang gadis yang menari dengan liar dan penuh semangat di tengah keramaian.
Zayden Alaric Veyra, pemuda tampan yang namanya kini menjadi buah bibir di kalangan pebisnis dan investor. Meski masih muda, ia telah berhasil memperluas kerajaan bisnisnya hingga ke luar negeri, memikat semua orang dengan kepintaran dan ketajaman strateginya. Banyak yang mengagumi wajah tampan dan ketegasan sikapnya, namun tidak ada satu pun yang tahu bahwa di balik semua itu, Zayden adalah sosok yang ditakuti di dunia gelap-pemimpin sebuah organisasi kriminal internasional dengan julukan 'Raven'.
Tubuhnya tinggi dan atletis, rahang tegasnya menandakan keteguhan, sementara sorot matanya yang dingin mampu menembus kebohongan siapapun. Wanita-wanita cantik telah ia rangkul dalam berbagai malam yang singkat, tapi hatinya tetap kosong. Hingga malam itu, di tengah musik yang memekakkan telinga dan lampu yang menari-nari di sekelilingnya, ia merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihat gadis itu.
Gadis itu, dengan rambut hitam panjang yang tergerai dan mata yang berkilau penuh misteri, tampak bebas, mengekspresikan dirinya di lantai dansa seakan dunia miliknya sendiri. Ia memiliki aura yang tak bisa dijelaskan, dan Zayden merasa hatinya ditarik tanpa bisa menolaknya.
Namun kenyataannya, keduanya sama-sama menyembunyikan identitas asli mereka. Gadis itu, yang dikenal di lingkaran tertentu sebagai Kaela Seraphine, bukan sekadar pengunjung pesta biasa. Ia juga berasal dari dunia gelap yang sama dengan Zayden. Tidak ada yang tahu bahwa Kaela tengah menjalankan misi untuk memburu sosok yang selama ini dikenal sebagai 'Raven'-dan Zayden-lah targetnya.
Takdir mempermainkan mereka ketika suatu misi membawa mereka bersua tanpa sengaja. Kejar-kejaran, konfrontasi, dan kebenaran yang perlahan terbuka membuat keduanya berada di persimpangan yang rumit: di satu sisi mereka sudah merasakan getaran perasaan yang nyata; di sisi lain, dunia mereka memaksa mereka untuk saling membunuh.
Bagaimana jika rasa ketertarikan dan rahasia gelap ini bertabrakan? Akankah mereka menyerah pada perasaan ataukah identitas mereka akan menghancurkan segalanya sebelum sempat memulai? Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
Romantis Tidak semua badai hadir dengan amarah. Beberapa
datang dengan senyum hangat, aroma kopi yang samar di udara, dan sentuhan ringan pada lengan seseorang... cukup untuk mengacak ketenangan yang selama ini terasa stabil.
Aluna muncul layaknya angin musim semi-ceria, penuh energi, dan sulit untuk diabaikan. Seorang wanita muda dengan tutur kata yang manis, percaya diri yang meluap, dan mata yang menyimpan kisah-kisah tak terucap. Ia hidup tanpa batas, menapaki setiap hari dengan kebebasan yang menular. Ia bukan perempuan biasa.
Aluna adalah cucu kesayangan Hartawan, seorang taipan dengan kerajaan bisnis yang menjulang. Tumbuh dalam kemewahan, dimanja sejak kecil, dan dipersiapkan menjadi pewaris utama keluarga. Aluna percaya pada satu hal: ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan... termasuk mencairkan hati seorang pria dewasa yang terkenal dingin dan sulit didekati.
Sementara itu, Reyhan menjalani hidupnya dengan aturan yang ketat. Rapi, teratur, disiplin-seperti tumpukan dokumen yang tersusun rapi di mejanya. Dengan usia matang dan pengalaman yang membentuk karakternya, ia menjaga jarak dari segala bentuk godaan-setidaknya itulah keyakinannya selama ini. Anda mungkin suka
Pemuas Nafsu Keponakan
kodav Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel
Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku.
Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini.
Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku.
Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis.
Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai? Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat." Madu Untuk Istriku
bundaRey "Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni.
"Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu.
Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya.
"InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana?
"Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani.
"Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar.
"Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu.
"Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni.
Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani.
"Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab.