icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hancur Karena Cinta yang Berkhianat

Bab 2 kamu makan belum

Jumlah Kata:1817    |    Dirilis Pada: 09/10/2025

sana. "Hai, Nak... ibu di sini," bisiknya lembut sambil mengelus perutnya. Senyu

lum masuk. "Aluna... kamu makan be

a," jawab Aluna sambil

ya menelusuri ekspresi Aluna. "Ka

r. "Aku... akan baik-baik saja.

aku mau bantu apa pun yang kam

ina. "Terima kasih, Di

. Ia ingin udara segar, ingin mendengar suara anak-anak bermain. S

wa dan berlari. Gerakan kecil di perutnya membuatnya

a melihat foto-foto gadis kecil yang duduk di pang

sa... bersalah?"

tuk pintu. "Pak Raka, ad

t alis. "Telep

gguk. "Ya, Pak. Se

jang. Ia menekan tombol

embut tapi tegas. "Aku hanya ingin mema

jenak. "Bata

. Aku ingin anak ini lahir dalam ketenanga

ata sejenak. "

cil itu lagi, merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya-se

pemeriksaan rutin. Ia duduk di ruang tunggu, tan

in sehat," kata dokt

yum tipis di wajahnya

elpon Dina. "Din... janin

ndengarnya," jawab Dina. "Kamu

ahagiaan, harapan, dan rasa sakitnya terhadap Raka. Ia menutup buku, menarik n

sendirian. Ia menatap gelas kopi yang hampir tak tersentuh. G

ya. "Ini bukan anakku... tapi aku mer

mpiri. "Pak Raka, kenapa wajah

anya... pikiranku k

dela. Lampu kota mulai menyala, tapi hatinya gelap. Ia menyadari satu

ajari cara merawat anak, dan menyesuaikan jadwal kerja agar lebih fleksibel. Setiap malam, ia be

n langkahnya untuk mengakui semuanya. Namun setiap kali melihat foto atau mendengar cerita tentang Aluna, hatinya sak

ong bayinya. Mereka berbicara sebentar, berbagi pengalaman, dan Aluna merasa se

berat, tapi juga indah. Kamu akan m

enyum kecil. "Iya... aku aka

. Ia menelepon asistennya. "Cari tahu jadwal Alu

. "Pak Raka, apa

alah. Itu saja," jawab Raka dengan s

. Ia merasa damai, tapi tetap waspada. "Ibu dan kamu... kita aka

keputusan yang ia ambil kini tidak bisa kembali. Anak Aluna, yang belu

h ada waktu untuk memperbaiki semuanya? A

Ia merasa lelah, tapi hatinya tenang. Ia tahu, apapun yang terjadi, ia a

di mana:Aluna mulai menghadapi tantangan fi

uru dan bersalah ketika meliha

uncul di kantor mulai menjadi pemicu ko

sa. Sesekali ia menahan napas ketika kontraksi ringan muncul, dan setiap kali itu terjadi, hatinya campu

asuk. "Aluna... kamu terl

Sudah, Din. Hanya saja..

batnya yang pucat tapi tegar. "Kamu harus is

in. Anak ini butuh ibu yang kuat. Lagipula, ak

dirian bukan berarti harus menanggung semua

karang adalah waktunya untuk berdiri sendiri, menghadapi dun

k di bangku kayu, menatap anak-anak bermain. Ada satu gadis kecil yang menarik perhatiannya-tinggi kecil,

sengaja melalui pesan teman kantor. Matanya membesar, jantungnya berdetak lebih cepat. Ada rasa cembu

amnya. "Ini bukan anakku... tapi hat

sahan. Sekarang rasa bersalah itu menghantui setiap detik hidupnya. Ia mulai merin

using dan mual menyerangnya tiba-tiba. Ia jatuh terduduk di lantai, tangan menekan peru

dokter. Ini tidak no

ya. "Aku baik-baik saja, D

u keras pada dirimu sendiri.

sakit, tapi juga tekadnya untuk tetap kuat. Setiap kata yang ditulis

tu lagi, mencoba mengingat setiap gerakan yang pernah ia lihat di kantor. Ia merasa sesuatu

emeriksa tekanan darah dan detak jantung janin. "Semua terlihat normal,

tantangan tidak akan berhenti. Ia harus terus

anita misterius yang selama ini sering ia lihat bersama. Ia ingin memahami lebih j

yum pada gadis kecil yang duduk di pangkuannya. Gadis itu

gambil gadis itu, membawanya menjauh, tapi ia tahu itu tidak mungkin.

u kamu ingin tahu. Tapi ini bukan waktunya untu

gadis kecil itu. "Kenapa... hatiku

hilang tidak bisa kembali begitu saja. Tapi

kuat dari janinnya. Ia menepuk perutnya dan tersen

jar menata jadwal kerja, merawat diri sendiri, dan berinteraksi dengan lingkungan sek

enelepon Aluna. "Aluna... aku

dan sakit hati. "Aku baik, Raka. Ana

. aku ingin minta maaf. A

atang terlambat, Raka. Tapi anak ini akan te

tidak bisa kembali. Ia menyadari bahwa Aluna tidak lagi tergantung padanya, bahwa kek

ng-bintang. "Ibu dan kamu... kita akan baik-bai

cemburu, dan penyesalan bercampur aduk. Ia tahu, hidup telah bergerak maju tanpa

ang dari kesendirian, dari kemampuan untuk berdiri tegak di tengah rasa sakit. Raka mulai menyadari bahwa kehilang

k yang lebih besar. Suatu hari nanti, jalan mereka akan bertemu lagi, dengan semua rasa sakit, penyesalan, dan emosi y

erbisik pada janinnya, "Kita akan kuat, Na

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
“Setelah tiga tahun menjalani rumah tangga, Aluna memutuskan untuk hamil. Selain karena sang suami, Raka, yang terus memintanya, Aluna juga merasa kariernya kini telah berada di puncak dan waktunya tepat untuk membangun keluarga. Saat kehamilan itu benar-benar terjadi, Aluna bersemangat untuk memberikan kejutan. Ia berniat datang ke kantor Raka untuk mengabarkan kabar bahagia itu secara langsung. Namun, apa yang ia lihat di kantor benar-benar mengguncang hatinya. Di ruang kerja Raka, ia menemukan suaminya sedang duduk bersama seorang wanita berparas lembut, sementara seorang gadis kecil duduk di pangkuan wanita itu, tertawa riang. Hati Aluna hancur. Namun yang lebih menyakitkan adalah kata-kata yang keluar dari mulut Raka setelah ia menyadari kehadirannya: "Kita berpisah saja," ujarnya dingin, tanpa ragu sedikit pun. Aluna tak percaya. Bagaimana mungkin Raka, yang selama ini tampak mencintainya sepenuh hati, bisa berkata begitu dengan begitu mudah? Pertanyaan yang menghantui Aluna kini adalah: apa yang akan terjadi jika suatu hari Raka mengetahui bahwa ia telah menelantarkan darah dagingnya sendiri, sementara kasih sayangnya diberikan kepada seorang anak yang tak memiliki hubungan darah dengannya?”
1 Bab 1 Memastikan pesan itu memang benar2 Bab 2 kamu makan belum 3 Bab 3 gadis kecil yang dulu ia lihat di kantor4 Bab 4 Hanya sedikit lelah5 Bab 5 waswas6 Bab 6 memeluk perutnya yang semakin besar7 Bab 7 kontraksi ringan8 Bab 8 memeluk bayi mungilnya9 Bab 9 Hari pertama mereka pulang10 Bab 10 memandangi bayi mereka11 Bab 11 mengirim pesan atau mengintai12 Bab 12 Aku merasakannya juga13 Bab 13 terungkap14 Bab 14 malam ini berbeda15 Bab 15 menguji batas16 Bab 16 Suara bayi mereka17 Bab 17 seorang anak kecil yang ceria18 Bab 18 bergantung penuh pada mereka19 Bab 19 agak muram saat bangun20 Bab 20 mengumumkan21 Bab 21 Nikmati prosesnya22 Bab 22 percayalah pada dirimu23 Bab 23 anak mereka ada gelombang perasaan24 Bab 24 melibatkan25 Bab 25 kafe yang ramai26 Bab 26 Di ruang tengah