icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Syahadat Cinta

Bab 4 Sebuah Awal

Jumlah Kata:1191    |    Dirilis Pada: 02/12/2021

u ustazah riayah tapi beliau itu lembut, aduh pokoknya

sekarang diam saja, jangan mengganggu Rania. Biarkan dia berkonsentrasi menyelesaikan pape

dari jus tiga puluh yang belum ia hafal, ia pun menghentikan kecerewetannya

nya untuk bercerita kepada Ustazah Uswah. Malam itu ia pun begadang di depan riayah untuk menyelesaikan papernya, kebetulan malam itu ada teman yang bersedia bertukar jadwal kharisatu lail den

ya aku tidak bisa menemani kamu sampa

amu ke kamar sekang dan tidur, besok

, semangat!" ucap Aulia dengan

kan ada yang harus kamu urus," ucap Rania pada

i karena mulai jaga kan jam tujuh. Pukul lima waktu presensi di riayah aku bisa titip absen ke temanku u

ebaiknya kamu batalkan semua rencana gila itu. Itu tidak baik, kalau kamu ketahuan bisa dapat hukuman. Lebih baik jangan cari masalah, tinggal satu bul

a mema

ang ingatan? Atau pura-pura

Ran?" ucap Fatma den

est house, menata makanan dan minuman untuk Ustaz Hanaf

pa tentang hal itu, sama sekali tidak menging

sekarang tidur yang manis agar be

dak mau bertemu dengan Ustaz Hanafi jadi a

n denganku. Aku kan jaga

menyuruh kamu, ka

ujian jadi tid

!" ser

ak juga kali, ini sudah mal

dengan Ustaz Hanafi. Aku takut. Ayolah kamu saja ya yang

ak akan mungkin menggigitmu kok. Lagi pula beliau kan

znya mengenalku. jadi aku takut, biasanya kalau aku pu

bertemu langsung supaya

as tidak ingin bertemu dengan Ustaz Hanafi, karena merasa kasih

iapkan semuanya tapi kamu juga harus membantu. Kamu di dapur saja tidak a

namanya Rania yang baik hati tanp

arang kamu isti

ania, tangan kanan ia letakkan diujung kening sebelah kanan, kemu

luruh wilayah PM, tepat saat itu pula paper milik Rania selesai. Ia bergegas ke gedung Al-azhar untuk membangunkan

engantuk. Namun, ia berusaha menahannya ia takut apabila tertidur. Akhirnya, ia memutuskan untuk kembali ke depan riayah, ia membereskan kertas-kertas milikn

sapa Usta

lkan ini," ucap Rania sambil

sudah s

llah sudah

dulu, belum-belum sudah menangis," Ustazah Uswah mencob

ya ke masjid dulu, sudah kamu istarahat saja dulu, j

terima kasih,"

nya yang piket dapur, ia merasa khawatir apabila kembali ke

bersama dengan Ustaz Hanafi. Saat keluar dari pintu utama guest house ia melihat Rania berjalan meninggalkan gedung pen

ah Rania, sayangnya santriwati itu terlalu serius dengan papernya sehingga tidak menyadari bahwa ada yang memperhatikannya dari jauh. Tentu saja tindakan yang dilakukan Ahda tanpa sepenge

u tunggu?" ucap Ustaz Hanafi tiba-tiba, sontak Ahda merasa terkej

tidak mengenal siapa pun di sini, ini pert

u saja tadi malam kamu bertemu dengan seseorang," ucap Ustaz Ha

i dan pikirannya, kemudian ia

u pikirkan ya Allah, ampuni hamba-Mu i

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Syahadat Cinta
Syahadat Cinta
“"Saya mulai ragu dengan perasaan yang saya rasakan. Bukan berarti saya tidak lagi mencintai Ustaz tetapi saya memiliki mimpi yang tidak mungkin bisa saya raih jika berada di dalam penjara suci," tulis Adibah Rania Zahara dalam surat yang ditulisnya. "Saya hargai semua keputusan yang kau ambil. Insyaallah hati saya ikhlas menerima keputusanmu. Ini mungkin yang terbaik," Adib Ahda Zahiri menuliskan balasan surat untuk perempuan yang telah dikhitbahnya.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Pertemuan3 Bab 3 Sebuah Masalah 4 Bab 4 Sebuah Awal5 Bab 5 Adib dan Adibah6 Bab 6 Mengganggu Hati7 Bab 7 Terpisah8 Bab 8 Pertemuan Tak Terduga9 Bab 9 Ungkapan Tak Terduga10 Bab 10 Dalam Bimbingan Allah11 Bab 11 Keputusan yang Salah 12 Bab 12 Debar Jantung13 Bab 13 Debaran Rasa14 Bab 14 Calon dari Nenek15 Bab 15 Pertemuan Kedua Keluarga16 Bab 16 Keraguan17 Bab 17 Sebuah Jawaban 18 Bab 18 Surat Kepastian19 Bab 19 Arfan Ilham Awwab20 Bab 20 Jodoh untuk Ilham I21 Bab 21 Jodoh untuk Ilham II22 Bab 22 Khumairah Faza I23 Bab 23 Khumairah Faza II24 Bab 24 Khumairah Faza III25 Bab 25 Sahabat Lama I26 Bab 26 Sahabat Lama II27 Bab 27 Keputusan28 Bab 28 Kesedihan dalam Hati29 Bab 29 Dilema I30 Bab 30 Dilema II31 Bab 31 Permintaan Terakhir I32 Bab 32 Permintaan Terakhir II33 Bab 33 33 Babak Baru34 Bab 34 Perjalanan Baru35 Bab 35 Sang Pengganggu36 Bab 36 Kesan Lain37 Bab 37 Puisi dari Seberang38 Bab 38 Awal Segalanya39 Bab 39 Awal Sebuah Kekaguman40 Bab 40 Emier Reza Alfadi41 Bab 41 Sajak42 Bab 42 Perjalanan Cinta43 Bab 43 Sajak-Sajak Cinta44 Bab 44 Epilog