icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Syahadat Cinta

Bab 3 Sebuah Masalah

Jumlah Kata:1209    |    Dirilis Pada: 02/12/2021

ada yang sibuk mengerjakan dan memperbaiki paper tugas akhir, ada yang sibuk hafalan jus tiga puluh dan surat pilihan ke ustazah pembimbing masing-masing

gas membuat paper yang berhubungan dengan Ilmu Fikih, Hadis, dan Tafsir yang tentunya ditulis dengan bahasa wajib PM, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris, santri mempunyai kebebasan untuk memilih salah satu dari dua bahasa wajib tersebut, selain menggunakan baha

luh dan surat-surat pilihan di depan taman gedung Santiniketan, t

as, kamu pikir ini hutan apa?" sungut Ran

-teriak," ucap Aulia tanpa rasa bersalah

Aulia, kemudian ia melanj

a mau bicara," Aulia men

anggu hafalan aku saja," Ran

hafalan kok, kamu dipanggil U

ah Aida? Perasaan aku tidak ad

r akhir kamu kan

erus apa hubungannya

ng bicara dengar dulu sampa

maaf

kumpulkan ke ustazahnya seminggu yang lalu dititipin ke Ustazah Aida. Lalu, karena Ustazah Aida beberapa hari yang lal

na paperku?" Mata Rania memperhatikan tubuh Aulia, menc

wah Usta

lang dari tadi?"

sudah

arus mengantarkan aku ke sana," tanpa mendengar

kan tingkah lakunya bersama Aulia. Orang itu adalah Ahda, ia duduk di

mai, namun tidak sulit bagi Ah

ba tidak enak. Ia takut apabila banyak kesalahan di paper miliknya, apa lagi besok sore adalah hari terakhir pen

gan panik," Aulia menc

amar Ustazah Aida, memang begitulah kebiasaan di PM, apabila santri ingin bertemu atau ad

ucap seorang wani

Rania, apa Ust

saya sendiri,

Ust

a kaca kamarnya, "Ini Rania, maaf ya ustazah baru memberikannya ke kamu sekarang," uc

assalammualaikum," Rania mengambil paper milikny

in karena tulisannya dicoret-coret di sisi kiri tulisan, terdapat tulisan bahasa Arab di sebelahnya yang menyatakan tulisan Rania tidak sejajar dari baris pertama hingga baris akhir halaman dua. Ia membalik halaman berikutnya dan kesalahan yang sama terlihat di halaman itu, ia mempercepat g

antuin deh, kamu tenang ya," Aul

kita kan tidak sama," uc

cap Aulia sambil menggaruk kepalanya ya

anget sih," ucap Ran

kenapa kamu menangis

Aulia pun angkat bicara dan menjelas

dong Ran pasti ada cara

ng. Selain aku harus mengulang dari awal, aku juga tidak memiliki u

Uswah saja, bagai

h? Untuk apa?

us kita minta tolong Ustazahnya menjadi ustazah p

ang bagus," Au

ahnya marah?

a pembimbing dulu dan paper kamu bisa dikum

pun menarik tangan Rania untuk ikut bersamanya ke kamar Ust

ke arah tiga santri yang berjalan berdampingan, pandangannya tertuju pada santri berjubah merah muda yang berjalan di tengah, diapit kedua temannya. Meski tidak

Hanafi menegur Ahda ya

api ternyata setelah saya perhatikan lagi bukan orang yang saya kenal," ucap Ahda

u sedang memperhatikan sa

terkejut dengan ucapan Ustaz Hanaf

glah jangan dipikirkan saya hanya bercanda!" ucap Ustaz Ha

ar kamu sedang memperha

i tertawa menyaksikkan sikap pria yang ada di hadapannya itu, Ahda pun menyada

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Syahadat Cinta
Syahadat Cinta
“"Saya mulai ragu dengan perasaan yang saya rasakan. Bukan berarti saya tidak lagi mencintai Ustaz tetapi saya memiliki mimpi yang tidak mungkin bisa saya raih jika berada di dalam penjara suci," tulis Adibah Rania Zahara dalam surat yang ditulisnya. "Saya hargai semua keputusan yang kau ambil. Insyaallah hati saya ikhlas menerima keputusanmu. Ini mungkin yang terbaik," Adib Ahda Zahiri menuliskan balasan surat untuk perempuan yang telah dikhitbahnya.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Pertemuan3 Bab 3 Sebuah Masalah 4 Bab 4 Sebuah Awal5 Bab 5 Adib dan Adibah6 Bab 6 Mengganggu Hati7 Bab 7 Terpisah8 Bab 8 Pertemuan Tak Terduga9 Bab 9 Ungkapan Tak Terduga10 Bab 10 Dalam Bimbingan Allah11 Bab 11 Keputusan yang Salah 12 Bab 12 Debar Jantung13 Bab 13 Debaran Rasa14 Bab 14 Calon dari Nenek15 Bab 15 Pertemuan Kedua Keluarga16 Bab 16 Keraguan17 Bab 17 Sebuah Jawaban 18 Bab 18 Surat Kepastian19 Bab 19 Arfan Ilham Awwab20 Bab 20 Jodoh untuk Ilham I21 Bab 21 Jodoh untuk Ilham II22 Bab 22 Khumairah Faza I23 Bab 23 Khumairah Faza II24 Bab 24 Khumairah Faza III25 Bab 25 Sahabat Lama I26 Bab 26 Sahabat Lama II27 Bab 27 Keputusan28 Bab 28 Kesedihan dalam Hati29 Bab 29 Dilema I30 Bab 30 Dilema II31 Bab 31 Permintaan Terakhir I32 Bab 32 Permintaan Terakhir II33 Bab 33 33 Babak Baru34 Bab 34 Perjalanan Baru35 Bab 35 Sang Pengganggu36 Bab 36 Kesan Lain37 Bab 37 Puisi dari Seberang38 Bab 38 Awal Segalanya39 Bab 39 Awal Sebuah Kekaguman40 Bab 40 Emier Reza Alfadi41 Bab 41 Sajak42 Bab 42 Perjalanan Cinta43 Bab 43 Sajak-Sajak Cinta44 Bab 44 Epilog