icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

Bab 3 memperhatikan Keira

Jumlah Kata:911    |    Dirilis Pada: 16/08/2025

h masih tertinggal di udara, bercampur dengan harum dedaunan yang disapu embun. Almira ber

saja, jangan kebanyakan," p

mbor kecil berwarna merah muda. "Aku mau tanam

ar-benar polos, tidak tahu bahwa rumah ini sebenarnya tida

g sedang merapikan ruang tamu melangkah ke pintu. Seorang

nya sopan. "Saya ingin bicara dengan orang tua muri

angkah tegas terdengar dari arah tangga. Adrian muncul, mengenakan kemeja put

ira ikut mewakili sekolah dalam lomba menggambar. Tapi lom

lmira, lalu kembali ke guru itu.

Keira yang tiba-tiba muncul dari arah dap

beralih ke Almira, dingin

astikan semua sesuai jadwal. Jangan

k kecil. "Yeay! Tante,

ambar di ruang tamu. Keira memilih tema bunga dan kupu-kupu,

atikan mereka, tapi ia tidak mengucapkan apa pun. Namun, Almi

ka bertiga makan malam di luar. "Sekali aja, Pa. Kit

nya lama, lalu mengh

dengan suasana hangat dan penerangan redup. Almira

menunjuk berbagai hidangan yang ingin dicoba. Ad

pesan sendiri?"

u pilih, Papa ikut

nyata selalu menuruti keinginan Keira, setidaknya yang tidak berlebihan.

atihan menggambar di sekolah, dan Adrian menanggapi dengan anggukan atau k

at ke meja mereka. "Adrian Elvano? Wah, sudah lama sekali

jabat tangan. "Pak Herma

arah Almira dan Keira.

n, berharap ada jawaban yang t

gangguk si

tetap saja membuat Almira merasa

tertidur di kursi belakang. Adrian fokus menyetir, sement

ra pelan, "kau tidak perlu bilan

ih mudah daripada menjelaskan kenyat

meski alasannya logis, ucapann

k dengan kostum dan perlengkapan menggambar. Almira menda

ang familiar terdengar di belakang

di sana, membawa tas kecil beri

anya Almira, se

uk Keira," jawab

k ayahnya. "Pa, liha

Ia berdiri agak jauh, tapi matanya selalu mengikuti Keira.

a, Adrian tersenyum tipis-senyum pertam

ra sibuk memeluk pialanya

ita makan malam di rumah, aku aka

ubah hari ini, walau kecil. Mungkin bukan kehangatan penuh, tapi se

jalan ke dapur untuk mengambil air. Ia men

sih sudah datang,"

ata, "Jangan salah sangka. Aku melak

pi tetap saja, itu berarti sesua

wajah, tapi Almira melihat ada sesuatu di

di ruang tamu, telepon rumah berdering. Ia mengangk

h ia lihat di halaman rumah Adrian, terdengar manis

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
“Almira terpaksa menikahi ayah dari murid les privatnya, Adrian Elvano, setelah sebuah insiden tak terduga membuat mereka kedapatan tidur bersama dalam satu kamar hotel. Kejadian itu murni salah paham, namun Mami dan nenek Adrian bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga adalah dengan menikahkan mereka. Adrian awalnya menolak mentah-mentah. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Namun, di bawah tekanan keluarga, pernikahan tetap dilangsungkan, dan Adrian terpaksa mengucap janji yang tidak pernah ia inginkan. Sejak awal, penolakan Adrian tak pernah berhenti. Setiap sikap dingin dan tatapan acuhnya membuat Almira harus menahan pedih yang perlahan menggerogoti hati. Ia sendiri tak pernah menginginkan pernikahan ini, namun keadaan memaksanya. Tinggal di rumah besar milik Adrian terasa seperti menapaki lorong sunyi-penghuninya bahkan tak pernah menganggapnya ada. Bagi Adrian, Almira hanyalah guru les anaknya yang secara kebetulan tinggal di rumah tersebut, bukan seorang istri. Trauma masa lalu bersama istri pertamanya membuat Adrian menutup rapat pintu hatinya. Ia sama sekali tak berniat menikah lagi, apalagi mencintai seseorang. Kehadiran Almira dianggapnya sebagai beban yang harus segera ia lepaskan. Di tengah rasa terasing dan tidak diakui, muncul tawaran pertukaran pelajar ke luar negeri. Almira mulai mempertanyakan: apakah ia harus menerima kesempatan itu demi keluar dari rumah yang tak pernah menerimanya, atau bertahan meski hatinya terus terluka?”
1 Bab 1 hotel bintang lima2 Bab 2 Dia sudah terbiasa menunggu3 Bab 3 memperhatikan Keira4 Bab 4 kepercayaan diri5 Bab 5 Keira sakit6 Bab 6 menginginkanmu tetap di sana7 Bab 7 rumah sakit terasa sunyi8 Bab 8 Pesan misterius semalam9 Bab 9 Di dalam kamar rawat Keira10 Bab 10 Malam itu lebih sunyi daripada sebelumnya11 Bab 11 menahan rasa takut12 Bab 12 Kau terlalu dekat13 Bab 13 Aku akan kembali14 Bab 14 keamanan yang Adrian pasang15 Bab 15 menampilkan16 Bab 16 Kau mendapat pesan 17 Bab 17 rasa cemas18 Bab 18 Mereka yang kau sayangi19 Bab 19 Pesan itu membuatnya sadar20 Bab 20 lambat21 Bab 21 Pilihanmu akan menentukan22 Bab 22 Rasanya pahit23 Bab 23 hujan semalam24 Bab 24 mengajarinya25 Bab 25 menenangkan26 Bab 26 halaman rumah27 Bab 27 tidak boleh terpancing.28 Bab 28 Apa yang terjadi29 Bab 29 kamar dengan lembut30 Bab 30 Matanya sembab31 Bab 31 kebisuan32 Bab 32 sedikit merinding33 Bab 33 mengucapkan kalimat tadi sore34 Bab 34 berhasil membuatnya kehilangan kendali35 Bab 35 Adrian pulang larut malam36 Bab 36 Bayangan hitam37 Bab 37 kebingungan38 Bab 38 membawa nama kita39 Bab 39 kejadian terakhir40 Bab 40 tawa kecil41 Bab 41 kamu nggak sendiri