icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

Bab 16 Kau mendapat pesan

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 16/08/2025

dara yang lembap, menyelimuti rumah Adrian dengan aroma tanah basah dan daun yang jatuh. Almira duduk di ruang tamu,

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
“Almira terpaksa menikahi ayah dari murid les privatnya, Adrian Elvano, setelah sebuah insiden tak terduga membuat mereka kedapatan tidur bersama dalam satu kamar hotel. Kejadian itu murni salah paham, namun Mami dan nenek Adrian bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga adalah dengan menikahkan mereka. Adrian awalnya menolak mentah-mentah. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Namun, di bawah tekanan keluarga, pernikahan tetap dilangsungkan, dan Adrian terpaksa mengucap janji yang tidak pernah ia inginkan. Sejak awal, penolakan Adrian tak pernah berhenti. Setiap sikap dingin dan tatapan acuhnya membuat Almira harus menahan pedih yang perlahan menggerogoti hati. Ia sendiri tak pernah menginginkan pernikahan ini, namun keadaan memaksanya. Tinggal di rumah besar milik Adrian terasa seperti menapaki lorong sunyi-penghuninya bahkan tak pernah menganggapnya ada. Bagi Adrian, Almira hanyalah guru les anaknya yang secara kebetulan tinggal di rumah tersebut, bukan seorang istri. Trauma masa lalu bersama istri pertamanya membuat Adrian menutup rapat pintu hatinya. Ia sama sekali tak berniat menikah lagi, apalagi mencintai seseorang. Kehadiran Almira dianggapnya sebagai beban yang harus segera ia lepaskan. Di tengah rasa terasing dan tidak diakui, muncul tawaran pertukaran pelajar ke luar negeri. Almira mulai mempertanyakan: apakah ia harus menerima kesempatan itu demi keluar dari rumah yang tak pernah menerimanya, atau bertahan meski hatinya terus terluka?”
1 Bab 1 hotel bintang lima2 Bab 2 Dia sudah terbiasa menunggu3 Bab 3 memperhatikan Keira4 Bab 4 kepercayaan diri5 Bab 5 Keira sakit6 Bab 6 menginginkanmu tetap di sana7 Bab 7 rumah sakit terasa sunyi8 Bab 8 Pesan misterius semalam9 Bab 9 Di dalam kamar rawat Keira10 Bab 10 Malam itu lebih sunyi daripada sebelumnya11 Bab 11 menahan rasa takut12 Bab 12 Kau terlalu dekat13 Bab 13 Aku akan kembali14 Bab 14 keamanan yang Adrian pasang15 Bab 15 menampilkan16 Bab 16 Kau mendapat pesan 17 Bab 17 rasa cemas18 Bab 18 Mereka yang kau sayangi19 Bab 19 Pesan itu membuatnya sadar20 Bab 20 lambat21 Bab 21 Pilihanmu akan menentukan22 Bab 22 Rasanya pahit23 Bab 23 hujan semalam24 Bab 24 mengajarinya25 Bab 25 menenangkan26 Bab 26 halaman rumah27 Bab 27 tidak boleh terpancing.28 Bab 28 Apa yang terjadi29 Bab 29 kamar dengan lembut30 Bab 30 Matanya sembab31 Bab 31 kebisuan32 Bab 32 sedikit merinding33 Bab 33 mengucapkan kalimat tadi sore34 Bab 34 berhasil membuatnya kehilangan kendali35 Bab 35 Adrian pulang larut malam36 Bab 36 Bayangan hitam37 Bab 37 kebingungan38 Bab 38 membawa nama kita39 Bab 39 kejadian terakhir40 Bab 40 tawa kecil41 Bab 41 kamu nggak sendiri