suyono
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita suyono
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
Romantis Almira terpaksa menikahi ayah dari murid les privatnya, Adrian Elvano, setelah sebuah insiden tak terduga membuat mereka kedapatan tidur bersama dalam satu kamar hotel. Kejadian itu murni salah paham, namun Mami dan nenek Adrian bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga adalah dengan menikahkan mereka.
Adrian awalnya menolak mentah-mentah. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Namun, di bawah tekanan keluarga, pernikahan tetap dilangsungkan, dan Adrian terpaksa mengucap janji yang tidak pernah ia inginkan.
Sejak awal, penolakan Adrian tak pernah berhenti. Setiap sikap dingin dan tatapan acuhnya membuat Almira harus menahan pedih yang perlahan menggerogoti hati. Ia sendiri tak pernah menginginkan pernikahan ini, namun keadaan memaksanya.
Tinggal di rumah besar milik Adrian terasa seperti menapaki lorong sunyi-penghuninya bahkan tak pernah menganggapnya ada. Bagi Adrian, Almira hanyalah guru les anaknya yang secara kebetulan tinggal di rumah tersebut, bukan seorang istri.
Trauma masa lalu bersama istri pertamanya membuat Adrian menutup rapat pintu hatinya. Ia sama sekali tak berniat menikah lagi, apalagi mencintai seseorang. Kehadiran Almira dianggapnya sebagai beban yang harus segera ia lepaskan.
Di tengah rasa terasing dan tidak diakui, muncul tawaran pertukaran pelajar ke luar negeri. Almira mulai mempertanyakan: apakah ia harus menerima kesempatan itu demi keluar dari rumah yang tak pernah menerimanya, atau bertahan meski hatinya terus terluka? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.