icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Why not!

Why not!

Penulis: Rianievy
icon

Bab 1 Cerai

Jumlah Kata:1590    |    Dirilis Pada: 23/11/2021

Ia bernama Amara, bukan hal mudah baginya memutuskan untuk berp

pa c

hankan, dong

abaran bange

a terima juga telan bulat-bulat. Amara sekali pun tak peduli. Ia jen

u Bari. Aku mampu menghidupi diriku dan Bari tanpa kamu!" tunjuk Amara dengan jemarinya

kamu pakai untuk kerja, aku ya

geletak di atas meja makan rumah mereka itu. Bari diam, menatap waj

tu. Dengan menggunakan taksi, ia dan Bari menuju ke tempat mereka yang baru. Memu

yang masih berusia tujuh tahun kal

s sama Bunda terus, selamanya. Oke?" Amara mengusap kepala Bari yang meresp

rikan Amara untuk Bari tampak klise, tapi ia tak merasa terbeban. Biarlah putranya itu paham de

tak sanggup mempertahankan pernikahannya dengan suami pemalas. Sejak terkena pengurangan karyawan atau PHK, ayah dar

erkejut sementara dengan perubahan yang terj

kondisi di kantor mantan suaminya itu - yang bekerja disalah satu bank swasta - tiba-tiba memutuskan mengurangi pegawai. Membuat ia saat itu yang ma

u berdua saja. Bari yang masih empat tahun dan baru masuk TK, diharuskan pindah ke sekolah biasa yang sesuai dengan keuangan orang tuanya. Pesan

pa melihat bukti fisik. 200 juta melayang begitu saja. Tersisa 70 juta, Amara meng

kesal dengan suaminya. Mau tak mau ia mulai berpikir sendiri, demi mencukupi kebutuhan hidupnya dan membayar sewa rumah. Di saat man

saat mendapatkan telp

asar matre!" umpat suara diujung sana. Amara hanya diam, ia memejamkan matanya. Rugi jika ia marah-marah pada mantan a

dia bi

brolan membuang waktu itu dan berjalan menuju ke angk

nuju ke lokasi tempat ia mendapatkan panggilan kerja

*

kamu? Akan ada uang insentif, tapi jumlahnya memang tidak besar," ucap pria itu. Amara mengangguk. Tak masalah, toh, perusahaan peru

, stand kita di tengah lobi utama, nanti kam

tersebut. Tak berlama-lama, Amara pamit untuk pula

ajarkan kepada anak lelakinya itu jika kelak, ia tak boleh putus asa sa

*

rang tu

ngin muncul stigma negatif bagi dirinya. Cukup lah keluarga mantan suaminya yang menghina ia sebagai cewek m

i dan menunjukan semua baik-baik saja. Pikirnya hanya satu, ia sudah menikah, melahirkan,

cara yang baik, bukan instan atau sekejap mata ingin menjadi kaya raya. Semua ada resikonya, begitu pun jika mencari uang dengan cara instan. Bek

Wanita itu menaruh piring berisi bakwan

beli," jawab Amara santai. Ia menatap kedua mat

t Amara terkekeh sinis. "Bull

a selesai memasak. Makan malam di rumah kedua orang tuanya bisa menjadi hi

rumah, Ra, cuma takut kamu tolak. J

t itu bersih, layak dan cukup untuk aku sama Bari, Bu," ucap Amara yang beral

sanggup, Bu, biayain hidup aku sama Bari

kamu janda, Ibu sama Ayah pensiunan pegawai negri, buat apa uang kami, kamu lagi bu

i uang itu. I can do it, Ibu. Doa, aku butuh doa kalian aja. Aku akan b

n napas gusar justru t

da lama-lama ya, Na

buka hati dan kembali nikah cuma untuk patahin stigma negatif janda. Please, Bu, aku juga bisa jaga diri, jaga penam

Nak? Ibu takut kamu trauma dan milih seumur hidup untuk.

mbali menatap ibunya. T

an, aku cuma punya satu cinta untuk seorang laki-laki. Hanya untuk Bari, put

menjadi keras dan begitu tangguh. Tak ada yang bisa keluarg

*

andeng tangan Amara begitu erat. Kepalanya mendongak,

n?" tanya Bari sembari menge

ar, Bunda akan bikin kamu nyaman ada di sini, cuma kita berdua, ya, Nak?" tatap Amara sembari terseny

dorong Amara, mengucap salam kemudian. I

gak ada pintunya, Bun?

ita, terus ini kamarnya, itu, dapur dan pojok kamar mandi. Cukup kan untuk

ng hanya springbed tanpa alas. Amara tersenyum, ia yakin bisa menyama

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Why not!
Why not!
“Amara, single parent berusia 35 tahun yang berubah menjadi pribadi egois, dingin, bahkan meremehkan setiap pria yang ingin mendekatinya hanya karena ia pernah gagal dalam pernikahan. Tuntutan hidup membuatnya berusaha keras untuk bangkit dan membuktikan diri setelah berpisah dengan mantan suaminya. Masalahnya, saat ini bukan hanya tuntutan hidup saja yang harus dihadapi Amara, tapi tuntutan dari putranya juga. Bayinya sudah tumbuh besar dan sangat merindukan sosok seorang ayah. Demi kebahagiaan putra semata wayangnya, jelas ia tak mudah untuk mengacuhkannya begitu saja. Hingga seorang pria penuh pesona tiba-tiba datang mendekat, membuat pertahanan Amara goyah secara perlahan seperti doa sang putra. Mampukah pria asing ini meluluhkan hati keras seorang Amara atau, justru Amara memilih tetap sendiri tanpa pendamping dan mencoba meyakinkan putranya?”
1 Bab 1 Cerai2 Bab 2 Pekerjaan baru3 Bab 3 Egois4 Bab 4 Bujukan Almer5 Bab 5 Berlalunya waktu6 Bab 6 Sedingin Es7 Bab 7 Saya Dani 8 Bab 8 Pandangan pertama9 Bab 9 Mendadak luluh10 Bab 10 Modus Dani11 Bab 11 PDKT 12 Bab 12 Kepergian mantan suami13 Bab 13 Jadian 14 Bab 14 Zeya, Putriku15 Bab 15 Penolakan Zeya16 Bab 16 Tiba-tiba melamar17 Bab 17 Cerita dibalik lamaran mendadak18 Bab 18 Kepulangan Sherin19 Bab 19 Sikap tenang Amara20 Bab 20 Berbohong21 Bab 21 Permohonan Sherin22 Bab 22 Melepaskan cincin 23 Bab 23 Big brother24 Bab 24 Keangkuhan Amara25 Bab 25 Gencatan senjawa dua wanita26 Bab 26 Kondisi Zeya 27 Bab 27 Tuduhan 28 Bab 28 Kesempatan kedua29 Bab 29 Its over 30 Bab 30 Why not!31 Bab 31 Lima tahun 32 Bab 32 Berjumpa kembali 33 Bab 33 Menjelaskan semuanya34 Bab 34 Me and my big brother35 Bab 35 Pantas bahagia36 Bab 36 Wedding day37 Bab 37 Hadiah untuk Amara