icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Why not!

Bab 3 Egois

Jumlah Kata:1548    |    Dirilis Pada: 23/11/2021

an mudah. Rumah kontrakan petak itu menjadi saksi k

dah. Cobaan datang dari berbagai macam pihak, tapi tak membuat Amara lemah,

Bari bertanya sambil merapihkan seragam sekolahnya. Amara me

sales dengan penjualan rumah yang melebihi target. Jangan bayangkan mudahnya Amara mencapai target penjualan, ia harus menawarkan dari mulut ke mulut, mencari kontak rekan sekolah dan kuliahnya dulu. Di tolak, diabaikan, dicemooh, ba

k. Amara goyah? Tidak. Justru di kepalanya

ara mengangguk seraya mengunci pintu. "Ini udah pesanan orang kantor, Bar, keripik pisan

uru di sekolah," sambung Bari sambil melirik l

?" tanya Amara. Ba

ara terkekeh, ia mengambil keripik pisang yang dibungkus

ya, Bar," Amara membantu Bari menutup kaita

pat Amara bekerja. Wanita itu menatap kabin mobil yang mereka berdua tumpangi, ia melirik ke Bari yang duduk tenang. Pikiran Amara mengarah ke niat

nggak, kalau Bunda jualan baju di bazar atau kita

ngusap kepala putranya yang akan beranjak remaja. Tak bisa Amara pungkiri, ia ingin memiliki pemasukan tambaha

*

n brosur dan beberapa data calon pembeli rumah sebelum ia

dut meja kerja Amara. "Kenapa, Mbak?" tanya Amara yang han

nak aku yang kedua ribut sama Kakak k

kolah, jam berapa janjian

n, ini bukan kasus pertama. Aku pusing,

pesantren?"

pesantren punya sistem men

ian, masih banyak pilihan, Mbak, coba obrolin ke suami Mbak Diva, kalau tujuannya masukin ke pesantren karena hal i

alah ikutan ribut terus di rumah sama adiknya itu. Anak aku yang k

. Anak remaja, kalau nggak kita jadikan sahabat, malah bisa jadi musuh bebuyutan. Bukannya, anak Mbak

Mbak, kasih tahu suami juga, komunikasikan," ucap Amar

kir sejenak tent

ih nasehat se-modern ini, aku nggak kepikiran sa

a temen sekolahku dulu mau, ya?" Pertanyaan Diva

alan dengan membawa satu rim brosur perumahan dan tas kerjanya. Timnya sudah

ma tahun, anak itu." Diva menggelengkan kepa

meet

ang sesuai dengan kantung mereka. Program DP ringan khusus untuk pasangan

iayaannya. Tawarkan juga kalau kita kerja sama dengan tiga bank ko

m. Lalu Amara menjelaskan lagi. Ia menu

in video dengan objek rumah contoh, side plan dan keterangan singkat namun penting. Kayak, total unit akan

adi, ide kreatif memasarkan barang juga perlu. Sementara ini

mengerti dan paham. Pola pikir Amara yang mengikuti tre

pasarnya siapa, Bu?" tan

jangan mau memperkaya diri sendiri. Oke, selamat berjuang rekan-rekan, saya mau ke pameran juga, semanga

enjadi yang terakhir keluar. Baginya tak masalah seorang pemimpin mendahulukan an

roperti, baik rumah atau apartemen. Amara yang begitu cantik dan ramah, memberikan brosur sambil memperkenalkan diri.

ghampirinya. Amara mengangguk. Ia mengajak pria itu duduk di tempat yang sudah disiapkan.

, anda?" Amara mengulurkan tangannya

h," jawab

tunya. Amara mengangguk. Lalu Noah m

si perumahannya, berapa jau

ng, Pak, tapi aksesnya mudah. Bisa lewat tol outer ri

pun berlanjut, pria itu beberapa kali mengangg

ubungi jika memang berminat, dan, um ... apa kit

k dengan tetap menatap Amara, Noah terutama. Amara tersenyum seraya mengulurkan tangan kemba

jakan anda, permisi, Pak Noah, saya harus kembali membagikan brosur." Amara berjalan meninggalkan N

sama dia, Ndr

merpati gue rasa." Andra menepuk bahu Noah,

piri Amara yang sedang membagika

? Kesel sama mereka?" tanya

jalan. Resek banget kalau ada calon pembeli yang prospek ujung-ujungny

pameran, Mbak. Bikin emosi doang." Ketusnya.

, waktunya kamu cari pasangan

h. Cukup Bundanya," timpal

erjalan kembali ke stand mereka. Amara diam, ia menghelana napas la

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Why not!
Why not!
“Amara, single parent berusia 35 tahun yang berubah menjadi pribadi egois, dingin, bahkan meremehkan setiap pria yang ingin mendekatinya hanya karena ia pernah gagal dalam pernikahan. Tuntutan hidup membuatnya berusaha keras untuk bangkit dan membuktikan diri setelah berpisah dengan mantan suaminya. Masalahnya, saat ini bukan hanya tuntutan hidup saja yang harus dihadapi Amara, tapi tuntutan dari putranya juga. Bayinya sudah tumbuh besar dan sangat merindukan sosok seorang ayah. Demi kebahagiaan putra semata wayangnya, jelas ia tak mudah untuk mengacuhkannya begitu saja. Hingga seorang pria penuh pesona tiba-tiba datang mendekat, membuat pertahanan Amara goyah secara perlahan seperti doa sang putra. Mampukah pria asing ini meluluhkan hati keras seorang Amara atau, justru Amara memilih tetap sendiri tanpa pendamping dan mencoba meyakinkan putranya?”
1 Bab 1 Cerai2 Bab 2 Pekerjaan baru3 Bab 3 Egois4 Bab 4 Bujukan Almer5 Bab 5 Berlalunya waktu6 Bab 6 Sedingin Es7 Bab 7 Saya Dani 8 Bab 8 Pandangan pertama9 Bab 9 Mendadak luluh10 Bab 10 Modus Dani11 Bab 11 PDKT 12 Bab 12 Kepergian mantan suami13 Bab 13 Jadian 14 Bab 14 Zeya, Putriku15 Bab 15 Penolakan Zeya16 Bab 16 Tiba-tiba melamar17 Bab 17 Cerita dibalik lamaran mendadak18 Bab 18 Kepulangan Sherin19 Bab 19 Sikap tenang Amara20 Bab 20 Berbohong21 Bab 21 Permohonan Sherin22 Bab 22 Melepaskan cincin 23 Bab 23 Big brother24 Bab 24 Keangkuhan Amara25 Bab 25 Gencatan senjawa dua wanita26 Bab 26 Kondisi Zeya 27 Bab 27 Tuduhan 28 Bab 28 Kesempatan kedua29 Bab 29 Its over 30 Bab 30 Why not!31 Bab 31 Lima tahun 32 Bab 32 Berjumpa kembali 33 Bab 33 Menjelaskan semuanya34 Bab 34 Me and my big brother35 Bab 35 Pantas bahagia36 Bab 36 Wedding day37 Bab 37 Hadiah untuk Amara