icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Why not!

Bab 7 Saya Dani

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

g dilontarkan Dani. Sesekali Dani menatap Amara, entah karena mencoba m

asih bisa, karena untuk ruko, kami sangat hati-hati melepasnya, Pak, harus jelas untuk usaha

ara. Jemari tangan Amara me

itu. Dani tersadar. Ia tertan

n anda lagi, benar ini nomor ponselnya?"

in tidak jadi, nanti akan kami kembalikan, f

berapa total DPnya?" Dani mengel

mengangguk. Amara mengambil formul

Namun Amara tak banyak bicara lagi. Ia ingat, jika pria ini sudah mem

pastikan kabarnya. Selamat siang, Pak."

a melepaskan jabat tangan lagi. Amara merapikan lembar

kembali memanggil. Amara

ani dan Amara saling menatap. Dengan cepat Amara

a kamu s

deketin Bundanya, harus lewat putranya dulu," ucap Diva. Amara menatap sebal ke Di

masinya Mbak," ujar Dani sambil tersenyum sumringah. Pria itu berja

punya anak dan istri. Mbak kenapa bilang

bahu Amara. Amara diam, ia merasa heran dengan dirinya sendiri, setelah sekian lama, mengapa harus merasakan getaran it

. Sukses ya, Ra, aku ke kantor duluan, bye ...." Diva ngeloyor pergi. Amara

*

ktunya ibu dan anak itu menghabiskan waktu berdua. Bari yang sedang duduk santai di sofa ruang TV, menatap sejenak ke Amara ya

i beranjak berjalan ke arah meja lalu m

mengangguk. Putranya segera masuk ke dalam mobil, lalu

an sea

uk berhadapan dengan Amara. Keduanya seda

bisa buat jajan-jajan," jawab Amara

utan jualin,

emudian menganggu

kuliah, dia pingin jualan aja, kar

s kamu

aku bohong. Mereka keluarga

el yang jalanin, keuntungannya ya bagi hasil, lumayan kayaknya,

ub. Ide itu baru mau dibicarakan B

uin, tektokan kita mantap banget,

gap kamu anak yang selalu nurut apa kata Bunda, ada masanya kita bisa ngobrol banyak hal, Bar, ya kayak gini

epalanya maju sed

ada ubannya ya?" bisik

Bari. Amara semakin memajukan

ning Amara begitu la

u, Bunda,"

ra tersenyum begitu bahagia. Pemandangan itu tak lupu

. Amara mendongak. Ia diam. Tak membalas sa

. Amara justru membuang pandangan dan menyambu

Bari. Dani menjawab dengan s

ko perumahan," jawab Amara sa

ulan saya sendirian," ujar Dani.

, Pak, di sana." Tunju

bolehin, lho, Ra

i." Amara judes. Mode bawa

enuh penekanan. Amar

Amara. Raut wajah Amara tak menunjukan rasa nyaman. Dani memesan ma

siapa?" t

m," jawa

a anak satu." Dani menatap Bari begitu serius. Amara menoleh cepat dan melotot, Bari pun s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Why not!
Why not!
“Amara, single parent berusia 35 tahun yang berubah menjadi pribadi egois, dingin, bahkan meremehkan setiap pria yang ingin mendekatinya hanya karena ia pernah gagal dalam pernikahan. Tuntutan hidup membuatnya berusaha keras untuk bangkit dan membuktikan diri setelah berpisah dengan mantan suaminya. Masalahnya, saat ini bukan hanya tuntutan hidup saja yang harus dihadapi Amara, tapi tuntutan dari putranya juga. Bayinya sudah tumbuh besar dan sangat merindukan sosok seorang ayah. Demi kebahagiaan putra semata wayangnya, jelas ia tak mudah untuk mengacuhkannya begitu saja. Hingga seorang pria penuh pesona tiba-tiba datang mendekat, membuat pertahanan Amara goyah secara perlahan seperti doa sang putra. Mampukah pria asing ini meluluhkan hati keras seorang Amara atau, justru Amara memilih tetap sendiri tanpa pendamping dan mencoba meyakinkan putranya?”
1 Bab 1 Cerai2 Bab 2 Pekerjaan baru3 Bab 3 Egois4 Bab 4 Bujukan Almer5 Bab 5 Berlalunya waktu6 Bab 6 Sedingin Es7 Bab 7 Saya Dani 8 Bab 8 Pandangan pertama9 Bab 9 Mendadak luluh10 Bab 10 Modus Dani11 Bab 11 PDKT 12 Bab 12 Kepergian mantan suami13 Bab 13 Jadian 14 Bab 14 Zeya, Putriku15 Bab 15 Penolakan Zeya16 Bab 16 Tiba-tiba melamar17 Bab 17 Cerita dibalik lamaran mendadak18 Bab 18 Kepulangan Sherin19 Bab 19 Sikap tenang Amara20 Bab 20 Berbohong21 Bab 21 Permohonan Sherin22 Bab 22 Melepaskan cincin 23 Bab 23 Big brother24 Bab 24 Keangkuhan Amara25 Bab 25 Gencatan senjawa dua wanita26 Bab 26 Kondisi Zeya 27 Bab 27 Tuduhan 28 Bab 28 Kesempatan kedua29 Bab 29 Its over 30 Bab 30 Why not!31 Bab 31 Lima tahun 32 Bab 32 Berjumpa kembali 33 Bab 33 Menjelaskan semuanya34 Bab 34 Me and my big brother35 Bab 35 Pantas bahagia36 Bab 36 Wedding day37 Bab 37 Hadiah untuk Amara