icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Why not!

Bab 5 Berlalunya waktu

Jumlah Kata:1575    |    Dirilis Pada: 23/11/2021

am mobil city car merah yang akhirnya Amara setujui untuk ia beli dnegan cara mencicil

ahal, langit belum berubah warna dari gelap menjadi biru. Selepas subuh, mereka langsung berangkat ke lokasi berjualan, sasaran pasarnya orang-orang yang sedan

tiap sudutnya bahkan ia tindih dengan batu bata yang sudah dibungkus kertas

eluarin dari kotak, kan?" tanya Bar

sang baju ke manekin ini." Amara menata lima manekin tubuh manusia setengah badan deng

an untuk menjual pakaian tersebut. Tidak mahal, ia memasang harga lima puluh ribu untuk satu kaos yang ia jual. Selain kaos, ada celana pendek pr

an, Amara sudah membahas dengan putranya. Layaknya tim pemasaran, A

u, gimana, tuh?" Amara dan Bari sudah masuk ke tahap akhir p

i mereka malah beli dagangan

ihat pakaian dengan print gambar band terkenal. Amara dengan ramah melayani, Bari memperhatikan bagaimana ibunya mampu meyakinkan pembeli. Hingga... cring! Empat

Amara ramah. Tak lupa, ia juga memberikan brosur perumahan tempat ia bek

Bunda kayak gitu

ke Bari, Bari pasti paham dan kalau memang Ayah salah, Bari nggak akan minta untuk ketemu Ayah, demi Bunda." Kalimat itu menusuk hati Amara. D

mu dia juga, kan?" Amara mencoba membuka pikiran Bari yan

nang Bun, Bari yakin bukan Bunda yang salah." Tangan Amara reflek merangkul bahu putranya, ia kecup puncak kepala Bari begitu lama, bahkan matanya terpejam, bagaima

n itu?" Amara menat

kehidupan kita, Bari bukan anak kecil lagi, Bun, empat bulan lagi Bari

erceraian kedua orang tuanya. Amara sangat berhati-hati menceritakan hal itu, ba

. "Kita bisa terus kuat berdua, Bunda, dan sekarang Bari paham. Bari nggak penasaran lagi." Remaja it

*

hun kemudian, di mana Bari sudah SMA, Amara juga sudah mampu menyicil rumah baru untuk m

hatan untuk ia dan Bari, tunjangan dan bonus lainnya. Usaha jualan mereka juga berlanjut dengan system jualan online. Bari yang mengatur, mengecek stok baju, serta mera

pinta Amara yang mengecek pembelian kaos satu kodi dari

luh menit tapi mampu membakar lemak dan membuat masa otot di tubuh ana

anteng," u

ari Cuma disuruh sampein aja, mudah-mudahan Bunda nggak

, Bar, ini udah ke empat kalinya lho, kamu nggak aneh-aneh kan, di sekolah?" Amar

ri tapi segera berlalu. A

sekolah?" Bari menenggak air putih yang i

ity janda ...!" Bari siap-siap berlari menghindar Amara, ka

ng!" teri

keluar dari area dapur

ri tertawa begitu kencang. Amara hanya bisa menghentak-hentakkan kaki. Lalu duduk di sof

berjalan menghampiri, lalu memeluk Amara dan menciumi

suka giniin Bundanya!" Amara mencoba mel

bisa apa-apa sendiri, ayolah Bun, cari cowok sana, masa ka

Kayak bakal diterima aja," l

nanti Bari ajak ke sini, gimana,

embahana luar biasa cetar ..." dengan kibasan rambut panj

n, you need love, true love, fallin in love aga

rjalan ke arah

ide aneh Bari membuat Amara mengepa

yol. Bunda bukan anak remaja." tatap

temenin," lanjut Bari yang terus berusaha membujuk. Amara menoleh ke Bari. Kali

ikan syarat itu. Bari sempat tak percaya deng

ok, Bari temenin. Gimana juga, Bunda kan janda, ada Bari, anak

hasil jangan kecewa. Bunda

n dan merasa kalau jatuh cinta lagi itu urusan buang-buang waktu." Bari cuku

kalau akhirnya nyakitin, Bar?"

yang justru, jodoh sehidup sematinya Bunda. Bari mau Bunda bahagia, Bari mau Bunda jatuh cinta lagi. Udah cukup Bunda berdiri sendiri, Bunda b

segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi entah siapa pun itu. Amara melanjutkan memanaskan makanan untuk makan siang ia berdua deng

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Why not!
Why not!
“Amara, single parent berusia 35 tahun yang berubah menjadi pribadi egois, dingin, bahkan meremehkan setiap pria yang ingin mendekatinya hanya karena ia pernah gagal dalam pernikahan. Tuntutan hidup membuatnya berusaha keras untuk bangkit dan membuktikan diri setelah berpisah dengan mantan suaminya. Masalahnya, saat ini bukan hanya tuntutan hidup saja yang harus dihadapi Amara, tapi tuntutan dari putranya juga. Bayinya sudah tumbuh besar dan sangat merindukan sosok seorang ayah. Demi kebahagiaan putra semata wayangnya, jelas ia tak mudah untuk mengacuhkannya begitu saja. Hingga seorang pria penuh pesona tiba-tiba datang mendekat, membuat pertahanan Amara goyah secara perlahan seperti doa sang putra. Mampukah pria asing ini meluluhkan hati keras seorang Amara atau, justru Amara memilih tetap sendiri tanpa pendamping dan mencoba meyakinkan putranya?”
1 Bab 1 Cerai2 Bab 2 Pekerjaan baru3 Bab 3 Egois4 Bab 4 Bujukan Almer5 Bab 5 Berlalunya waktu6 Bab 6 Sedingin Es7 Bab 7 Saya Dani 8 Bab 8 Pandangan pertama9 Bab 9 Mendadak luluh10 Bab 10 Modus Dani11 Bab 11 PDKT 12 Bab 12 Kepergian mantan suami13 Bab 13 Jadian 14 Bab 14 Zeya, Putriku15 Bab 15 Penolakan Zeya16 Bab 16 Tiba-tiba melamar17 Bab 17 Cerita dibalik lamaran mendadak18 Bab 18 Kepulangan Sherin19 Bab 19 Sikap tenang Amara20 Bab 20 Berbohong21 Bab 21 Permohonan Sherin22 Bab 22 Melepaskan cincin 23 Bab 23 Big brother24 Bab 24 Keangkuhan Amara25 Bab 25 Gencatan senjawa dua wanita26 Bab 26 Kondisi Zeya 27 Bab 27 Tuduhan 28 Bab 28 Kesempatan kedua29 Bab 29 Its over 30 Bab 30 Why not!31 Bab 31 Lima tahun 32 Bab 32 Berjumpa kembali 33 Bab 33 Menjelaskan semuanya34 Bab 34 Me and my big brother35 Bab 35 Pantas bahagia36 Bab 36 Wedding day37 Bab 37 Hadiah untuk Amara