icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Kejam Sang Mantan

Bab 2 

Jumlah Kata:655    |    Dirilis Pada: 29/07/2025

ya konfirmasi sederhana. Mereka menyukai demo terakhir. Uangn

ang kegembiraan dan kelegaan yang begitu hebat hingga aku harus mencengkeram tepi mejaku.

intik-bintik hitam menari-nari di pandanganku

dungku. Seorang perawat sedang memeriksa tanda-tanda vitalku. Dia bilang

Aku berterima kasih padanya, berpakaian, dan langsung naik taks

sendiri berkilauan di dinding. Aku menuju sayap eksekutif, sen

merah di pintu menuju a

irku. Mungkin ad

oba lagi

ingan internal perusahaan. Kredensialku tidak dikenali. Akun emailku, ala

yang secara pribadi kubimbing, lewat. "Leo, hei. B

pucat. Dia menghindari mataku. "Uh, Mba

berbingkai. Fotoku. Itu adalah foto diriku dan Baskara saat wisuda, lengan kami saling merangkul, tersenyum lebar sep

berhenti

lah Saskia Putri, anak magang pemasaran yang direkrut Baskara beberapa bulan lalu. Dia muda,

i atas mejaku, berbicara di telepon

ang berbisa menyebar di wajahnya. Dia menga

suaranya penuh dengan otoritas buatan, "semua personel yang tidak berkepentingan dilarang berada di area

Itu termasuk mantan karyawan y

anku tidak bisa memproses kata-kata itu. Ini

k berguna itu dan membanting pintu kantor Baskara. D

etar. "Kenapa Saskia ada di mejaku? Kenapa akses

Saskia adalah kebijakan perusahaan sekarang. Kita harus lebih profesiona

las ku, amarahku akhirnya mendidih. "Aku yang membangun tempa

demi sang bayi. "Baskara, aku hamil. Dokter bilang aku

fisik. "Semua orang bisa sakit, Kirana. Orang hamil setiap hari dan tetap m

yang telah memelukku dan menjanjikanku dunia beberapa hari ya

saan yang jauh lebih buruk daripada mual di pagi hari. It

alah k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
“Perusahaanku, CiptaKarya, adalah mahakarya dalam hidupku. Kubangun dari nol bersama kekasihku, Baskara, selama sepuluh tahun. Kami adalah cinta sejak zaman kuliah, pasangan emas yang dikagumi semua orang. Dan kesepakatan terbesar kami, kontrak senilai 800 miliar Rupiah dengan Nusantara Capital, akhirnya akan segera terwujud. Lalu, gelombang mual yang hebat tiba-tiba menghantamku. Aku pingsan, dan saat sadar, aku sudah berada di rumah sakit. Ketika aku kembali ke kantor, kartu aksesku ditolak. Semua aksesku dicabut. Fotoku, yang dicoret dengan tanda 'X' tebal, teronggok di tempat sampah. Saskia Putri, seorang anak magang yang direkrut Baskara, duduk di mejaku, berlagak seperti Direktur Operasional yang baru. Dengan suara lantang, dia mengumumkan bahwa "personel yang tidak berkepentingan" dilarang mendekat, sambil menatap lurus ke arahku. Baskara, pria yang pernah menjanjikanku seluruh dunia, hanya berdiri di sampingnya, wajahnya dingin dan acuh tak acuh. Dia mengabaikan kehamilanku, menyebutnya sebagai gangguan, dan memaksaku mengambil cuti wajib. Aku melihat sebatang lipstik merah menyala milik Saskia di meja Baskara, warna yang sama dengan yang kulihat di kerah kemejanya. Kepingan-kepingan teka-teki itu akhirnya menyatu: malam-malam yang larut, "makan malam bisnis", obsesinya yang tiba-tiba pada ponselnya-semua itu bohong. Mereka telah merencanakan ini selama berbulan-bulan. Pria yang kucintai telah lenyap, digantikan oleh orang asing. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka mengambil segalanya dariku. Aku berkata pada Baskara bahwa aku akan pergi, tetapi tidak tanpa bagianku sepenuhnya dari perusahaan, yang dinilai berdasarkan harga pasca-pendanaan dari Nusantara Capital. Aku juga mengingatkannya bahwa algoritma inti, yang menjadi alasan Nusantara Capital berinvestasi, dipatenkan atas namaku seorang. Aku melangkah keluar, mengeluarkan ponselku untuk menelepon satu-satunya orang yang tidak pernah kusangka akan kuhubungi: Revan Adriansyah, saingan terberatku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10