icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Kejam Sang Mantan

Bab 5 

Jumlah Kata:537    |    Dirilis Pada: 29/07/2025

mua ini membakar teng

isuda. Aku berjalan ke dapur, menemukan lipstik merah yang ditinggalkan Sask

pikirku. Aku akan m

ang terakhir tepat saat aku

ihat koper-koper itu. "Kirana?

r, aku tahu hari ini berat. Aku memang keras padamu, aku akui. Tapi ini demi

berpikir kita bisa pergi makan malam ini. Ke restor

skia masuk, membawa kantong makanan. Dia bahkan

as," katanya, suaranya manis menjiji

Saskia itu pemain tim. Dia mengantisipasi kebutuh

yo. Kita kembalikan tasmu. Kit

nku seolah sentuh

id

eng CEO yang menawan itu luntur,

tanganku, cengkeramannya sepe

tanya tajam. "Aku bukan partnermu. Ba

sedang hormonal. Saskia sangat penting untuk masa depan perusahaan i

di wajahnya. "Kirana, mungkin sebaiknya kau denga

jarinya memutih. Aku bisa merasakan tulang

kataku, suaraku ren

hirnya meledak. Dia menyeretku ke kamar tidur. "Kau akan

pakaian kecil dan membanting pin

uyung ke belakang. Aku tersandung se

bakar dan membutaka

itu mutlak, hingga merenggut napasku.

k karena panik. "Baskara, biarkan

-ragu di sisi lain pi

at pandanganku kabur. "Bayinya... k

in dan jauh. "Berhenti bersikap dramatis,

ngan termakan omongannya, Bas. Dia hanya cari perhati

reka menjauh di lorong. Aku m

send

t gelombang penderitaan lain merobekku. Aku merasakan

ihat ke

gitu bany

juangkan, terkuras habis dariku di lantai yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
“Perusahaanku, CiptaKarya, adalah mahakarya dalam hidupku. Kubangun dari nol bersama kekasihku, Baskara, selama sepuluh tahun. Kami adalah cinta sejak zaman kuliah, pasangan emas yang dikagumi semua orang. Dan kesepakatan terbesar kami, kontrak senilai 800 miliar Rupiah dengan Nusantara Capital, akhirnya akan segera terwujud. Lalu, gelombang mual yang hebat tiba-tiba menghantamku. Aku pingsan, dan saat sadar, aku sudah berada di rumah sakit. Ketika aku kembali ke kantor, kartu aksesku ditolak. Semua aksesku dicabut. Fotoku, yang dicoret dengan tanda 'X' tebal, teronggok di tempat sampah. Saskia Putri, seorang anak magang yang direkrut Baskara, duduk di mejaku, berlagak seperti Direktur Operasional yang baru. Dengan suara lantang, dia mengumumkan bahwa "personel yang tidak berkepentingan" dilarang mendekat, sambil menatap lurus ke arahku. Baskara, pria yang pernah menjanjikanku seluruh dunia, hanya berdiri di sampingnya, wajahnya dingin dan acuh tak acuh. Dia mengabaikan kehamilanku, menyebutnya sebagai gangguan, dan memaksaku mengambil cuti wajib. Aku melihat sebatang lipstik merah menyala milik Saskia di meja Baskara, warna yang sama dengan yang kulihat di kerah kemejanya. Kepingan-kepingan teka-teki itu akhirnya menyatu: malam-malam yang larut, "makan malam bisnis", obsesinya yang tiba-tiba pada ponselnya-semua itu bohong. Mereka telah merencanakan ini selama berbulan-bulan. Pria yang kucintai telah lenyap, digantikan oleh orang asing. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka mengambil segalanya dariku. Aku berkata pada Baskara bahwa aku akan pergi, tetapi tidak tanpa bagianku sepenuhnya dari perusahaan, yang dinilai berdasarkan harga pasca-pendanaan dari Nusantara Capital. Aku juga mengingatkannya bahwa algoritma inti, yang menjadi alasan Nusantara Capital berinvestasi, dipatenkan atas namaku seorang. Aku melangkah keluar, mengeluarkan ponselku untuk menelepon satu-satunya orang yang tidak pernah kusangka akan kuhubungi: Revan Adriansyah, saingan terberatku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10