icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Balas Dendam Kejam Sang Mantan

Balas Dendam Kejam Sang Mantan

icon

Bab 1 

Jumlah Kata:975    |    Dirilis Pada: 29/07/2025

ma sepuluh tahun. Kami adalah cinta sejak zaman kuliah, pasangan emas yang dikagumi semua orang. Dan kesepak

sudah berada di rumah sakit. Ketika aku kembali ke kantor, kartu aksesku ditolak. Semua

mkan bahwa "personel yang tidak berkepentingan" dilarang mendekat, sambil menatap lurus ke arahku. Baskara, pria yang pernah menjanjikanku seluruh dunia, ha

kerah kemejanya. Kepingan-kepingan teka-teki itu akhirnya menyatu: malam-malam yang larut, "makan malam bisnis

Baskara bahwa aku akan pergi, tetapi tidak tanpa bagianku sepenuhnya dari perusahaan, yang dinilai berdasarkan harga pasca-pendanaan dari Nusan

elepon satu-satunya orang yang tidak pernah kusangka

a

i Revan Ad

sebuah suara yang halus dan berat menj

a Mahe

emiliki pemandangan panorama kota Jakarta, mungkin sedang mengerutkan kening menatap ponselnya. Kami adalah rival. Perusahaannya, Si

nama itu terdengar seperti sebuah perta

di dalam diriku. "Aku menelepon dengan sebuah proposal bisnis.

an kecil pertamaku. "Kesepakatan Nusantara? Kukira itu sudah

udah berubah,

ya langsung bekerja. "Kirana, apa yang terj

n ratus miliar. Aku yang membangun arsitekturnya, aku yang punya hubungan dengan Nusantara. Mer

a berubah dari curiga menjadi sesuatu yang lebih lembut. "Aku pernah melihatmu di konferensi.

u dan Baskara hidup hanya dengan mi instan, ngoding di garasi rumah. Kau bahkan mem

. Dia tahu te

ri ini," lanjutnya, suaranya ha

ri tubuhku. "Bagaim

industri ini yang ditendang keluar dari perusahaannya sendiri di malam penanda

ngin, menatap lampu-lampu kota yang dulu tampak b

rahkan untuk Baskara Aditama dan startup kami, CiptaKarya. Kami adalah c

si. Dia adalah sang frontman yang karismatik, sang visioner. Aku adalah pekerja ker

elas jam sehari. Kami berbagi martabak murah di lantai kantor kami yang sempit, m

tu nyata, begitu kok

, kukira itu hanya kelelahan. Tapi ternyata bukan. Itu adal

ha

wajahnya bersinar dengan kegembiraan yang sudah bertahun-tahun t

h mendapatkan pendanaan awal. Aku menangkup wajahnya. "Bas, ayo ki

tanya meredup. Dia menurunkanku dengan lembut, tangannya di pu

irkan. Kesepakatan Nusantara tinggal minggu depan. Ini adalah puncak dari semua yang

permulaan. Setelah kesepakatan itu selesai, kita akan berada di puncak dunia. Kita bisa me

Jangan sampai ada yang mengganggu dorongan terakhir ini. Setelah kita menandatang

an oleh satu dekade cinta dan se

ku saat itu. "Setelah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
“Perusahaanku, CiptaKarya, adalah mahakarya dalam hidupku. Kubangun dari nol bersama kekasihku, Baskara, selama sepuluh tahun. Kami adalah cinta sejak zaman kuliah, pasangan emas yang dikagumi semua orang. Dan kesepakatan terbesar kami, kontrak senilai 800 miliar Rupiah dengan Nusantara Capital, akhirnya akan segera terwujud. Lalu, gelombang mual yang hebat tiba-tiba menghantamku. Aku pingsan, dan saat sadar, aku sudah berada di rumah sakit. Ketika aku kembali ke kantor, kartu aksesku ditolak. Semua aksesku dicabut. Fotoku, yang dicoret dengan tanda 'X' tebal, teronggok di tempat sampah. Saskia Putri, seorang anak magang yang direkrut Baskara, duduk di mejaku, berlagak seperti Direktur Operasional yang baru. Dengan suara lantang, dia mengumumkan bahwa "personel yang tidak berkepentingan" dilarang mendekat, sambil menatap lurus ke arahku. Baskara, pria yang pernah menjanjikanku seluruh dunia, hanya berdiri di sampingnya, wajahnya dingin dan acuh tak acuh. Dia mengabaikan kehamilanku, menyebutnya sebagai gangguan, dan memaksaku mengambil cuti wajib. Aku melihat sebatang lipstik merah menyala milik Saskia di meja Baskara, warna yang sama dengan yang kulihat di kerah kemejanya. Kepingan-kepingan teka-teki itu akhirnya menyatu: malam-malam yang larut, "makan malam bisnis", obsesinya yang tiba-tiba pada ponselnya-semua itu bohong. Mereka telah merencanakan ini selama berbulan-bulan. Pria yang kucintai telah lenyap, digantikan oleh orang asing. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka mengambil segalanya dariku. Aku berkata pada Baskara bahwa aku akan pergi, tetapi tidak tanpa bagianku sepenuhnya dari perusahaan, yang dinilai berdasarkan harga pasca-pendanaan dari Nusantara Capital. Aku juga mengingatkannya bahwa algoritma inti, yang menjadi alasan Nusantara Capital berinvestasi, dipatenkan atas namaku seorang. Aku melangkah keluar, mengeluarkan ponselku untuk menelepon satu-satunya orang yang tidak pernah kusangka akan kuhubungi: Revan Adriansyah, saingan terberatku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10