icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Balas Dendam Kejam Sang Mantan

Bab 3 

Jumlah Kata:690    |    Dirilis Pada: 29/07/2025

ang masuk ke kantor Baskara, membawa sebuah

n kebijakan rencana peningkatan kinerja yang baru. Penting bagi kita untuk memiliki

enangan di dalamnya. "Tidak in

engerti. Ini demi kebaikan perusahaan. Kita tidak bisa membiarkan orang mengambi

dung anak bosmu, sebuah fakta yang coba kurahasiakan. Fakta yang sekarang dilindu

pemberitahuan," kata Saskia, nadanya berubah menjadi formal dan dingin. "It

tertawa, suara yang kasar dan patah. "Karena pingsan

tidak mungkin serius. Katakan padaku kau tidak membiar

asli. Aku yang menulis algoritma inti yang membuat Nusantara Capital berinvestasi de

bibir bawahnya bergetar. "Baskara... dia memben

gkah ke depan Saskia, melindungin

irana," b

sanku. Saskia benar. Kita harus menjadi mesin yang diminyaki dengan baik, d

uh jam sehari, aku sendirian yang mengamankan presentasi akhir den

. "Tim sudah menutupi kekuranganmu. Kau emosional,

memberimu cuti wajib. Demi kebaikanmu sendiri. Kami

berdiri di sana, setelah merenggut hasil k

, ke sudut mejanya. Dan saat itulah aku melihatnya. Terselip di belakang monito

skia saat ini. Warna yang sama dengan yang kulihat tercoreng di kerah kemeja B

enghantamku dengan kejelasan yang memuakkan. Malam-malam yang lar

bohong.

ini terasa menyesakkan. Sepuluh tahun cinta dan kerja keras

ria yang kukenal telah tiada, digantik

ejutan itu mengkristal menjad

taku, suaraku tenang dan

ya yang tertegun ke waj

embelian saham. Kau akan membayarku bagian penuhku dari perusa

waktu dua puluh empat jam untuk mentransfer uangnya, atau pengacaraku yang akan menghubungimu.

ar dari wajahnya. Senyu

saikan kesepakatan itu tanpa prod

nya, keluar dari sayap eksekuti

mengeluarkan ponselku. Jari-jariku terbang di atas layar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
Balas Dendam Kejam Sang Mantan
“Perusahaanku, CiptaKarya, adalah mahakarya dalam hidupku. Kubangun dari nol bersama kekasihku, Baskara, selama sepuluh tahun. Kami adalah cinta sejak zaman kuliah, pasangan emas yang dikagumi semua orang. Dan kesepakatan terbesar kami, kontrak senilai 800 miliar Rupiah dengan Nusantara Capital, akhirnya akan segera terwujud. Lalu, gelombang mual yang hebat tiba-tiba menghantamku. Aku pingsan, dan saat sadar, aku sudah berada di rumah sakit. Ketika aku kembali ke kantor, kartu aksesku ditolak. Semua aksesku dicabut. Fotoku, yang dicoret dengan tanda 'X' tebal, teronggok di tempat sampah. Saskia Putri, seorang anak magang yang direkrut Baskara, duduk di mejaku, berlagak seperti Direktur Operasional yang baru. Dengan suara lantang, dia mengumumkan bahwa "personel yang tidak berkepentingan" dilarang mendekat, sambil menatap lurus ke arahku. Baskara, pria yang pernah menjanjikanku seluruh dunia, hanya berdiri di sampingnya, wajahnya dingin dan acuh tak acuh. Dia mengabaikan kehamilanku, menyebutnya sebagai gangguan, dan memaksaku mengambil cuti wajib. Aku melihat sebatang lipstik merah menyala milik Saskia di meja Baskara, warna yang sama dengan yang kulihat di kerah kemejanya. Kepingan-kepingan teka-teki itu akhirnya menyatu: malam-malam yang larut, "makan malam bisnis", obsesinya yang tiba-tiba pada ponselnya-semua itu bohong. Mereka telah merencanakan ini selama berbulan-bulan. Pria yang kucintai telah lenyap, digantikan oleh orang asing. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka mengambil segalanya dariku. Aku berkata pada Baskara bahwa aku akan pergi, tetapi tidak tanpa bagianku sepenuhnya dari perusahaan, yang dinilai berdasarkan harga pasca-pendanaan dari Nusantara Capital. Aku juga mengingatkannya bahwa algoritma inti, yang menjadi alasan Nusantara Capital berinvestasi, dipatenkan atas namaku seorang. Aku melangkah keluar, mengeluarkan ponselku untuk menelepon satu-satunya orang yang tidak pernah kusangka akan kuhubungi: Revan Adriansyah, saingan terberatku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10