icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pondok Mertua Indah

Bab 2 Kejadian Aneh

Jumlah Kata:1005    |    Dirilis Pada: 06/10/2021

Terdengar su

membawa Parmin yang sedang dalam tidur

tahun yang sedang duduk di sampingnya itu memandang heran bapaknya sendir

anya Parmin lebih kepada dir

gak jawab, dibuatkan kopi gak diminum. Bapak sakit?" Nengsih terlihat khawatir sekaligus sedih. Dia masih hera

eramkan. Lalu, bagaimana nasib Juragan Dirja? Apakah semua hanya mimpi? P

rena anaknya lebih dulu bicara hal yang m

layat almarhum Juragan Dirja. Beliau ... meninggal, Pak. Kata

eluar kamar. Parmin melangkah menuju kamar Nengsih dan berjalan cepat ke arah meja rias deng

ia terbelalak melihat pantulan cermin. Gadis itu

Kenapa perut bapak

m. Bagaimana setan wanita berkebaya merah menggoreskan kuku kaki tajam ke perut Juragan Dirja. Kecipak suara lidah

bapaknya yang terduduk dengan wajah pucat. Parmin terlihat se

rteriak meminta bantuan kare

ri. Dia Mirah, istri Parmin. Matanya langsung melotot mendapati N

napa banyak luka kayak gini?!" Mirah mendekati sang suam

pa diam saja dari tadi.

uju ranjang dan mendudukannya di sana. Nengsih langsung kelu

ita, ada masalah apa?" Mirah tampak menangis. Su

di sampingnya. Namun, respon yang didapat hanya tatapan tanpa suara.

nya, Mirah!" kata Parmin, dia sudah tidak bisa mengatakan apa pun selain in

? Merobek apa?!" ta

cang dan menyedihkan. Tak pernah sekali pun Parmin terlihat pendiam.

membawa kotak berisi obat. Dia langsu

min, walau tidak tahu apa alasan sikap suaminya. Namun, menurut Mirah, sesuatu yang menjadi beban piki

itu urung dan berusaha diam. Lebih baik mengobati luka bapaknya, membuatnya tenang

*

Mirah sudah tak menangis, tetapi sama saja, dia tak bersuara. Tinggal Nengsih yang sibuk dengan pikiran-pikiran tentang si

jak kepulangan Parmin sampai pria itu bangun. Selepas mengoba

rut Parmin, kenapa bentuk telapak kaki yang tercetak? Bila dicocok

ada yang berbuat

ksi Mirah. Wanita paruh baya itu, men

dan Nengsih pastikan, itu milik

enerawang ke langit-langit kamar. Mencoba mengingat perkata

a sedang melihat ke arah mereka.

ng melakukannya." Par

apa, Pak?" cecar

kan Jurag

k, Nengsih dan

tusuk pisau. Lalu, bapa dipaksa untuk mencabut benda itu da

mkan itu kepada Istri dan anaknya. Pria kurus itu masih syok dengan kejadian tadi malam. Te

ang Bapak maksud?" tanya Mirah,

rti setan. Dia yang melukai bapa

upun dengan Mirah. Mereka berdua bertatapan, menc

u akan dengarkan dengan baik-baik. Masalah ini ha

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka