Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
ggu meledak. Reza duduk di meja makan, memeriksa dokumen-dokumen yang tersebar di depannya, sementara Nadia berdiri di dapur, menatap ke luar jendela, mencob
an bahwa jalan yang mereka tempuh bisa saja berakhir dengan bencana. Namun, di sisi lain, dia juga tahu bahwa menyerah bukanlah pilihan. Ji
n. Suaranya lebih tenang dari yang dia kira, tetapi di dalamnya ada gejolak yang beg
yang sedang dipegangnya, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya beberapa inci. Seperti biasa, kehadirannya me
h kita perjuangkan, Nadia. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi," jawabnya, suaranya rendah namun penuh dengan ketegasa
eski ia ingin percaya, ia tahu bahwa apa yang mereka hadapi kali ini jauh lebih rumit daripada sekadar kepercayaan. Ada
bih serius. Reza mengerutkan keningnya, melihat nama yang muncul di layar. Itu
ngin dan penuh dengan ancaman tersembunyi. "Jang
enjadi tegas dan penuh tekad. "Kami sudah
nentukan segalanya. Setiap keputusan, setiap langkah, akan mempengaruhi masa depan mereka. Ada sesuatu di d
ingatan. "Ingat, Reza, tidak ada ruang untuk kesalahan. Kalau tidak, semua ini akan bera
k bisa dia ungkapkan. Nadia merasakan beban yang begitu berat menimpa mereka berdua. Dia tahu, saat mereka mel
erkatakan. Ia tahu bahwa permainan ini lebih berbahaya daripada yang ia kira. Setiap langkah yang diambil, setiap keputusan yang dibuat, mengarah ke sebuah akhir yang tak bisa
a ibu Satria, Pamela, terdengar
dirinya yang tampak lelah dan hampa. "Masuk," jawabnya
tangan kanannya, ia memegang sebuah map tebal. Wajahnya tampak tenang, tetapi matanya yang tajam b
baran anaknya. "Jangan lupakan apa yang dipertaruhkan di sini. Kita tidak ha
anggaan dan keputusasaan yang sama besar. "Aku tahu, Ibu. Aku tahu apa yang dipertaruhkan. Tapi, bagaimana jika s
arti. "Kita tidak punya pilihan, Satria. Kita hanya bisa maju. Dan jik
jaminan untuk siapa pun. Semua orang yang terlibat-termasuk dirinya dan Nadia-akan berhadapan denga
empersiapkan dirinya. Mereka sudah siap. Tak ada yang tahu apa yang akan mereka hadapi mala
, gadis yang sekarang tengah mengandung anak mereka. Ada kekuatan di balik mata itu, kekuatan yang membuat
tangannya dan menggenggamnya erat, seolah ingin memastikan bahwa merek
gkah mereka menuju