“"Aku sudah bilang, jangan dekati aku lagi, Raina!" seru Andra dengan nada tegas. "Kenapa? Takut jatuh cinta sama aku?" goda Raina sambil tersenyum jahil. "Berhenti sekarang, atau aku benar-benar akan marah!" Andra menggeram, rahangnya mengeras. Namun, gadis ceria itu tak pernah menyerah. Raina terus mengejar dosennya, Andra Wiratma, pria dingin yang selalu berpenampilan rapi dan kaku seperti pria tua. Sebuah permainan "truth or dare" bersama sahabat-sahabatnya membuat Raina menerima tantangan gila: mendekati dosen killer di kampus mereka. Apa yang awalnya hanya lelucon berubah menjadi perjuangan emosional. Dalam proses itu, Raina tak hanya berhasil mencuri perhatian Andra, tetapi juga memaksa pria itu menghadapi perasaannya sendiri.”