icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Black Eagle

Bab 4 Kecewa

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 17/04/2024

p Fattan sembari menyentil Cantika

jutkan acara makannya, mengaba

nya untuk dijaga oleh Fattan, mereka sudah terbiasa akan kehadiran satu sama lain. Walau baru beberapa ha

ih nguras tenaga daripada kerja rodi. Balikin makanan gue!" Cant

gue kalau makan ya

kaya nunggu siput jalan dari Jakarta sampe Papua. Balikin

a .

sipu sendiri. Ataukah ini efek samping, karena sepanjang hidupnya hanya ada tiga laki-laki yang benar-benar dekat dengannya? Benar, sampai sekarang Cantika tidak pernah menjalin hubungan asmara. Fokusnya han

skan pandangan dari Fattan, berusaha kera

runkan alisnya menggoda dan Cantika sukses me

ttan. Beberapa suap masuk ke mulut Cantika melalui tangan Fattan. Sesekali bahkan Fattan membersihkan noda yang menempel di sudut bibir Cantika semen

nyuapinya. Cantika tidak berbohong tentang hal ini. Walau Fattan itu malas dan menyebal

tapi itu buk

asang wajah bodoh menanggapi pern

s, gue cuman l

g!" kesal Cantika sembari memuk

t Ka, KDRT

laj

sekolah ngapain masak

ar, belajar, belajar." Cantika mengomel sembar

karet Fattan yang ditempel di rambutnya hingga Cantika harus memotong sedikit ujung rambutnya. Fattan pernah mencoreng-coreng muka Cantika saat gadis itu tertidur. Menyembunyikan sebelah kaos kaki dan sebelah sepatunya. Menar

nya sibuk berkutat dengan laptopnya dan tampak begitu frustrasi. Fattan pun tak menegurnya, karena sang ayah bahkan tak mengang

lu pergi. Fattan menghela napas lelah dan mendapati laptop ayahnya dalam keadaan error. Ia kemudian menghabiskan waktu sarapannya un

! Ayo be

menuju garasi di mana motor ninja merahnya di parkir. Jantung Cantika berdegup liar, ia hanya mampu memandangi Fattan dari belakang, ada sensasi

attan sebelum naik ke atas kuda besinya diikuti C

tu serius akan sesuatu. Sepanjang jalan yang biasa mereka habiskan dengan obrola

as penting di laptop ayahnya yang tadi sempat eror dan membuat lelaki paruh baya itu begitu frustasi pagi tadi. Tanpa sengaja sang ayah me

ayah dengan nada bic

ng ayah yang masih berwajah tanpa ekspresi. Ada binar kecil di mata Fattan, berharap ada sedik

dan Assegaf bergumam seraya meraih laptop

h ayahnya yang mewariskan sebagian darahnya mengalir di tubuh Fattan. Tanpa sadar ada sebuah sentuhan hangat mengenai pundaknya

ak mau s

api-tap

ng aja beasiawa lo sama

cari angkot deh

ut

ma

ongan Cas

k mau, takut,"

erengek

paan

ut

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Black Eagle
Black Eagle
“Fattan tidak pernah memiliki harapan dan impian untuk masa depannya hingga ia terpana pada Cantika yang memiliki kedua hal itu dalam matanya. Cantika hanyalah gadis malang yang nyaris kehilangan beasiswa, karena reputasi buruk kakaknya di sekolah. Fattan dan Cantika dipertemukan seperti kisah bad boy dan good girl dalam novel fiksi remaja. Menjalani love hate relationship sebelum pada akhirnya resmi menjadi pasangan. Dan badai itu pun tiba, sebuah kesalahpahaman yang telah diatur sedemikian rupa untuk membuat Cantika membenci Fattan. Untuk membuat Fattan hancur tak bersisa. Di titik itu sang dalang bersorak di belakang layar. Ia berhasil menyeret sepasang manusia itu ke dunia gelap mafia yang ia geluti selama ini.”
1 Bab 1 Cantika2 Bab 2 Fattan3 Bab 3 Masalah dan Solusi4 Bab 4 Kecewa5 Bab 5 Hati itu6 Bab 6 Debaran7 Bab 7 Hukuman8 Bab 8 Melindungi9 Bab 9 Resmi10 Bab 10 Bersama11 Bab 11 Tragedi12 Bab 12 Kehilangan13 Bab 13 Selamat Tinggal14 Bab 14 Setelah Tujuh Tahun15 Bab 15 Bertemu Lagi16 Bab 16 Sebuah Fakta17 Bab 17 Sebuah Ucapan18 Bab 18 Merasa Dibutuhkan19 Bab 19 Seorang Hacker20 Bab 20 Penyergapan21 Bab 21 Pilihan Sulit22 Bab 22 Bom23 Bab 23 Pertemuan Terakhir24 Bab 24 Penyamaran25 Bab 25 I'm Your Someday26 Bab 26 Bukan Dia27 Bab 27 Hak Milik28 Bab 28 Mengusik29 Bab 29 Permintaan30 Bab 30 Pencarian31 Bab 31 Curiga32 Bab 32 Diburu Waktu33 Bab 33 Pertanyaan34 Bab 34 Menghilangnya Chip35 Bab 35 Dia...36 Bab 36 Permintaan Terakhir37 Bab 37 Kembali38 Bab 38 Strategi