icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)

Bab 2 Lamaran

Jumlah Kata:1175    |    Dirilis Pada: 27/03/2024

Aula Faguang. Membuat siapa saja yang mendengarnya menunduk takut. Pasalnya tak biasanya mereka mend

Hampir mustahil bagi kita meraih kemenangan jika perang sampai pecah." Seorang

enenangkannya setiap ada masalah yang datang. Bahkan jika ia sampai menunjukkan amarah, biasanya ia akan langsung melunak jika sang ibunda sud

Xiara-ku pada kaisar kejam seperti Li Qiang," geram Putra Mahkota Xiaoli dengan tangan m

mpuannya. Tidak heran ia menjadi marah setelah mendengar permintaan sang ayah yang terdengar sangat tidak masuk akal baginya. Bagaimana

menyayangi sang Putri. Bagi Raja Gui kedua anaknya bahkan lebih berharga dari kekuasaan dan takhta. Raja Gui sendiri sebenarnya tak rela meng

la Faguang berlutut di hadapan Raja Gui. Membuat semua anggota keluarga kerajaan yang berada di dekat sang Raja mengalihkan

dan sampaikan bahwa Guangshu telah m

at kepalanya. Ia menatap tuan putrinya dengan tak percaya. Putri Xiara hanya tersenyum tipis. Ia

tungkan ucapannya. Masih tidak percaya den

n dan siap untuk menyerang." Putri Xiara kembali mengingatkan sang Kakak tentang kabar yang baru saja mereka terima Panglima Kera

cap putri Xiara lagi ketika tak didapatinya tanggapan dari sang kakak. Ia me

tidak bisa membiarkan hal itu sampai terjadi. Bahka

erkepal erat di samping tubuhnya dengan jelas menunjukkan bahwa suas

tong jeda dari pertanyaannya yang tak disambut dengan jawaban dari Putra Mahkota X

di timur. Bagaimana mungkin aku bisa merelakan adikku yang berharga menjadi seorang selir."

rakyatku. Aku akan lebih bahagia menjadi selir demi kesejahteraan rakyat dibanding harus menjadi ratu t

Adiknya memang terlalu baik. Rakyat Guangshu haruslah bersyukur karena memiliki seorang putri seperti Xiara. Tu

Putri memang memiliki hati bak emas yang membentang seluas lautan. Namun ia sama sekali tak menya

tanpa peduli apa pun risikonya. Namun, naluri pemimpinnya kembali menyadarkannya. Ia tidak

rima pinangan Pangeran Weimin dari Kerajaan Hu musim semi lalu, tentu engkau tidaklah harus berada dalam situasi ini," ucap Raja Gui denga

. Mungkin Yang Kuasa memang menginginkan

*

da bahwa matahari akan segera kembali ke peraduannya. Ibu Suri Juan bangkit da

rbenam lebih cepat jika Ibunda terus

yang masih saja duduk tenang di atas singgasana berlapis emas miliknya. Ia

ang bersama dengan lamaran Anda, Yang Mulia?" Ibu suri Juan menghela napas kesal. Kaisar Li Qian

eorang prajurit istana yang memang bertugas untuk menjaga pi

ng tanpa mengalihkan pandangannya dari

emasuki ruang utama Istana Yang sudah disambut oleh per

ang! Apa mereka mener

lih membungkuk hormat pada kedua junjungannya sebelum

elah menerima pinangan Yan

Suri Juan hanya bisa menggelengkan kepala mengh

g. Ia lalu melirik ibundanya dengan senyum kemenangan. "Nah Ibunda, bukan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
“Demi mencegah terjadinya perang, Xiara tidak punya pilihan selain menerima lamaran pernikahan Kaisar Li Qiang dari Kekaisaran Jin yang dikenal berhati dingin dan kejam. Meninggalkan kehidupan nyaman sebagai putri Kerajaan Guangshu, dia harus berjuang seorang diri menghadapi permusuhan dan intrik dari selir-selir lain di Istana Jin. Pada saat yang sama Xiara juga harus memikul tanggung jawab besar, yaitu melahirkan pangeran penerus untuk Kekaisaran Jin. Mampukah Xiara bertahan di tengah semua kesulitan dan memenangkan hati Sang Kaisar? --- "Menjadi salah satu bunga penghias istanamu, aku menerimanya sebagai takdirku, Kaisarku."”
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Lamaran3 Bab 3 Awan Hitam4 Bab 4 Air yang Tenang5 Bab 5 Pergi6 Bab 6 Matahari dalam Bayangan7 Bab 7 Melihat Matahari8 Bab 8 Kunjungan Kaisar9 Bab 9 Bao-yu10 Bab 10 Perubahan Istana11 Bab 11 Menanam Jarum12 Bab 12 Firasat Buruk13 Bab 13 Bencana14 Bab 14 Racun15 Bab 15 Tuduhan16 Bab 16 Bangun17 Bab 17 Angin Ribut di Istana Timur18 Bab 18 Memulai Serangan19 Bab 19 Kehilangan Pagar Penghalang Bunga Liar20 Bab 20 Rencana21 Bab 21 Zhilin22 Bab 22 Membuat Kesalahan23 Bab 23 Terperangkap24 Bab 24 Penghabisan25 Bab 25 Kebenaran Terungkap26 Bab 26 Seutuhnya27 Bab 27 Akhir Yang Sesungguhnya28 Bab 28 Musim Semi29 Bab 29 Hukuman 30 Bab 30 Pikiran kaisar31 Bab 31 Bunga Lain32 Bab 32 Putri Han33 Bab 33 Konfrontasi34 Bab 34 Cahaya Memudar di Malam Hari35 Bab 35 Kejutan