icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)

Bab 7 Melihat Matahari

Jumlah Kata:2342    |    Dirilis Pada: 27/03/2024

ma. Kabar tentang rombongan Kaisar yang mendapat serangan sepulang dari perburuan telah membuat istana gempar. Terlebih lagi sang kaisar me

arena rasa takut." Kaisar Li Qiang memalingkan wajah, men

henti karena cemas dan kau malah si

ercaya pada Ibu Suri Juan. Dia pasti sudah salah dengar, y

tawa. Hanya di saat seperti inilah Qie Juan Ying benar-benar menjadi ibunya yang

yang tidak terluka. Dengan lembut ia berbisik, "Maafkan putramu ini, Ibunda. Ibunda boleh menghukumku jika

ahwa kehadirannya di sana tidaklah tepat. Tanpa menimbulkan suara yang berarti, S

a mereka. Selir Mingmei menyapukan pandangan ke sekitar, ia tidak bisa menemukan Xiara di s

d naik ke ruang tidur, selir

. Meski tidak suka berbohong, Selir Mingmei harus tetap melakukannya. Jika Selir Yihua dan yang lainnya sampai masuk, ma

ahan kekesalannya karena tidak bisa menemui Kaisar Li Qiang, padahal saat sepert

an menjelaskan , "Ibu Suri

uga menghampiri para selir. Selir Mingmei tadinya berharap ini akan menjadi awal yang baik

intah yang langsung dipatuhi oleh par

umumkan kedatangan tabib istana. Tepat saat pintu lapis emas berukiran

beri hormat, Selir Mingmei segera mencegahnya. Ia tanpa menunda lagi, membi

u melihat situasi yang ada. Selir Mingmei menghela napas lega setelah melihat Ibu Suri Juan sudah kemba

ib pribadi Kaisar dan asistennya. Para Selir menekuk lutut, memberi hormat dan mengambil tempat di samping belakang I

a luka Yang M

Ia berjalan mendekati Kaisar Li Qiang yang tengah du

n izin Yan

i-hati Tabib Yaozu menarik lengan jubah yang dipakai Kaisar Li Qiang

an, Kaisar Li Qiang berkata,

an mulai membuka kain it

utra khusus yang biasanya hanya dimiliki oleh wanita-wanita bangsawan dan selir istana. Awalnya ia pikir Panglima Hu

Ibu Suri Juan akhirnya bertanya, "Jika boleh

n yang sudah tergeletak di atas meja. Ia tersenyum, senyum yang mem

i .

r masuk dan berlutut di tengah ruangan. Kaisar Li Qiang yang hendak menjawab pertanyaan

di luar, meminta i

g sudah menunggu wanita itu. Ia sempat kecewa karena Xiara tidak datang bersamaan dengan yang lain. Akan tetapi, seka

b Kaisar Li Qiang deng

yang terlihat sangat bahagia melihat senyum yang Kai

aja masuk tanpa meminta izin dan tidak akan ada dayang atau prajurit yang akan

ng membuat Selir Mingmei heran adalah, Xiara menghentikan langkahnya begitu saja di dekat pintu. Ia menatap

an yang juga menyadari keaneha

iara melangkah dengan perlahan ke hadapan Kaisar Li Qiang. Ia menekuk lutut dengan kaku dan bersuara memberi hormat, "Me

i Juan dan selir-selir lain juga Tabib Yaozu di sini, Kaisar Li Qiang pasti sudah tertawa sejak tadi. Melihat Xiara yang begitu terkejut

ucap Kaisar Li Qiang

n rona merah yang menghiasi wajahnya. Ia benar-benar merasa sangat gugup saa

memberitahunya sejak awal. Sekarang Xiara bahkan sudah kehilangan ketenangan yang selama ini selalu ia jaga. Rasanya ia ingin

Ia masih belum berani menatap Kaisar saat ini. Jadi ia hanya menatap permadani emas yan

gmei bertanya setelah melihat mangkuk porse

ang tua itu. Ia baru sadar kalau Xiara tidak sendirian. Rupanya ia ter

apkan obat emas unt

penyerangan dan memilih menyiapkan sendiri obat untuk Kaisar Li Qiang. Kalau tidak mengenal sifat Xiara, ia pasti akan berpikir Xiara sed

sep rahasia dari Guangshu, efeknya untuk menyembuhkan luka sangat baik." gumamnya sembari melirik Xiara yang tersenyu

ainya. Ia berdeham kemudian berkata, "Bawa kemari da

engar perkataan suaminya itu. Dugaannya tidak meleset,

h di sisi Kaisar Li Qiang. Dengan terpaksa ia berger

ertarik pada Xiara. Padahal menurut informasi yang dia dapatkan dari dayang istana, Kaisar dan Xiara belum pernah bertemu secara la

g kembali berucap. Namun kali ini

ng dan berhadapan langsung dengan sang Putra Langit. Meski se

ng mengalihkan atensi pada Tabib Yaozu dan berkata, "Yao

ir Yihua menyela, ia tidak bisa membiarkan wanita baru itu menj

bertanya pada Tabib Yaozu, "Apa mungkin aku masih h

aozu terkejut. Pria tua itu menjawab

gores biasa. Sekarang kau periksalah obat yang dib

era menyodorkan mangkuk porselen yang

ang sudah ditumbuk halus itu sebelum berkata dengan yakin, "Ta

n yang dilontarkan Tabib Yaozu. Semen

tanpa bantahan. Tabib Yaozu dan asistennya berjalan mun

uk orang sakit." Seolah mengerti keinginan putranya, Ibu Suri Ju

ya ingin menemani Y

hua memasang senyum manis di wajah mungilnya itu. Tidak sadarkah wanita itu bahwa secar

nmu, Fang-hua. Aku aka

lawan. Ditambah lagi Kaisar mengatakan akan mengunjunginya besok dan bukanya nanti malam. Itu

tarik pada Xiara. Bahkan Kaisar Li Qiang tidak pernah memandangnya

r Li Qiang akan menaruh perhatian padanya dan memberinya kesempatan sekali lagi, tapi hasilnya nihil. Kaisa

salam perpisahan sebelum mengibaskan lengan

a Dayang Yuan juga ikut dibawa keluar oleh Selir Mingmei den

kuk yang ada di antara dirinya dan Kaisar, sejurus

bib Yaozu dan sekali lagi membalut luka Kaisar Li Qiang. Namun b

ng Mulia. Jika tid

untuk pergi, Kaisar Li Qiang segera menyela.

pulkannya dengan susah payah Xiara menatap Kaisar Li Qiang dan menjawab, "Untuk kesalahpa

. Wanita di hadapannya ini begitu pandai berbicara. Juga tetap men

a maaf," balas Kaisar Li Qia

aba untuk berdiri. Akan tetapi, Kaisar Li Qiang m

iara tidak pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya. Di dunia ini ia hanya pernah ber

gera membersihkan diri. Kembalilah ke kediamanmu, Aku a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
“Demi mencegah terjadinya perang, Xiara tidak punya pilihan selain menerima lamaran pernikahan Kaisar Li Qiang dari Kekaisaran Jin yang dikenal berhati dingin dan kejam. Meninggalkan kehidupan nyaman sebagai putri Kerajaan Guangshu, dia harus berjuang seorang diri menghadapi permusuhan dan intrik dari selir-selir lain di Istana Jin. Pada saat yang sama Xiara juga harus memikul tanggung jawab besar, yaitu melahirkan pangeran penerus untuk Kekaisaran Jin. Mampukah Xiara bertahan di tengah semua kesulitan dan memenangkan hati Sang Kaisar? --- "Menjadi salah satu bunga penghias istanamu, aku menerimanya sebagai takdirku, Kaisarku."”
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Lamaran3 Bab 3 Awan Hitam4 Bab 4 Air yang Tenang5 Bab 5 Pergi6 Bab 6 Matahari dalam Bayangan7 Bab 7 Melihat Matahari8 Bab 8 Kunjungan Kaisar9 Bab 9 Bao-yu10 Bab 10 Perubahan Istana11 Bab 11 Menanam Jarum12 Bab 12 Firasat Buruk13 Bab 13 Bencana14 Bab 14 Racun15 Bab 15 Tuduhan16 Bab 16 Bangun17 Bab 17 Angin Ribut di Istana Timur18 Bab 18 Memulai Serangan19 Bab 19 Kehilangan Pagar Penghalang Bunga Liar20 Bab 20 Rencana21 Bab 21 Zhilin22 Bab 22 Membuat Kesalahan23 Bab 23 Terperangkap24 Bab 24 Penghabisan25 Bab 25 Kebenaran Terungkap26 Bab 26 Seutuhnya27 Bab 27 Akhir Yang Sesungguhnya28 Bab 28 Musim Semi29 Bab 29 Hukuman 30 Bab 30 Pikiran kaisar31 Bab 31 Bunga Lain32 Bab 32 Putri Han33 Bab 33 Konfrontasi34 Bab 34 Cahaya Memudar di Malam Hari35 Bab 35 Kejutan