icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)

Bab 6 Matahari dalam Bayangan

Jumlah Kata:1437    |    Dirilis Pada: 27/03/2024

apa kau

berhenti bergerak. Mendengar Selir Meifen berbicara begitu kasar padanya seolah ia adalah pelaya

tak suka. Sembari tersenyum ia menjawab, "Tidak menyangka bertemu Kakak di sini, Adik ada di

uh hidupnya tinggal di istana dan ia tahu Selir Meifen ini sangat senang membuat masalah dengan penghuni Istana Timur lain. Bahkan ia pernah ter

sim dingin sendirian, kau tentu membutuhkan pa

mbali tersenyum. Ekspresinya tetap setenang biasa

l dirinya saja sudah sangat marah saat ini. Selir Meifen telah menghina junjungannya secara terang-terangan di depan para pelayan yang der

ara justru memilih untuk memutus pembicaraan mereka sampai di sana. Mungkin hal itu akan membuatnya terlihat seperti pengecut, tapi bagi

, Xiara menunduk memberi salam perpisaha

lum kembali ke kediamanku," ucap Xiara setelah

Mingx

*

at ini. Taman luas yang berada langsung di bawah paviliun ut

ar ia tersenyum saat membayangkan bagaimana indahnya tempat ini saat musim semi nanti. Saat bunga-bunga plum itu be

an indah nan megah yang berdiri kokoh di atas sana. Tempat d

ya, Xiara berubah waspada. Saat ini dirinya hanya seorang diri karena ia meminta Dayan

a di

ada ja

kuning lembut yang ia kenakan saat bergeseran dengan daun-daun yang berguguran m

di balik pohon, juga di sekitarnya, tapi ti

erteriak dan hanya membuka mulut sedikit. Pria dengan rahang tinggi dan wajah tegas yang terkesan dingin itu hanya berjarak kurang

hi pria itu. Ia mengamati pria itu baik-baik. Meski terliha

lakukan di sini

a itu. Setelah berhasil menormalkan ekspresinya, ia menjaw

ak mengenakan pakaian prajurit dan dari postur tubuhnya ia sama sekali tidak terlihat seperti seorang

at berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Saya hanya menca

ara membentuk kerutan samar. Ia kemba

iara kebingungan. Ia bertanya-tanya bagian mana dari pertanyaannya yang salah samp

ra mengernyit tak nyaman saat salah satu daun jatuh dan tersangkut di rambu

k sesaat Xiara terpaku menatap pemiliknya. Ada perasaan asing dalam diriny

itu. Ia melirik ke tangan kekar yang masih sibuk melepaskan dau

pria itu ke hadapannya. Dengan hati-hati ia lalu me

lihat bercak merah di tangan pria itu. Ia pasti tidak akan tahu

ka seperti ini." Xiara menatap tak percaya

rluka." Pria itu menjawab sambil tersenyum melih

ya. Xiara tahu perbuatannya ini salah. Selain melanggar tata kesopanan ia juga telah menunjukkan

gan pria itu sampai semua lukanya tertutup. Ia lalu men

ngan darinya. Membuat jantung Xiara berpacu lebih cepat. Alih-alih merasa tidak nyaman ditatap b

harus

a itu tiba-tiba menarik tangannya dan membu

ari gaun dan perhiasan yang Nona kenakan, sepertinya

a di depannya lengah, membuat ta

embiarkannya begitu saja. Ia sudah bersikap bodoh dengan tetap bersama pria ini dan tidak segera pergi saat melihatnya tadi. Xiara sadar ia tida

k menjaga sikap." Xiara menjelaskan dengan senyum tipis. Bagaimanapun ia tidak

terjadi karena Tuan belum mengenal saya. Tapi d

atap Xiara yang hanya setinggi bahunya dan mengatakan, "Maafkan kelancan

pa pun dengan laki-laki lain, bahkan meski itu hanya hubungan saling mengenal. Jadi akan lebih baik ji

*

engambil teh hangat dan beberapa camilan untuk Xiara, tapi kabar yang

gxin

nnya dari kolam buatan yang permukaannya dipenuhi dedau

a, Lao

na Yang. Yang Mulia Kaisar su

a kabar seperti itu, kenapa Day

g dalam perjala

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
“Demi mencegah terjadinya perang, Xiara tidak punya pilihan selain menerima lamaran pernikahan Kaisar Li Qiang dari Kekaisaran Jin yang dikenal berhati dingin dan kejam. Meninggalkan kehidupan nyaman sebagai putri Kerajaan Guangshu, dia harus berjuang seorang diri menghadapi permusuhan dan intrik dari selir-selir lain di Istana Jin. Pada saat yang sama Xiara juga harus memikul tanggung jawab besar, yaitu melahirkan pangeran penerus untuk Kekaisaran Jin. Mampukah Xiara bertahan di tengah semua kesulitan dan memenangkan hati Sang Kaisar? --- "Menjadi salah satu bunga penghias istanamu, aku menerimanya sebagai takdirku, Kaisarku."”
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Lamaran3 Bab 3 Awan Hitam4 Bab 4 Air yang Tenang5 Bab 5 Pergi6 Bab 6 Matahari dalam Bayangan7 Bab 7 Melihat Matahari8 Bab 8 Kunjungan Kaisar9 Bab 9 Bao-yu10 Bab 10 Perubahan Istana11 Bab 11 Menanam Jarum12 Bab 12 Firasat Buruk13 Bab 13 Bencana14 Bab 14 Racun15 Bab 15 Tuduhan16 Bab 16 Bangun17 Bab 17 Angin Ribut di Istana Timur18 Bab 18 Memulai Serangan19 Bab 19 Kehilangan Pagar Penghalang Bunga Liar20 Bab 20 Rencana21 Bab 21 Zhilin22 Bab 22 Membuat Kesalahan23 Bab 23 Terperangkap24 Bab 24 Penghabisan25 Bab 25 Kebenaran Terungkap26 Bab 26 Seutuhnya27 Bab 27 Akhir Yang Sesungguhnya28 Bab 28 Musim Semi29 Bab 29 Hukuman 30 Bab 30 Pikiran kaisar31 Bab 31 Bunga Lain32 Bab 32 Putri Han33 Bab 33 Konfrontasi34 Bab 34 Cahaya Memudar di Malam Hari35 Bab 35 Kejutan