icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 5 BIANCA SANG MANTAN

Jumlah Kata:1004    |    Dirilis Pada: 06/02/2024

ne berdiri. Tidak lama kemudian, pintunya terbuka dan memunculkan seorang wan

ri bibirnya menyapa Adeline yang ma

i Bianca?" T

il membuka kaca mata hitam yang

mu." Adeline melihat

?" Tanya Bianca me

Adeline tersenyum. "Ka

" jawabnya. "A

ergi arisan,"

aku sudah lama ingin bertemu dengannya.

, kamu bisa meneleponnya kalau

gin bertemu dengan mertua yang tidak jadi,"

u masuk?" Ta

idak ada," Jawab Bianca memakai kembali kaca mata hitamnya. "Lebih baik ak

lah besok," j

ke luar dari garasi dan ber

a kamu aka

bulanan untuk keperlua

t tidak mengerti, kenapa seorang Ronald mau menikahi wanita sepertimu? Apa yang dia lihat dari dirimu.

iku dari hatinya,"

ah katapun. Mobil Ferrari merah yang datang tanpa diundang dan pulang tanpa diantarpu

asa cemas dihatinya dengan kedatangan Bianca, karena biar bagaimanapun Bianca adalah wan

lihat majikannya hanya berdiri

mobil yang siap mengantarnya pergi ber

segera melajukan mobilnya perlahan ke luar halaman luas mel

tangan Bianca. Tatapannya melihat ke lua

du dari kaca spion dalam sehingga menggelitik hatiny

Mang U

at, apa Nyonya sakit

ik-baik saja,"

aja. Tapi kalau Nyonya sakit, saran

. Aku juga tidak apa-apa. Jangan kha

anca yang datang ke rumah terus saja menggelitik hati dan pikira

panggil

Mang

, Mang Ujang

pa Mang Ujang?"

g datang ke rumah

nca," jawab Adelin

pernah datang ke rumah, sepert

ya Mang Ujang?" Tanya A

ik, tapi Nyonya lebih ca

seperti itu karena s

cantik karena memakai riasan, tapi kalau Nyonya

a Mang Uj

bohong!" Mang Ujang mengangkat

-he

nang melihat majik

ma bekerja di rumah

Ujang belum menikah sam

Ujang 4?" T

i-laki dan

pasti ramai dengan

juga pusing. He-he-he apalagi kalau suda

mai walaupun pusing, tidak seperti rum

, nanti juga Nyony

inya. Mungkin jika sabar bisa diukur, pasti panjangn

ta semua yang bekerja di rumah Tuan besar merasa nyaman. Dari

bekerja cukup lama di r

Karena dulu Tuan Besar yang membawa Bibi dari kampung d

mengenal semua tentang kelu

ri dulu. Tuan Ronald kalau mau menjemput Nona Bianca pergi jala

jalan ke mana?"

an Ronald tidak pernah pacaran yang aneh-aneh seperti an

Ujang memang benar adanya, suaminya sangat

. Bukannya Mang Ujang ingin menakuti Nyonya, tapi sebagai se

ang Ujang?"

gan apa yang Mang Ujang ka

g diucapkan Mang Ujang. Hati-hati? Apa dirinya harus berhati-hati? Ya, harus berhati-hati karena biar bagaimanapun Bi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”