icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 2 NYONYA MELANIE

Jumlah Kata:1052    |    Dirilis Pada: 05/02/2024

en yang masuk pelajaran pertama bisa membunuhku jika aku ter

ya pergi tanpa mau mengganti bajunya ter

a sakit kalau terlalu tegang begitu

Mama jadi s

melihat istrinya.

ada di sofa kemudian mengik

Ma." Pamela pamit sambil m

lajar ya

Bye M

Mama. "Belaja

ya

suaminya dengan tangan kan

kena

rgi ke Supermarket untuk

u uang?" T

berikan padaku masih ada. Aku

ah Adel, beli apapun yang kamu mau dan jug

ak perlu

pun yang kamu inginkan. Jangan terlalu menghemat, uang

ada sesuatu yang men

ald mencium kening istrinya kemudian masuk

ucap Pamela langsung masuk ke dalam

ab Adeline

ang cukup luas dengan sang Nyonya muda yang masih betah melihat mob

k begitu asri dengan beraneka macam tanaman dan bunga mawar hasi

tih dipandangi Adeline. "Sudah 3 tahun aku tinggal di sini, tapi entah m

nya

ke belakang. "Ma

a melati di dekat gaze

ng Jiwo,

lu ke Nyonya, soalnya Ibunya Tuan Ronald selalu ma

nya Mang Jiwo, tapi yang rapi. Biar

ian pergi menuju gazebo yang

ya yang baru saja masuk. Dilihatnya ruang tamu yang didominasi warna putih dengan gord

asih merapikan meja makan bekas mereka se

onya," ja

aku ba

nya Adel. Biar saya

ne ikut membantu membawak

gi hari. Setiap hari selalu memasak

gi, kalau tidak bekerja badank

an Ronald mendapatkan istri seperti Nyonya Adel,"

n juga banyak yang seperti saya.

ihat ceria. Padahal dulu sebelum Nyonya menikah dengan Tuan Ronald, rumah ini seperti kuburan. Semua orang yang ada di rumah

itinggal sendiri

ang diwariskan Ayahnya jadi wajar kalau jarang di

u Ma

"Nyonya Melani sibuk dengan teman-teman arisan

m. "Masa setiap

g wajah meyakinkan. "Setiap hari ada arisan, tapi kalau sudah menang tida

r Mama," tegur Adeli

ke arah pintu. "Bibi berani bicara begitu, karena tahu

ng perlu diadukan. Bibi tidak berbuat kr

hi. Iya

Bi?" Tanya Adeline me

dibuatkan untuk makan siang, tap

ng saja," j

ar suara dari arah belakang mer

ine begitu tahu s

u membunuhku setiap hari masak

bingung, sementara Bibi langsung menundu

l Mama naik! Apa kamu berharap Mam

ngerti, maksu

" Jawab Mama ketus. "Das

nantinya malah semakin banyak kata-kata yang akan menyakiti

darinya makan siang dengan menu rendang, Nyonya Adel ya

e setelah beberapa saat terdiam untukq

Mama ketus berjalan me

eloncat kaget dipanggil dengan suara

an melamun! Bisa habis nanti

nya, Bibi fokus mencuc

aku wedang jahe! Tubuhku rasany

kan Ma," jawab Adel

uatanmu tidak enak sama sekali. Jangan cari muka di de

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”