icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 7 KECURIGAAN YANG BERALASAN

Jumlah Kata:1032    |    Dirilis Pada: 06/02/2024

reka berdua. "Kalian mau menyeberang atau apa? Pakai acara gand

an temannya, langkah kakinya terus b

Kevin membawanya ke tempat parkir.

bil," jawab Kevin langsung me

lepaskan pergelangan tangannya

suk

elihat kulit tangannya yan

akan kulepaskan kalau

h Kevin yang lebih tingg

menghadapi dirimu yang

, wajahnya memerah men

pi terdengar suara berat dari ara

. "Pak Dosen," ucap mereka berba

a a

vin yang terlebih dahulu menguasa

i perang dunia," ucap Dos

jawab Kevin berusaha untuk tida

n baik-baik, jangan bertengkar a

k kepala tidak g

r, itu tidak baik! Pertengkaran hanya

pala. He-he-he." K

an senyum mengembang dibibirnya. "Melihat mereka berteng

ajah mode serius menatap tajam Ir

ng masuk dan duduk dengan w

gerutu Kevin menutup pintu mobil dan segera

asuk jam kuliah. Cepat katakan, apa yang ingin

nya menghadap ke arah Irene yang tida

i!" Irene dengan

a," pinta Kevin beru

inya mencoba untuk meredam emosi agar bisa

ntuk mengantarnya ke Toko membeli buku. Aku awalnya menolak ketika Sisil meneleponku, tapi sore harinya S

nya, tapi egonya masih m

datang bertemu dengan Ibuku. Kamu tahu sendiri, Ibuku tidak akan tega membiarkan Sisil yang sudah

nya atas permintaan

ng aku heran, kamu tahu dari

dengan Toko buku tempat kamu mengantar Sisil. Aku mel

kebetulan?"

arnya pergi beli baju padahal aku sudah me

terlihat seperti sedang

atu make-up,

Sisil? Yang tinggi kurus dengan ra

cat rambut warna warni seperti

ita untuk ikut dengan mereka. Tempat dan jam yang sama, itu seperti

t Kevin. "Ap

sil dan Helen sedang ---,"

apa?" Ta

Toko buku dan Helen mengajakmu ke Toko baju

Kevin. Pikirannya sedang me

baju, kenapa kamu bisa melihatku

angan mencari pembenaran sendiri. Intinya kamu tetap sa

ku karena aku tidak minta

jam yang melingkar ditanga

k marah la

uka pintu tapi tidak bisa

baru pintunya akan aku b

intunya!" Teri

-he. T

rene melanjutkan kalimatnya, dengan cepat tubuhnya dita

as tanpa mau mendengarkan penjelasan." Kev

nciumku!" Teriak Irene

u kekasihku, aku bebas ma

putus!" Ucap

matanya tajam menatap iris mat

yang berubah jadi galak, tapi karena egonya yang tinggi

dengan cepat satu tangannya menarik tengkuk s

lotot kaget, tangannya berusaha untuk mendorong tubuh Kevin, tapi

buat Irene kehabisan napas dengan bibir yang sedik

?" Teriak Irene histeris seger

su yang tidak jauh darinya. "P

yang dari tadi ada di atas p

is. Awas kalau kamu berani be

melakukannya dengan siapapun," jawab Irene ketus t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”