icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri

Bab 8 EGO YANG TINGGI

Jumlah Kata:1019    |    Dirilis Pada: 06/02/2024

uji kesabaranku!"

kalah. Tangannya sibuk merapikan bedak dan lipstikn

pkan mobilnya, melihat I

ar mesin mobil meny

urut

engan cepat memasukkan kembali bedak dan

uan Irene, mobil malah melaj

iak Irene marah melihat mobil semakin

ku untuk menculikmu,

. Berhenti Kevin!" Teriak Irene meliha

an menculikmu,

a! Kamu su

ku jadi gila karena kam

ahnya merah menatap Kevin d

apa? Lihat dilua

hat begitu banyak ke

aaf ya, aku

mengacak-acak rambutnya un

ku menculikmu tidak untuk me

mata kuliah,"

u memancing emosiku, jadi ak

e mana?" Ta

dalam perutku dari tadi bernyanyi t

u makan!" Uca

rus, aku tidak suka wanita yang kurus. Rasanya s

atau gendut sekalipun, tidak ada urus

, tubuhmu jangan seperti kerangka berjalan. Nant

, cari gadis yang badannya segede gentong biar ka

ha. I l

la!" Iren

a?" Tanya Kevin me

dak mau

kan." Kevin menyalakan musi

at ke depan. Sekarang sudah tidak memu

tempat makan yang enak," ucap K

ilang dari tadi tidak

hat ke luar. "Itu restorannya, daging steak di

ah restoran yang tidak terlalu besar tapi terl

ng restoran. "Kita mak

angsung turun dan mengikuti K

uk Kevin pada meja yang ad

restoran yang sangat asri, tercium wangi bunga yang sed

tuk Irene duduk. "Kamu

a," jawab

g sangat tinggi, padahal kalau s

atang mendekat dengan tangan mem

ementara Irene melihat pelay

mberikan 2 buku menu. "Silahkan pa

t beberapa menu lalu melihat Irene yang terdi

mau makan,"

cado untuk Nona can

tat semua pesanan, pe

u begitu?" Tan

ya?" Tanya I

hat pelayan itu dari

s tinggi, pelayan itu bekerja di restoran atau klub mal

tu, mini sekali. Aku tidak suka melihatnya! Besok

harus modis, beda dengan

erempuan, jaga tubuh kalian da

ris

sekali kalau dinasehati? Apa di rumah

tik seorang wanita cantik berambut panjang yang

Tanya

baru saja masuk," jawab Ire

k sekali," ucap Kevin. "

i bo

a seperti itu, apalagi s

apa dia

nmu aneh, tentu saja kakak i

atlah kakak iparku seda

enapa kamu tidak meny

ingkat sambil memperhatika

akhirnya pesanan datan

ne menahan pelaya

a a

itu," tunjuk Irene pada kak

san minuman juice jeru

. Terim

awab pelayan k

a?" Tan

ada a

n kakak iparmu?" Ta

banyak tanya," gerutu Irene baru sada

anya Kevin. "Aku tidak mung

pesannya ba

menghabiskan ini semua," jawab

a beraneka macam makanan. Tatapannya jatuh pa

er untukmu," ucap Kevin ketika mel

wab Irene d

untukmu. Kalau kamu tidak mau, sebaiknya aku berika

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
“Ketika cinta diabaikan, Ketika cinta tidak dihargai, Ketika cinta dikhianati, Semuanya akan hilang, ketika cinta tidak lagi bermain dengan perasaan. Semuanya akan lenyap, ketika cinta telah kalah oleh logika. Semuanya akan musnah, ketika cinta sudah habis kesabaran. "Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Hati istri mana yang tidak tersakiti, jika suami yang telah bersumpah untuk menjaga istrinya di depan Tuhan, lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dengan ucapan istrinya sendiri!" "Lalu, aku harus bagaimana?!" Dengan amarah yang tak tertahan serta air mata menggenangi kelopak mata, Adeline menatap tajam wajah suaminya. "Hanya sebesar itukah, kamu percaya padaku?!" "Jangan membuatku berada diposisi yang sulit Adeline!" "Posisi yang sulit?!" Adeline tersenyum kecut. "Ok! Baik, baiklah. Aku akan mempermudah posisimu! Aku akan membebaskan dirimu, hidupmu dan keluargamu! Bayangan dirimu sekalipun, akan aku bebaskan!" "Adeline Shabira! Apa maksudmu?!" Penyesalan selalu datang terlambat, setelah badai besar yang terjadi dalam ikatan pernikahan mereka. Kebenaran mulai muncul satu per satu, tapi semuanya sudah terlambat. Cinta dan kepercayaan telah menguap bersama angin. Hati yang telah mengeras, akankah bisa mencair kembali? Hati yang telah terluka, akankah bisa memaafkan kembali? Hati yang telah kosong, akankah bisa terisi kembali? Note : Bijaklah dalam membaca 18+ Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa ada maksud untuk menyinggung unsur manapun atau pihak manapun.”